
Tak lama kemudian ketika tangis Riana terdengar sudah sedikit reda, Diko melonggarkan dekapannya kemudian terduduk lemah sambil tersandar di dinding. Pipinya sudah basah dengan air mata. Ditariknya Riana agar mendekat.
Riana ikut terduduk dengan pandangan menerawang. Ia masih terisak namun sudah lebih tenang dari sebelumnya.
Hatinya teriris bila mengingat bahwa cobaan yang dihadapinya begitu berat. Ingin rasanya ia berharap bahwa semua ini hanya mimpi buruk.
"Kenapa ini semua terjadi pada kita Mas?" tanya Riana sambil menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.
Diko menggeleng lemah seperti tak mempunya jawaban atas pertanyaan istrinya.
Ia sungguh mencintai lelaki yang tengah menangis lirih di depannya itu. Tapi ia juga mengutuk perbuatannya di masa lalu yang pada akhirnya berdampak pada dirinya sebagai istri. Ada rasa kasihan pada Diko yang menjalar di hatinya. Selain dirinya, Diko juga orang yang terpukul saat ini.
Lelaki ini yang siang malam selalu ada untuknya. Setiap waktu selalu berusaha membuatnya bahagia. Lelaki ini juga tak memikirkan lagi jumlah rupiah untuk semua proses penyembuhan dirinya, untuk membahagiakannya, dan untuk mencari keadilan untuk dirinya.
Riana merasa sungguh tak adil jika saat ini ia hanya menumpahkan kemarahannya pada Diko tanpa melihat segala usaha yang telah dilakukannya.
Karena Dikolah ia bisa bangkit seperti sekarang. Karena Diko jugalah ia masih semangat untuk menjalani hidup setelah kejadian itu.
__ADS_1
Walaupun mungkin kesalahan besar telah dilakukan oleh Diko di masalalu, tapi yang terpenting saat ini ia adalah orang yang jauh lebih baik.
"Aku sayang kamu, aku ga mau kehilangan kamu" ucap Diko lirih.
"Aku ga bisa membayangkan hidupku tanpa kamu" lanjutnya.
Terlihat Diko mengucapkan kalimat tersebut dengan begitu tulus dan Riana bisa merasakannya. Ia pun tak pernah meragukan rasa sayang dan cinta Diko untuknya yang memang selalu ia dapatkan.
"Kita akan terus sama-sama" jawab Riana sambil menatap Diko dalam dalam.
"Aku tidak akan meninggalkan kamu Mas" lanjut Riana.
"Katakan sekali lagi" ucap Diko sambil membalas menatap wajah Riana.
"Aku tidak akan meninggalkan kamu" jawab Riana mengulang perkataannya barusan.
Diko tersenyum haru kemudian memeluk Riana dengan erat.
__ADS_1
"Terima kasih, sayang" ucap Diko yang lega karena apa yang ia takutkan tidak terjadi.
Ia sungguh mengkhawatirkan jika setelah kejadian malam ini, Riana akan pergi meninggalkannya karena ialah penyebab semua ini bisa terjadi.
Riana membalas pelukan Diko dengan begitu erat seolah keduanya sedang saling berbagi kekuatan satu sama lain. Riana juga tak sanggup jika kehilangan Diko dalam kehidupannya.
Diko sudah menjadi pelengkap hidupnya, tempatnya berkeluh kesah dan berbagi setiap saat.
Riana melepaskan pelukannya. Dihapusnya air mata Diko. Entah kenapa saat ini ia menjadi lebih kuat padahal tadi ia yang seperti orang gila membenci Diko dengan amat sangat.
Di raihnya tangan kanan Diko. Di ciumnya punggung tangan suaminya itu dengan perlahan.
"Maafkan aku Mas" ucap Riana pelan.
Hati Diko mendadak hangat melihat perlakuan istrinya. Seketika dalam hatinya berjanji bahwa Riana akan menjadi yang terakhir untuknya. Dan ia juga semakin yakin bahwa Riana adalah yang terbaik.
"Kita istirahat ya" ucap Riana sambil membantu Diko untuk berdiri.
__ADS_1
Dalam hatinya Riana bertekad untuk membuka lembaran baru dan memulai semuanya dari awal. Ia akan berusaha sekuat tenaga untuk melupakan semuanya dan kembali meraih kebahagiaan sesungguhnya dengan Diko.