Tamu Hati Tak Diundang

Tamu Hati Tak Diundang
BAB 38


__ADS_3

Diko dan Riana sedang berada di perjalanan menuju rumah Budhe Retno. Mereka baru saja mengantarkan keluarga Diko ke Bandara untuk pulang ke Jakarta siang ini.


Namun Diko dan Riana tidak ikut pulang, mereka akan menginap satu malam lagi di rumah Budhe Retno sebelum esok siang pulang ke Jakarta.


Sebenarnya Riana masih kepikiran dengan omongan Tia tadi malam. Tetapi ia belum berani menanyakan hal itu pada Diko secara langsung.


Dari perlakuan Diko padanya, Diko terlihat baik. Tapi memang tingkat kemesraan yang di perlihatkan Diko tidaklah banyak.


Riana belum bisa merasakan ada kasih sayang layaknya pasangan dari Diko. Ia terus berusaha untuk berpikir positif, mungkin karena semua ini mendadak dan membuat Diko perlu waktu untuk menumbuhkan perasaan pada dirinya.


Tak lama berselang, mereka berdua tiba di kediaman Budhe Retno.


Budhe Retno terlihat sibuk di dapur. Sedangkan Pakdhe Heri dan Bintang tengah berada di gudang untuk mencari alat barbeque yang sudah berbulan-bulan tak digunakan.


"Sore ini kita bakar-bakar yaaaa" ujar Budhe Retno pada Riana dan Diko yang tengah mengintip ke arah dapur.


"Siapp Budhe" jawab mereka kompak.


"Yo wis Mas Diko duduk dulu, atau mau rebahan di kamar?" tanyanya sambil tangannya masih terus mengaduk ayam yang tengah di ungkep.


"Sih, buatin Mas Diko kopi dulu" lanjutnya memerintah Asih, ARTnya yang baru saja memasuki dapur.


"Yaudah Budhe, aku ke depan dulu yaa" ucapnya.


"Oh iya, Riii, kalian tidur di kamar bawah aja biar ga repot naik turun, barang-barang kamu yang di kamar atas pindahin ke bawah" teriak Budhe Retno masih dari dapurnya.

__ADS_1


Budhe Retno memang typenya seperti itu, selalu heboh di rumah. Suaranya selalu memenuhi sudut ruangan.


"Iya Budhee" jawab Riana dari ruang keluarga.


"Mas, aku ambil barang-barangku yang di atas dulu ya. Kamu mau istirahat di kamar?" ucapnya pada Diko yang baru muncul.


"Aku di sini aja" jawab Diko sambil duduk di sofa yang berada di ruang keluarga.


Riana langsung menaiki tangga untuk ke lantai dua. Ia mengemasi barang-barangnya yang masih banyak tertinggal kemarin.


Saat Diko sedang santai menikmati acara televisi, tiba-tiba masuklah seorang wanita ke dalam rumah Budhe Retno.


Seorang wanita berperawakan tinggi semampai, dengan rambut blonde terurai bergelombang yang mengenakan dress selutut berwarna navy.


Diko mencoba tersenyum ramah pada wanita itu. Ia pikir ini pastilah orang yang sudah dekat dengan Budhe Retno, karena langsung masuk ke rumah tanpa mengetuk terlebih dahulu.


"Kamu suaminya Riana?" tanya wanita itu menebak.


"Iya" jawab Diko sopan sambil tersenyum.


"Ooooh, waww" ucapnya.


"Kenalin, aku Dira" lanjutnya sambil mengulurkan tangan.


Diko menyambut sambil memperkenalkan diri.

__ADS_1


Dira langsung duduk di sofa dan melepas kacamata hitam yang sedari tadi digunakannya.


"Kenal Riana dimana?" tanya Dira to the point.


Hati Diko bertanya-tanya. Ia tidak tahu Dira ini siapa.


"Hmm, dikenalin" jawab Diko masih berusaha tersenyum.


"Ooh gituu. Oh iya, maaf ya kemarin aku ga bisa hadir soalnya ada kerjaan" ucap Dira.


Lagi-lagi Diko berusaha sopan dan ramah.


"Eh, Dir" ucap Riana yang baru saja turun dari lantai dua.


Dira langsung menoleh dan menyapa Riana.


"Eh Ri, selamat ya.. Maaf aku kemarin ada kerjaan jadi baru sempat ngucapin sekarang" ucapnya sambil memeluk Riana.


Riana berusaha ramah dengan Dira di depan Diko. Walaupun ia tahu hati Dira sesungguhnya yang tidak senang karena Riana lebih dulu menikah dibanding dirinya.


Kemudian Dira langsung menuju dapur untuk menemui Budhe Retno.


Riana yang paham Diko sedang bingung kemudian berbisik, "Anaknya tante Risna".


Bibir Diko langsung membentuk huruf O sambil manggut-manggut.

__ADS_1


__ADS_2