
Diko tersentak dan segera melihat jam tangannya.
"Ya ampun, udah jam 6. Lu kok ga ngebangunin gue?" ucapnya sambil terduduk dan mencari-cari ponselnya.
"Lha memangnya kenapa? Lu ada janji? Gue kira elu santai makanya gue biarin aja" jawab Rio sambil berpaling dari laptopnya.
"Hmm, bukan gitu sih. Cuma udah mau malem kan," jawabnya sambil menggaruk kepalanya.
Kemudian terdengar suara dari luar kamar. Seperti suara wanita yang sedang berbicara sambil bercanda.
Disibaknya gorden jendela kamar Rio untuk melihat, terlihat pemandangan kolam renang yang di penuhi beberapa wanita yang sedang berenang, sedangkan sebagian lagi sedang duduk dan bercanda ria di tepi kolam.
"Buseeet, indah amat pemandangan dari kamar lu ya" ucap Diko tanpa berpaling dari pandangannya.
"Dasar norak lu Dik, udah biasa kali di sini penghuni wanitanya janjian buat berenang bareng kayak gitu" jawab Rio.
Tiba-tiba matanya menangkap pemandangan seorang wanita bertanktop dan bercelana pendek hitam baru saja keluar dari kolam renang. Ia mengenali wanita itu yang tak lain adalah Riana.
"Itu Riana bukan?" tanya Diko sambil terus memperhatikan.
"Mana? Sini gue liat," ucap Rio sambil beranjak menuju jendela kamarnya.
"Ooh, yang pake tanktop hitam yang lagi megang botol minum?" tanya Rio meyakinkan.
Diko mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
"Iya itu Riana, masih inget aja lu mentang-mentang pernah bobo bareng," goda Rio sambil tersenyum.
"Sia*an lu!!" ucap Diko sambil memukulkan bantal guling ke arah Rio.
Rio tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi Diko. Ditambah lagi mengingat kejadian salah kamar waktu itu, Rio semakin tak bisa berhenti tertawa.
"Udah ah gue pulang dulu!" ucap Diko sambil mengambil ponselnya yang berada di atas kasur milik Rio.
"Ah gitu aja ngambek lu" ujar Rio tak enak hati.
"Udah hampir malem, gue mesti balik" jawab Diko yang sedang menyarungkan sepatu ke kakinya.
Ia memutuskan untuk pulang saja, mungkin lain kali akan mencoba untuk bertemu Riana lagi karena tidak pas waktunya. Riana sedang asyik dengan teman-temannya, ia tak enak kalau mengganggu.
Ia pun pulang dengan langkah gontai.
"Kamu?" ucap seorang wanita yang berambut basah dengan tubuh berbalut handuk berwarna coklat muda sambil menunjuk ke arah Diko. Wanita itu tak lain adalah Riana yang sedang berjalan menuju ke kamarnya.
Diko sedikit terkejut namun kemudian tersenyum.
"Hai Ri, apa kabar?" sapa Diko ramah.
"Hmm, baik. Kamu abis dari mana?" tanya Riana menyelidik.
"Aku kebetulan dari kamarnya Rio, ada urusan" jawabnya sedikit berbohong.
__ADS_1
"Ooh gituu.." sahut Riana percaya.
"Yaudah kalau gitu aku masuk dulu ya, basah soalnya" pamit Riana sambil melangkah ke arah kamarnya.
Namun tiba-tiba..
"Ri.." panggil Diko.
Riana menoleh kemudian mengeryitkan dahinya seolah bertanya ada apa.
"Hmm, malam ini kamu sibuk ga? Atau ada acara?" tanya Diko to the point.
Riana sedikit terkejut dengan pertanyaan Diko.
"Hmm, ga. Aku ga ada acara. Kenapa?" ucap Riana penasaran.
"Kita cari makan deket-deket sini yuk, mau ga?" ucap Diko.
Riana tersenyum mendengar ajakan Diko.
"Hmmm, boleh. Tapi aku mandi dulu ya" jawab Riana.
"Oh iya iya, silahkan" jawab Diko sumringah.
"Kamu tunggu di sini ga apa-apa?" tanya Riana sambil menunjuk kursi tamu yang terdapat dekat pintu kamarnya.
__ADS_1
"Iya, ga apa-apa. Aku tunggu ya" jawabnya sambil tersenyum.