Tamu Hati Tak Diundang

Tamu Hati Tak Diundang
BAB 122


__ADS_3

Riana terbangun dan tersentak pagi itu. Kemudian ia sedikit lega setelah mengingat bahwa hari itu adalah hari sabtu, jadi Diko tidak ke kantor. Ia tidur larut malam karena berbenah beberapa peralatan dapur yang baru saja di belinya kemarin.


Tiba-tiba ia menyadari bahwa tepat di depan wajahnya, Diko sedang memandanginya tanpa berkedip sedikitpun sambil bibirnya menyunggingkan senyum tipis khasnya yang membuatnya terlihat begitu tampan dan selalu berhasil membuat hati Riana berdesir saat melihat senyuman itu.


"Kamu sejak kapan liatin aku kayak begitu Mas?" tanya Riana heran.


"Sejak kamu masih tidur" jawab Diko santai.


Riana mengeryitkan dahinya.


"Kenapa Mas? Apa ada yang salah dengan wajahku? Apa aku tidurnya ngorok ya? Atau mungkin ngiler?" tanya Riana bertubi-tubi sambil meraba sekitar bibirnya yang kering dan bisa ia pastikan ia tidak ngiler.


Diko tersenyum mendengar pertanyaan istrinya itu.


"Kok malah senyum-senyum sih Mas? Ada apa?" tanya Riana sambil memiringkan tubuhnya menghadap Diko.


"Ga apa-apa. Aku hanya senang melihat wajah istriku, cantik" ucap Diko yang berhasil membuat pipi Riana merona merah muda pagi-pagi begini.


"Aku harus berterima kasih pada Mama kamu karena telah melahirkan istriku yang cantik ini, aku juga harus berterima kasih pada Papa kamu karena telah mendidik istriku ini menjadi seseorang yang kuat dan mandiri. Sayangnya aku tidak bisa berterima kasih pada mereka secara langsung, tapi pastinya akan ku panjatkan selalu dalam doa" ucap Diko sambil membelai lembut pipi Riana.

__ADS_1


"Dengan memandang wajah kamu aku menjadi begitu bersyukur. Bersyukur memiliki istri seperti kamu sayang. Pagi siang malam selalu mengurusiku dengan baik, dan selalu bisa membuatku rindu walau hanya sekedar ke kantor" lanjutnya.


Pipi Riana semakin bersemu kemerahan mendengar apa yang dikatakan suaminya itu.


"Aku mencintaimu" ucap Diko yang membuat butiran hangat dan bening berhasil lolos dari sudut mata Riana.


"Aku juga mencintaimu Mas" jawab Riana sambil mengambil tangan Diko dan mencium punggung tangan suaminya itu dengan lembut.


"Aku jadi rindu sama Papa, berkat Papa lah kita bisa menikah dan seperti sekarang. Papa pasti bahagia sekarang kita benar-benar saling mencintai seperti keinginannya" ucap Diko tanpa melepas pandangannya dari istrinya.


"Iya Mas, kamu benar. Papa pasti sudah bahagia di sana, dari jauh melihat kita yang juga bahagia di sini" jawab Riana sambil mengelus mesra pipi Diko.


Diko menarik tubuh Riana untuk berbaring di lengan kirinya. Riana membenamkan wajahnya ke dada bidang Diko yang begitu hangat dirasa olehnya. Hal ini selalu berhasil membuat Riana merasa begitu nyaman. Seperti tak ada tempat lain di dunia ini yang senyaman dada suami.


"Terima kasih ya Mas, kamu selalu buat aku merasa bahagia" ucap Riana.


"Kamu juga sayang, selalu membuat hari-hariku sangat bahagia. Aku ingin kamu selalu ada di sisiku sampai kita tua nanti" ucap Diko kemudian mengecup singkat bibir Riana.


Riana seperti berharap lebih. Diciumnya bibir Diko dan berharap Diko membalas ciumannya. Baru saja Diko membuka bibirnya lebih lebar untuk mengizinkan permainan lebih, tiba-tiba..

__ADS_1


'tok tok tok'


Terdengar suara ketukan pintu kamar mereka.


"Mas Diko" panggil Bi Yum.


"Yaah, sepertinya mesra-mesraan pagi kita sudah harus berakhir" ucap Riana sambil tertawa kecil.


Diko pun ikut tertawa kemudian menyahuti Bi Yum.


"Iyaa Bi, kenapa?" sahutnya dari dalam.


"Ada tamu Mas, namanya Mas Joe, itu lagi nunggu di ruang tamu" jawab Bi Yum dari balik pintu.


"Astaga aku lupa ada janji dengan Joe. Joe mau diskusi tentang klien baru" ucap Diko sambil menepuk jidatnya.


Riana memasang wajah cemberut.


Diko yang sudah berdiri langsung beringsut lagi ke atas kasur kemudian mendekat pada istrinya itu.

__ADS_1


"Jangan marah ya sayangku, nanti kalau aku udah selesai kita lanjutkan kembali, suamimu ini harus mengurus pekerjaan sebentar" ucapnya sambil mencium wajah Riana bertubi-tubi sebagai permintaan maafnya.


Kemudian ia dengan setengah berlari menuju pintu kamar dan pergi menemui Joe di ruang tamu.


__ADS_2