Tamu Hati Tak Diundang

Tamu Hati Tak Diundang
BAB 86


__ADS_3

Riana terlihat sedang melipat handuk kecil dan memasukkannya ke dalam sebuah tas. Tak lupa ia memasukkan sebotol air minum, kotak bekal berisi roti gandum dan juga baju ganti untuk suaminya.


Diko ijin untuk pergi ke tempat gym sebagaimana yang ia lakukan seminggu sekali sebagai berolahraga rutin. Ia biasanya berangkat sebelum jam 8 malam dan pulang sekitar pukul 10.


"Nanti kamu ga usah nungguin aku ya" ucap Diko yang baru saja mengganti pakaiannya dengan baju kaos dan celana pendek.


"Nanti tidur duluan aja, aku kan bawa kunci" lanjutnya kemudian duduk dan memakai kaos kaki yang baru saja Riana ambilkan untuknya.


"Iyaa Mas, kamu hati-hati yaa. Kalau udah sampai kabarin aku biar akunya juga tenang di rumah" ucap Riana sambil menyerahkan tas yang berisi perlengkapan suaminya.


"Siap laksanakan sayangku" jawab Diko kemudian berdiri dan mengecup pipi Riana.


"Jangan lupa kunci rumah, kalau ada perlu keluar kasih tahu aku biar aku ga bingung kayak minggu lalu" ucap Diko memperingatkan istrinya yang minggu lalu tidak didapatinya di rumah saat ia pulang dari tempat gym yang membuat Diko panik bukan kepalang, ternyata Riana sedang ke minimarket dekat rumah mereka karena kehabisan stok sabun mandi.

__ADS_1


"Iyaaaaa" jawab Riana cengengesan


"Tapi kayaknya aku mau tidur aja deh, capek banget soalnya" lanjutnya sambil bergelayut mesra pada suaminya.


"Yaudah gih istirahat, aku berangkat dulu yaa" ucap Diko sambil menyodorkan punggung tangannya pada Riana kemudian mencium kening istrinya dengan mesra.


Selepas Diko berangkat, Riana mengunci pintu kemudian ke dapur untuk meracik bahan masakan untuk sarapan mereka besok pagi.


Setelah semua selesai, ia beranjak ke kamar mandi untuk bersih-bersih diri kemudian barulah bisa merebahkan tubuhnya ke kasur.


Namun kini Riana bisa beristirahat dengan lega karena pekerjaannya lancar dan telah selesai sesuai waktunya. Jadi besok ia hanya tinggal membuat laporan terkait apa yang ia kerjakan hari ini.


Hampir pukul 10, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Suara tersebut terdengar berulang kali. Riana yang tidur sangat nyenyak tak mendengar ketukan tersebut.

__ADS_1


Setelah kurang lebih lima menit suara ketukan tersebut tetap saja terdengar, Riana tersentak dari tidurnya.


'Siapa ya malam-malam begini?' bathinnya.


'Apa Mas Diko lupa bawa kunci?' tanyanya dalam hati karena melihat jam yang menunjukkan hampir pukul 10.


Ia segera bangkit kemudian melihat ke arah gantungan tempat mereka meletakkan segala kunci.


'Ah benar, kuncinya masih tergantung, berarti Mas Diko lupa' pikirnya kemudian buru-buru ke arah pintu untuk membukakan pintu.


"Iyaaaa, sebentaar" jawabnya agar ketukannya berhenti.


Diputarnya kunci sekitar dua kali, namun belum sempat ia menarik gagang pintu untuk membuka, tiba-tiba seseorang yany berada di balik pintu tersebut sudah mendorong pintu hingga membuat Riana terkejut.

__ADS_1


Jantungnya seperti berhenti berdetak saat melihat yang ada di balik pintu tersebut bukanlah suaminya. Melainkan seseorang berperawakan lumayan besar, memakai baju kaos hitam, celana jeans hitam dan menggunakan penutup wajah sehingga Riana tak bisa mengenalinya. Seseorang itu masuk kemudian mendekap Riana sehingga ia tak bisa bergerak sedikit pun.


__ADS_2