
Riana duduk ditemani oleh Farah, acara akad nikah sebentar lagi akan berlangsung.
Sejak kemarin sore, Budhe Retno telah melarangnya untuk bertemu Diko. Bahkan untuk komunikasi pun tidak diperbolehkan. Kalau ada perlu atau ada pesan, cukup sampaikan ke keluarga biar keluarga yang saling menyampaikan.
Katanya sih biar kangen, jadi pas setelah menikah nanti benar-benar melepas rindu satu sama lain. Kata Budhe Retno begitu, tapi lucunya ia dipingit hanya satu hari, mungkin karena acara yang mendadak.
Dalam hatinya bersyukur acara dilaksanakan mendadak, karena jika tidak, bisa-bisa ia lebih lama dipingit Budhe Retno dan banyak larangan lainnya yang mesti ia patuhi.
Farah terlihat menggenggam tangan Riana sejak tadi. Ia tahu Riana pasti deg-degan menjelang akad nikah.
Beberapa saat kemudian, terdengar sayup-sayup suara wali hakim mengucapkan akad, dan langsung di sambut suara Diko yang menjawab akad dengan lantangnya.
'Saya terima nikah dan kawinnya Riana Kinanti Wijaya binti Rahman Wijaya dengan mas kawin sebentuk kalung berlian dibayar tunai'
Tepat setelah selesai kalimat tersebut di ucapkan, genangan air yang sejak tadi berada di ujung mata Riana tak lagi bisa terbendung.
Tangisnya pecah seketika.
__ADS_1
Farah langsung memeluk sepupunya itu dengan perasaan yang mengharu biru.
"Ri, kamu udah resmi jadi istri" ucap Farah di sela isak tangisnya.
Riana mengangguk dengan air mata yang masih meleleh di pipinya. Ada perasaan yang bercampur aduk dalam hatinya, antara bahagia, sedih, bingung dan lainnya.
Masih seperti mimpi baginya.
Tak lama kemudian, petugas WO masuk dan memberi aba-aba bahwa sudah saatnya Farah membawa Riana keluar.
Farah membantu Riana mengelap air matanya agar tidak terlihat seperti habis menangis.
Saat Riana keluar, semua mata tertuju padanya. Termasuk Diko yang baru saja selesai melafalkan akad nikah untuknya.
Kebaya putih yang sopan namun elegan membuat kecantikan natural terpancar dari wajah Riana. Terlihat fresh dan tidak berlebihan.
Farah mengantarkannya sampai ke tempat duduk di samping Diko.
__ADS_1
Seorang show director dari WO langsung memberi kode pada Riana untuk menyalami Diko sebagai simbol bahwa mereka sudah resmi sebagai suami dan istri.
Riana dan Diko langsung mengambil posisi berhadapan, kemudian diambilnya tangan Diko dan diciumnya dengan perlahan.
Terlihat flash kamera menyala dari berbagai sudut. Sepertinya para cameraman dan pihak keluarga sedang mengambil moment tersebut untuk diabadikan.
Tak lama kemudian, MC memandu agar kedua mempelai melakukan sungkem pada orang tua. Budhe Retno dan Pakdhe Heri yang menggantikan posisi kedua orang tua Riana.
Lagi-lagi Riana tak sanggup menahan air matanya, begitupun Budhe dan Pakdhenya. Banyak nasehat dan pesan yang mereka sampaikan untuk Riana dan Diko.
Acara sungkeman itu berlangsung dengan penuh haru.
Ketika sungkem dengan Pak Ridwan dan Bu Hesti, mereka pun tak kuasa menahan air mata. Tak kalah banyak pesan yang disampaikan untuk pasangan pengantin baru itu agar menjadi keluarga yang sakinah dan terus berbahagia.
Tak lupa kerabat dekat mereka salami satu persatu sebagai wujud permintaan doa restu dan tata krama sebagai pengantin.
Setelah akad nikah selesai, resepsi pun langsung dilanjutkan karena mengingat undangan resepsi sudah mulai akan berdatangan sebentar lagi.
__ADS_1
Para undangan notabene kebanyakan teman Budhe Retno dan Pakdhe Heri.
Jadi Riana dan Diko hanya bertugas untuk senyum dan menyampaikan ucapan terima kasih saja pada setiap undangan yang menyalami mereka karena kebanyakan Riana tidak mengenal tamu-tamunya.