Tamu Hati Tak Diundang

Tamu Hati Tak Diundang
BAB 169


__ADS_3

Riana menggenggam erat tangan Diko selama perjalanan.


"Mudah-mudahan ini yang terbaik ya sayang" ucap Diko sambil sesekali menoleh ke arah istrinya itu.


Sekitar limabelas menit kemudian, mereka tiba di depan kantor pengacara Pak Yohanes. Tampak mobil Pramudya juga baru saja memasuki halaman kantor.


Diko hanya melirik sekilas mobil tersebut kemudian merangkul Riana masuk ke dalam sebelum Pramudya turun.


Sesampainya di dalam, Diko dan Riana mengambil tempat duduk di samping Pak Yohanes selaku pengacara mereka. Tak lama kemudian Pramudya dan pengacaranya masuk dan duduk berhadapan dengan mereka.


Tak lama, Pak Yohanes membuka prmbicaraan terkait agenda hari itu dan mempersilahkan pihak Pramudya untuk bicara.


"Terima kasih atas kesempatannya. Di kesempatan kali ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada Riana, Pak Diko, dan Pak Yohanes serta rekan-rekan tim pengacara yang telah berkenan mencabut laporan di kepolisian dan menyelesaikan masalah ini dengan jalur kekeluargaan" ucap Pramudya dengan wajah berbinar.

__ADS_1


Diko dan Riana masih terdiam tanpa berkomentar.


"Saya benar-benar merasa berterima kasih, tak ada kata lain yang pantas untuk saya ucapkan saat ini selain terima kasih" ucap Pramudya lagi.


"Baik, berdasarkan apa yang kedua belah pihak sepakati bersama, pecabutan laporan ini di sertai dengan surat perjanjian yang harus di tanda tangani oleh kedua belah pihak" ucap Pak Yohanes.


"Untuk poin-poin di dalam surat perjanjian, seperti yang sudah saya kirimkan pada pihak pengacara saudara Pramudya. Dan berdasarkan informasi yang saya dapatka dari piha kuasa hukumnya, saudara Pramudya sudah menyetujui setiap poin-poin yang terdapat di dalam surat perjanjian tersebut" sambung Pak Yohanes lagi.


Jika Pramudya melanggar poin-poin tersebut, maka ia harus ikhlas untuk di tindak secara hukum.


Sebenarnya perjanjian ini berat untuk Pramudya, walaupun tidak bisa menghubungi Riana setidaknya ia masih ingin mengetahui kabar Riana, namun kini itu hanya angan-angan. Ketika perjanjian itu sudah ia tanda tangani, berarti ia harus bertanggung jawab penuh atas semua isi perjanjian tersebut.


Dengan berat hati ia harus setuju atas perjanjian itu.

__ADS_1


Pak Yohanes meletakkan surat tersebut di sebuah meja, Riana, Diko dan Pramudya di minta untuk menandatangani surat secara bergantian. Pihak kuasa hukum kedua belah pihak juga ikut menandatangani sebagai saksi.


Setelah surat tersebut di tanda tangani, Pramudya meminta izin untuk merangkul Diko. Ia berterima kasih sekaligus meminta maaf.


Diko dengan ikhlas menyudahi kasus ini dengan cara damai seperti ini.


Setelah itu, Pramudya mengulurkan tangan untuk menyalami Riana. Riana menyambutnya dengan cukup legowo.


Kuasa hukum kedua belah pihak pun ikut bersalaman dan saling berdamai.


Tak lama kemudian Pramudya dan kuasa hukumnya pamit dan pergi meninggalkan kantor Pak Yohanes.


Kali ini giliran Riana dan Diko yang saling berpelukan. Kedua nya lega karena masalah ini telah selesai. Mereka berharap tak ada lagi masalah yang berarti menghampiri rumah tangga mereka.

__ADS_1


__ADS_2