Tamu Hati Tak Diundang

Tamu Hati Tak Diundang
BAB 151


__ADS_3

"Berarti anak kita akan lebih mirip aku Mas" ucap Riana.


"Lho, kok gitu?" tanya Diko.


"Buktinya seleranya ngikutin aku, suka makanan tradisional" ucao Riana.


"Yaah masa gitu" ucap Diko pura-pura merajuk.


Saat keduanya sedang asyik bercanda tiba-tiba ponsel Riana berbunyi. Ia segera mengambilnya dari atas meja yang ada di depannya.


Ia melihat nama Dira sedang melakukan panggilan untuknya.


"Ri, aku dengar dari Mama, katanya kamu hamil ya? Selamat ya Ri, aku ikut senang" ucapnya.


"Makasih ya Dir, iya ini baru banget masih sekitar empat minggu" jawab Riana.


"Pokoknya semoga lancar ya kehamilan kamu" ucap Dira lagi.

__ADS_1


"Makasih banget ya Dir" jawab Riana.


"Hmmm, oh iya Ri" ucap Dira kemudian.


"Hmm, gini.. Duh gimana ya aku ngomongnya" ucap Dira yang kebingungan.


"Ada apa Dir?" tanya Riana penasaran.


"Hmmm, ini soal Alex" ucap Dira ragu-ragu.


"Dia beberapa kali menghubungiku Ri, bahkan sempat datang ke rumah kemarin" ucap Dira menjelaskan.


"Tapi kemarin tiba-tiba dia datang ke rumah, dia bilang ingin mangajakku menjalin hubungan yang serius" ucap Dira lagi.


"Bagus dong Dir, itu tandanya kamu harus sudah bisa move on dan fokus pada hubungan yang ada di depan mata" jawab Riana sambil tersenyum senang.


"Tapi Ri, dia tidak mengajakku pacaran melainkan langsung menikah" ujar Dira penuh penekanan.

__ADS_1


Riana cukup terkejut. Ia agak kaget dengan Alex yang ternyata gerak cepat tanpa basa basi langsung menunjukkan keseriusannya.


"Dia sudah cerita tentang masalalunya saat terjerat narkoba dulu, tapi aku belum. Aku belum cerita kalau aku.. hmm akuu" ucap Dira terbata-bata.


"Sudah Dir, itu semua masa lalu. Kalau memang Alex adalah yang terbaik untuk kamu, pasti dia akan menerima kamu dengan masalalumu. Begitupun sebaliknya, kamu harus bisa menerima masalalunya" jawab Riana mencoba memberi pandangan.


"Tapi apa dia akan bisa menerima aku Ri?" tanya Dira penuh keraguan.


"Kamu harus terbuka Dir, kalian sudah begitu dewasa. Ketika Alex sudah berani untuk jujur tentang masalalunya, kamu juga harus berani cerita tentang masalalumu" ucap Riana.


"Menurutku, lebih baik, kamu cerita di awal sebelum kamu membuka hatimu terlalu lebar untuknya. Agar ketika kalian memulai hubungan, hubungan itu benar-benar tulus dan apa adanya serta sudah tak ada lagi yang ditutup-tutupi" ucap Riana lagi.


"Sekarang kamu cari waktu yang tepat untuk cerita dengan terbuka dan jujur, dengan itu aku yakin kamu akan jadi lebih lega Dir. Aku dan Mas Diko berdoa yang terbaik untuk kalian berdua. Kami akan senang sekali jika kalian berdua berjodoh" ucap Riana.


"Makasih ya Ri untuk saran dan dukungannya. Kamu memang sepupuku yang terbaik, aku menyesal selama ini kita"


Belum selesai Dira dengan kalimatnya, Riana memotong ucapannya itu dengan cepat.

__ADS_1


"Sudah Dir, jangan lagi mengingat yang dulu. Yang terpenting sekarang kita berdua berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik. Dan memang sudah tugas kita untuk menjaga hubungan keluarga dengan baik. Satu hal lagi, kamu harus terus melihat kedepan, jangan lagi melihat ke belakang untuk hal apapun. Fokus untuk masa depanmu saat ini" ucap Riana panjang lebar.


Dira bisa merasakan kesejukan menjalar di hatinya setelah mendengar kata-kata Riana.


__ADS_2