Tamu Hati Tak Diundang

Tamu Hati Tak Diundang
BAB 133


__ADS_3

Keduanya melakukannya dengan penuh cinta dan begitu mesra. Berulang kali terlihat Diko mengecup kening Riana saat mereka sedang berpagut dalam buaian cinta yang memabukkan itu.


Riana sejak tadi terlihat memejamkan mata menikmati setiap sentuhan Diko di tubuhnya. Sesekali mulutnya terbuka dan mengeluarkan desahan yang membuat Diko semakin menggila.


Ekspresi Riana yang seperti itu adalah sesuatu yang selalu ia tunggu-tunggu dan selalu membuatnya senang.


Dipacunya tubuh Riana dengan perlahan namun semakin lama ritmenya semakin meningkat. Suara erangan dari keduanya tak terelakkan lagi dan terdengar memenuhi ruangan.


Sambil dicumbunya bibir Riana, dan ketika itu pulalah keduanya secara bersamaan merasakan kenikmatan luar biasa menjalar bagaikan sengatan listrik yang memabukkan.


Setelah itu, Diko menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur. Setiap aktifitas ranjangnya bersama Riana selalu menjadi candu yang selalu ingin ia ulangi lagi dan lagi.


Dipandanginya istrinya yang masih lemas dengan nafas yang naik turun. Terlihat begitu cantik dengan tubuh polosnya. Wanita yang membuatnya begitu bagaikan budak cinta. Cemburu berlebihan, protektif yang terkadang tak masuk akal kerap kali ia lakukan pada Riana.


Padahal dulu, dalam waktu semalam ia bisa saja melupakan siapapun wanita yang ingin ditinggalkannya. Namun kini ia seperti terperangkap dalam cintanya yang begitu dalam dengan seorang wanita yang ada di sampingnya ini.


Wanita yang begitu ia inginkan untuk menjadi ibu dari anak-anaknya. Wanita yang selalu ingin ia lindungi sampai kapanpun.


Ia yakin Riana tahu isi hatinya walau terkadang banyak hal menyebalkan yang ia lakukan yang membuat istrinya itu merasa marah dan kesal.

__ADS_1


"Katanya kamu mau kita mengulang malam pengantin" ucap Riana sambil memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Diko.


"Iya sayang, terus?" tanya Diko bingung.


"Tapi kan sekarang belum malam. Masih menjelang sore begini" ucap Riana.


Diko terkekeh mendengar ucapan istrinya.


"Iya juga sih ya" ucap Diko sambil tertawa.


"Yaudah nanti malam kita ulang lagi kalau gitu" lanjut Diko.


"Kalau begituan terus kapan kita jalan-jalannya?" tanya Riana.


"Namanya kita lagi honeymoon sayang, 99% nya ya begituan. 1% nya lagi jalan-jalan, itu juga kalau sempat" jawab Diko menggoda Riana.


"Kalau gitu ngapain kita jauh-jauh ke Jepang Mas? Kalau begitu sih mendingan di rumah aja, kamu cuti kerja seminggu, kita kunci kamar, berduaan ga usah keluar-keluar" ucap Riana sambil cemberut.


Diko makin terkekeh melihat istrinya yang mulai kesal.

__ADS_1


"Memangnya sayangku ini mau jalan-jalan ke mana sih?" tanya Diko sambil menjawil mesra pipi istrinya itu.


"Ke pantai dong, udah jauh-jauh dari Tokyo ke Okinawa terus tinggal di resort masa kita ga turun ke pantai" ucap Riana.


"Eh kamu jadi ngasih ide deh. Kayaknya begituan di pantai seru juga" ucap Diko berbinar-binar.


Riana terbelalak mendengar ucapan suaminya.


"Jangan gila kamu Mas, enak aja" ucap Riana sambil memukulkan bantal ke wajah Diko.


Ia bergidik membayangkan harus bercinta di tempat terbuka dengan Diko. Tak pernah dibayangkannya sedikitpun sebelumnya. Ingin rasanya ia memperbaiki otak suaminya yang mulai tidak betul itu.


Diko makin senang melihat Riana yang makin kesal.


"Sana begituan sama pohon kelapa aja, aku sih ogah" ucap Riana sambil berbalik badan.


Diko tertawa terbahak-bahak. Kemudian memeluk istrinya itu dari belakang.


Membuat Riana keki dan kesal adalah hiburan pribadinya. Riana yang sudah terbiasa dengan kejahilan suaminya itu pun terkadang hanya bisa geleng-geleng kepala.

__ADS_1


__ADS_2