Tamu Hati Tak Diundang

Tamu Hati Tak Diundang
BAB 115


__ADS_3

Riana sedang sibuk memilihkan baju kerja untuk suaminya yang sedang mandi. Di letakkannya sebuah kemeja dan celana di atas tempat tidur. Kemudian ia kembali membuka laci untuk mencari kaos kaki.


Namun tiba-tiba Diko datang memeluknya dari belakang yang cukup membuat Riana kaget.


"Astaga Mas, aku kaget" ucap Riana sambil berusaha memukul lengan Diko.


Diko hanya terdengar cengengesan.


Makin di peluknya istrinya itu dengan erat sambil senyum-senyum.


"Aku bahagiaaa banget" ucap Diko.


Riana bisa menebak arah pembicaraan Diko yang sedang bahagia hatinya setelah semalaman menghajar Riana sampai pukul 2 pagi.


"Aku kangen kamu banget sayang" ucapnya lagi sambil meletakkan kepalanya di pundak Riana.


"Aku juga Mas, aku juga senang karena ternyata aku sudah bisa untuk kembali melayani suamiku" jawab Riana.

__ADS_1


"Maaf ya kalau kamu menunggu terlalu lama untuk ini" jawab Riana lagi.


"Tidak apa-apa, aku sangat mengerti. Anggap saja ini hukuman buatku yang waktu awal pernikahan kita membuat kamu menunggu lama untuk aku nafkahi secara bathin" ucap Diko.


"Padahal aku tahu, kamu sudah begitu pengen waktu itu" goda Diko.


Riana langsung memukul Diko yang masih memeluk pinggangnya.


"Jangan GR kamu, siapa juga yang pengen waktu itu" jawab Riana membela diri.


"Ah bukannya aku ga tahu, tiap aku keluar dari kamar mandi ada yang menelan ludah sambil melirik-lirik. Apalagi kalau aku tidur tanpa pakai baju, ada yang deg-degan sampai mukanya merah" goda Diko lagi.


"Ah udah ah, aku keluar dulu bantuin Bi Yum bikin sarapan" ucap Riana yang ngeloyor keluar kamar sambil tak berani melihat ke arah suaminya karena malu.


Diko tertawa puas melihat Riana yang malu-malu. Ia memang senang menggoda Riana sampai Riana kalah dan memilih untuk pergi karena tak bisa lagi berkata apa-apa.


Riana geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya itu. Terkadang menyebalkan, tetapi juga bikin dirinya senyum-senyum sendiri karena keusilannya.

__ADS_1


Sesampainya di dapur, dilihatnya Bi Yum sedang mengaduk nasi goreng. Riana langsung berinisiatif menjejerkan beberapa buah piring dan menaruh telur mata sapi, sosis goreng, dan brokoli rebus sebagai pelengkap nasi goreng hari itu.


"Bi, nanti setelah Mas Diko berangkat, Bi Yum temenin saya ke supermarket ya" ucap Riana.


"Ok siap Mbak, saya tinggal beresin cucian aja kok" jawabnya setuju.


"Yaudah Bi Yum selesaikan cucian dulu, ini biar saya yang lanjutkan" sambil mengambil alih spatula yang sedang digunakan Bi Yum untuk mengaduk nasi goreng.


"Oke Mbak, saya tinggal dulu ya" jawab Bi Yum kemudian berlalu.


Tak lama kemudian Diko keluar kamar dan mengambil posisi di meja makan. Riana pun duduk dan menemani suaminya sarapan.


Tak butuh waktu lama, keduanya telah selesai dan Diko pun segera mengambil tas laptop dan kunci mobilnya.


"Mas, nanti aku ke supermarket sama Bi Yum ya" ucap Riana meminta izin pada suaminya.


"Soalnya masih banyak yang belum dibeli, bahan makanan juga belum banyak stoknya" lanjut Riana lagi.

__ADS_1


"Iya sayang, pokoknya kamu hati-hati. Kalau udah selesai dan ga ada keperluan lagi, segera pulang ya" jawab Diko sambil mengacak rambut istrinya penuh rasa sayang.


Di depan pintu Riana menyalami Diko kemudian mencium punggung tangan suaminya itu. Diko mencium kening istrinya kemudian pamit untuk berangkat ke kantor.


__ADS_2