
Terdengar suara pintu pagar yang terbuka. Tampak mobil Diko memasuki halaman. Dengan girang Riana segera keluar menyambut.
Sebenarnya Riana bukan girang menyambut suaminya, melainkan apa yang sedang di bawa suaminya. Pasalnya, di hari minggu yang cocok untuk beristirahat itu tiba-tiba Riana pingin makan arsik ikan mas, makanan khas Sumatera Utara yang ketika masa kecil sering ia makan. Sebab, pada waktu itu Riana dan keluarganya mempunyai tetangga yang berasal dari Medan dan sering sekali memberikan arsik ikan mas. Rasanya terngiang-ngiang di ingatan Riana, rasa segar, asam dan perpaduan bumbu yang khas membuat air liurnya hampir menetes.
Alhasil, Diko yang sedang nyaman bersantai di kamar sambil menonton youtube pun harus menjadi sasarannya. Ia harus ikhlas untuk pergi membeli arsik ikan mas permintaan istrinya yang tidak bisa ditawar. Sebab tak ada pilihan lain, Bi Yum yang sedari awal percaya diri untuk membuatkan apapun kenginan Riana itu pun menjadi krisis kepercayaan dirinya setelah mendengar apa yang di inginkan Riana.
Bahkan, Bi Yum yang tulen dari tanah Sunda itu seumur hidupnya ia tak pernah mendengar nama masakan arsik. Terlebih setelah mendengar bahan-bahan yang asing di telinganya, seperti andaliman, asam cekala, dan lain-lain. Ia yakin akan sulit untuk mencari bahan-bahan tersebut di Jakarta.
Akhirnya, mereka sepakat untuk membeli saja. Dan sekarang PR nya adalah, dimanakah di Jakarta mencari arsik ikan mas seperti yang diinginkan Riana.
Berbekal google, akhirnya mereka menemukan Rumah Makan khas Batak yang menyediakan menu arsik ikan mas. Dengan tak menunggu lama, Diko langsung menyambar kunci mobilnya dan berangkat serta mengikhlaskan hari minggunya untuk menempuh perjalanan total tiga jam pulang pergi demi istri dan buah hatinya.
'Ini anak memang seleranya Indonesia banget, kira-kira besok makanan khas daerah mana lagi yang di pingin sama Riana' bathin Diko sambil menenteng plastik yang berisikan arsik.
Diserahkannya plastik tersebut ke istrinya yang tersenyum lebar. Dengan mata berbinar-binar, Riana mengambilnya dan langsung menuju meja makan setelah berterima kasih pada Diko dan memberikan kecupan di pipinya.
Tengah asik Riana memakan arsiknya yang baru habis separuh, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang memanggil di balik pagar.
__ADS_1
Melihat istrinya yang lahap, Diko berinisiatif untuk keluar melihat siapakah yang datang.
Ternyata seorang tukan ojek online. Lagi-lagi mengantar paket yang tak mereka pesan.
Diko membawa paket tersebut pada Riana yang baru saja selesai dengan suapan terakhirnya.
"Ini paket buat kamu" ucap Diko.
"Dari siapa Mas?" tanya Riana heran.
Dilihatnya sebuah kotak seperti kotak kue. Ternyata benar, kotak tersebut berisi cinnamon rolls. Riana mencari di setiap sudut kotak, apakah ada identitas pengirim namun nihil.
"Kue kesukaan kamu ini sayang, kira-kira siapa yang mengirimkannya. Apa mungkin Mey?" tebak Diko.
"Aku juga bingung Mas, apa aku telepon Mey aja ya? Mungkin saja memang dia" usul Riana.
Belum sempat Riana memencet tombol panggilan, Diko menemukan note yang diselipkan di antara kotak dan aluminium cup kue tersebut.
__ADS_1
Diko langsung membuka dan membacanya karena penasaran.
Untuk : Riana
Semoga suka
PT. Praja Cipta Informasi
Diko langsung mengeryitkan dahinya tak mengerti.
Riana langsung mengambil note tersebut, kemudian terduduk lemas. Hatinya tak karuan, Pramudya sepertinya sedang mengajaknya berperang.
"Apa wajar mereka mengirimkan bingkisan untuk kamu terus menerus?" tanya Diko heran.
"Sepertinya ini sudah berlebihan sayang, apalagi kamu sudah bilang tidak bisa bergabung di perusahaan mereka. Takutnya mereka sedang berusaha membujuk dan merayu kamu dengan cara ini" ucap Diko dengan kekhawatirannya.
Riana memijit-mijit kepalanya yang pusing dengan semua ini.
__ADS_1