
Nih aku mau memperkenalkan karya teman aku, ceritanya juga nggak kalah seru lho. Yuk intip-intip punya teman aku .....
Karya Author : Sky Sal
Judul : Makmum Pilihan Micheal
Blurb :
Terkadang takdir akan terlihat tidak adil, menyakitkan, seolah ingin menenggelamkan kita pada jurang kehancuran. Namun Tuhan tahu bagaimana membuat skenario yang indah, bagaimana menciptakan kebahagiaan meskipun harus mengorbankan air mata. Dia tahu dengan benar, bagaimana akhir dari sebuah kisah yang bahkan tak pernah terduga.
Cinta di masa lalu tak bisa di usir pergi begitu saja, namun tak menutup kemungkinan akan ada cinta yang baru di masa depan.
Yang akan lebih indah, lebih manis, dan akan menjadi cinta terakhir hingga kita menutup mata.
Sebelum berpamitan, wanita tersebut meminta alamat rumah Alina. Wanita itu memperkenalkan dirinya bernama Maura dan suaminya bernama James. Mereka suami istri yang sangat ramah dan baik.
Alina menyandarkan kepalanya di bahu sang suami, sembari sang suami mengemudikan mobil. Bram mengelus lembut pipi sang istri, dia tahu betul apa yang dipikirkan istrinya.
"Ada apa?" tanya Bram memecahkan kesunyian di dalam mobil.
"Abang lihat, betapa bahagianya wanita itu. Dia melahirkan putri yang sangat cantik untuk suaminya. Mereka terlihat keluarga yang begitu bahagia," ujar Alina.
"Sabar, Sayang. Jika Tuhan sudah percaya kepada kita, Abang yakin Tuhan akan memberikan kita anak," jawab suaminya.
"Tapi, kenapa sampai sekarang Tuhan belum yakin dengan kita?"
"Huft," Bram menghela nafasnya panjang.
"Sayang, bagaimana Tuhan akan memberikan kita anak, kalau kau sendiri tidak percaya! Jadi aku mohon berpikirlah positif, jangan berprasangka buruk kepada Tuhan. Abang yakin, kau pasti akan segera menjadi seorang ibu!" tutur Bram membuat hati Alina tenang.
"Terimakasih banyak, Bang. Kamu memang suami terbaik!" puji Alina.
Tidak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di depan rumah. Mereka turun bersama, Alina menggelayut manja di lengan suaminya.
"Selamat malam, Tuan, Nyonya!" sapa pelayan.
"Malam," jawab mereka serempak.
"Apakah Tuan dan Nyonya akan makan malam di rumah?" tanya pelayan.
"Tentu saja. Kami ingin makan malam romantis di rumah," ucap Bram.
"Baiklah kalau begitu. Nanti akan saya hangatkan makanannya," ucap pelayan. Kemudian pelayan itu pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam romantis didekat kolam renang. Itu Bram sendiri yang meminta.
__ADS_1
***Satu Minggu Berlalu***
Maura dan suaminya datang ke rumah. Tentu saja dengan membawa bayinya yang sangat menggemaskan itu. Mereka berdua datang ke rumah Bram dan Alina dengan membawa banyak barang-barang sebagai ucapan terima kasih mereka.
"Maura, seharusnya kalau mau datang, ya datang saja! Kenapa harus membawa barang-barang kesini?" protes Alina.
"Tidak apa-apa. Ini semua adalah bentuk rasa terima kasih kami kepada kamu, Al," ucapnya. Ternyata umur mereka terpaut tidak jauh. Membuat mereka langsung akrab.
Maura dan suaminya berasal dari Jerman asli. Mereka pasangan yang sudah lama menikah namun baru dikaruniai anak. Menurut cerita Maura, dulu dia dan suaminya menikah muda. Karena sudah menjadi tradisi di keluarganya untuk menikah muda. Beberapa tahun menikah mereka belum juga dikaruniai anak, hingga mereka tidak berhenti berharap dan berdoa. Akhirnya mereka dikaruniai anak perempuan yang sangat cantik.
"Aku yakin kamu pasti bisa!" ucap Maura, "Kau dan suami kan belum ada satu tahun menikah jadi masih banyak waktu dan berusaha untuk hamil!" ucap Maura.
"Terimakasih banyak, Maura," ucap Alina. Maura dan suaminya pun berpamitan pulang.
Semenjak kedatangan Maura, Alina jadi memiliki teman untuk mengobrol atau sekedar bertukar pikir. Sesekali Alina juga belajar menggendong bayi Maura. Bayi kecil itu terasa nyaman di dekapan Alina, posenya sungguh sangat menggemaskan. Membuat Alina ingin mencubitnya.
Berbeda dengan Alina, berbeda pula dengan Amelia. Thomas melihat sendiri istrinya mempertemukan Clara dengan Sherly. Padahal Thomas sudah jelas-jelas melarangnya. Itu membuat Thomas sangat marah dan jengkel.
"Mas?" panggil Amelia, "Kamu masih marah? Sudah dong marahnya!" bujuk Amelia.
"Sayang, kamu tidak mengenal Clara. Kamu harus berhati-hati dengannya! Jadi, aku mohon jauhkan Sherly dengan Clara!" tutur Thomas.
"Tapi, Mas. Clara itu ibu kandungnya Sherly. Masa kamu tega memisahkan ibu dan anak?" kesal Amelia. Ternyata suaminya sangat keras kepala.
"Dia memang ibu kandungnya. Tapi, Mommy yang sesungguhnya itu kamu. Hanya kamu. Dia hanya melahirkan saja! Mana ada sih seorang ibu tega meninggalkan bayi berusia dua bulan hanya untuk mengejar ambisinya! Hanya wanita gila yang tega melakukan itu!" ucap suaminya.
"Tapi ,,,,!"
"Sudahlah, Sayang. Jangan sampai Sherly tahu kalau Clara adalah ibu kandungnya! Titik," ucap Thomas.
"Apa, Dad? Jadi Tante Clara adalah Mommynya Sherly?" tanya Sherly ingin memastikan bahwa yang didengarnya adalah benar.
"Sherly?" kaget Thomas.
"Sherly?" Amelia juga ikut terkejut.
"Katakan Dad, Apakah Tante Clara Mommy nya Sherly?" tanya Sherly lagi.
to be continued........
Hey ... Hey ketemu lagi, jangan lupa kasih dukungan pada karya ini. Dengan menekan like, rate bintang lima, komentar, bunga dan vote.
__ADS_1
Eh, besok pagi vote, jangan lupa votenya. Berikan vote pada karya ini.......
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕
__ADS_1
Hari Senen jangan lupa Vote.....💕