
"Aku juga tidak akan membela diri, karena aku tahu aku salah. Aku terlalu dibutakan cinta, termakan rayuan laki-laki yang sudah beristri. Bahkan yang lebih salah, aku telah menyerahkan diriku padanya, tinggal bersama dan aku yang bodoh ini larut dalam harapan-harapan akan segera dinikahi olehnya. Namun yang aku dapat ternyata adalah hal yang menyakitkan" ucap Dira penuh kejujuran.
Riana ternganga tak percaya.
"Serius kalian sudah tinggal seatap?" tanya Riana.
Dira mengangguk mengiyakan.
"Dia membelikan aku apartemen untuk kami tinggali berdua" jawab Dira.
"Aku benar-benar hancur Ri. Aku tidak tahu apakah ada laki-laki di luar sana yang masih mau menerimaku" ucap Dira sedih.
__ADS_1
Riana mengelus pundak Dira untuk menunjukkan rasa prihatinnya.
"Mungkin ini semua adalah balasan untuk kesombongan aku selama ini ya Ri?" tanyanya.
Riana tak bisa menjawab. Ia takut semakin menyinggung perasaan Dira.
"Dulu aku bisa pilih laki-laki mana yang aku suka. Aku bisa punya apapun yang aku mau. Aku bisa menghina dan mengatai orang sesuka hatiku. Tapi sekarang semua seperti tak ada gunanya lagi, segala yang aku punya seperti tak berarti saat aku sudah kehilangan harga diriku" jelas Dira kemudian.
"Kamu jangan ngomong begitu Dir, anggaplah apa yang sudah terjadi sebagai pembelajaran untuk kamu agar kedepannya menjadi lebih baik lagi. Aku yakin apapun yang terjadi dengan kamu, itu pasti ada alasan dari Tuhan. Rasa sakitmu saat ini tidak akan sia-sia, pasti nanti kamu akan temukan hikmahnya" ucap Riana.
"Bersedih boleh, tapi berputus asa jangan. Apa yang sudah kamu bangun selama ini, karir yang bagus, jangan kamu sia-siakan karena hal ini. Kamu harus bisa bangkit, jangan terpuruk karena laki-laki. Aku juga yakin pasti akan ada lelaki yang bisa menerima kamu apa adanya, jodoh sudah ada yang atur, kita tinggal menjalaninya saja Dir" lanjut Riana memberikan nasehat pada Dira.
__ADS_1
"Makasih ya Ri, aku malu sebenarnya sama kamu. Karena dulu aku sombong sama kamu, aku egois, aku jahat Ri" ucapnya sambil mengelap air mata yang menetes di pipinya.
"Tapi aku lega karena hubungan ini berakhir. Aku tak lagi terjebak dalam cinta yang salah. Dan aku juga lega karena bisa minta maaf ke kamu, sekali lagi maafkan aku ya Ri" ucap Dira sambil menunduk penuh penyesalan.
Riana merangkul sepupunya itu dan mengelus punggungnya. Ia mengerti apa yang sedang di rasakan Dira. Sebagai wanita, pasti itu tidak mudah.
Sebenarnya Riana merasakan dampak positif dari kejadian yang menimpa Dira, yaitu perubahan sikap Dira padanya. Masalah ini ternyata sangat menyadarkan Dira tentang kesalahannya di masalalu, membuka matanya tentang apa yang salah dan yang benar. Tapi Riana juga merasa kasihan karena Dira harus melewati badai seperti ini dulu baru kemudian bisa sadar pada kesalahannya. Mungkin memang inilah jalan hidup yang harus dilewati oleh sepupunya itu.
Diko yang berniat ke toilet mengurungkan niatnya karena melihat adegan di depannya saat ini. Ia melihat Riana dan Dira sedang berpelukan seperti saling menguatkan. Ia tak tahu apa yang sedang terjadi.
Tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya. Diko pun mundur perlahan dan berbalik. Ia memilih untuk ke toilet yang ada di dekat dapur untuk menuntaskan hajatnya agar tak mengganggu Riana dan Dira yang sedang serius.
__ADS_1