Tamu Hati Tak Diundang

Tamu Hati Tak Diundang
BAB 29


__ADS_3

Pagi itu semua terlihat sibuk. Orang dari wedding organizer yang juga menghandle acara lamaran pun sejak pagi sudah mondar mandir mengurusi segala sesuatunya termasuk dekorasi.


Sejak bangun tidur, Riana berniat ingin turun dan turut membantu persiapan acara. Tapi begitu kakinya ingin menginjak tangga, terdengar suara Budhe Retno yang mencegahnya.


Riana tak diijinkan keluar kamar oleh Budhe Retno. Ia harus tetap di dalam kamar sampai waktunya keluar nanti. Bahkan makan dan minum untuk Riana pun di antar ke kamar.


"Budhee, ga apa-apa lho aku mau bantuin" ucap Riana sedikit merengek.


"Pokoknya kamu wis di dalam kamar aja, jangan keluar-keluar. Kalau butuh apa-apa telepon aja ke bawah, nanti di antar ke kamar" ucapnya tidak memberi toleransi.


"Kamu sekarang mandi biar wangi, biar fresh pas acara nanti. Sebentar lagi yang make up-in datang, jadi biar kamu langsung bisa make up" lanjutnya.


Riana pun cukup terkejut ternyata Budhe Retno sudah menyewa seorang Make Up Artist untuk mendandaninya hari itu. Padahal Riana berniat untuk bermakeup sendiri tanpa bantuan MUA. Karena menurutnya ini adalah acara yang sederhana yang di hadiri oleh kedua keluarga dan sepertinya tidak terlalu formal.

__ADS_1


Namun ternyata dugaan Riana salah, Budhe Retno telah mengatur segalanya sedemikian rupa. Riana benar-benar tinggal terima beres tanpa pusing-pusing memikirkan apapun kecuali dirinya sendiri.


Budhe Retno bahkan telah menyuruh MUA membawakan beberapa baju untuk dipilih yang akan di pakai Riana hari ini. Padahal Riana sudah menyiapkan baju yang akan di kenakannya.


Namun ia menurut saja dengan Budhe Retno yang sudah capek mengatur semuanya.


Sekitar hampir pukul 10, Diko memberi kabar bahwa ia dan keluarganya telah mendarat di Surabaya.


"Mas Diko ya?" ucapnya.


"Iya, Bintang?" tanya Diko meyakinkan.


Sebelumnya ia telah diberitahu Riana bahwa sepupunya yang bernama Bintang yang akan menjemput di bandara.

__ADS_1


Bintang pun tak lupa menyalami dan berkenalan dengan Pak Ridwan, Bu Hesti dan Tia. Pak Ridwan turut berbasa basi berterima kasih pada Bintang karena telah meluangkan waktu untuk menjemput mereka sekeluarga.


Diko dan keluarga langsung berangkat menuju kediaman Budhe Retno, tempat acara lamaran akan berlangsung.


Tak dipungkiri jantung Diko berdegub semakin kencang. Nervous sedang melanda dirinya.


Bu Hesti yang paham bahwa anaknya sedang gelisah sejak tadi terlihat beberapa kali mengusap punggung tangan Diko. Ia tahu Diko sangat gugup terlebih menjelang tiba di kediaman Budhe Retno.


Tak lama berselang, mereka tiba di Rumah Budhe Retno.


Terlihat Pakdhe Heri, Budhe Retno, Tante Risna dan suaminya, Om Didi sudah berdiri di teras untuk menyambut kedatangan Diko beserta keluarga.


Diko dan keluarganya disambut dengan begitu hangat oleh keluarga Riana.

__ADS_1


__ADS_2