Amelia

Amelia
Episode 118


__ADS_3

Mentari pagi menyambut bumi, burung berkicau dari ranting pohon satu ke ranting pohon yang lain. Amelia terbangun saat putranya menangis kencang.


"Ada apa, Sayang?" ucap Amelia. Ternyata putranya buang air besar, Aska merasa sangat risih. Untuk membangunkan para orang dewasa, Aska menangis kencang.


"Oh, kesayangan Mommy habis buang air besar. Sekalian mandi ya, Sayang!" ucapnya.


Amelia membersihkan sekalian memandikan putranya. Selesai mandi, ia memakaikan minyak telon dan bedak ke tubuh putranya.


"Heum, putra Mommy wangi banget! Ayo, bangunkan Daddy!" ajaknya. Amelia membopong tubuh putranya, dan meletakkannya di kasur. Di mana Thomas sedang tertidur nyenyak. Aska yang jail, mengerjai Daddy-nya dengan menarik-narik bulu dadanya. Membuat Thomas menjerit kesakitan. Amelia hanya terkekeh geli. Saat tidur memang Thomas selalu bertelanjang dada, dia hanya menyisakan celana boxernya. Membuat dada bidang yang ditumbuhi banyak bulu terekspos dengan jelas.


"Jangan dong, Boy! Sakit!" ujarnya sambil mengusap-usap dadanya.


"Sayang, Ayo bangun! Hari ini kan week end, Ayo kita jalan-jalan!" ajak Amelia kepada suaminya.


"Hem," jawab Thomas.


"Ayo dong, Mas. Bangun! Kita jalan-jalan!" ajaknya lagi.


"Aku masih mengantuk, Sayang!" jawabnya.


"Iya, sudah kalau tidak mau! Kami akan pergi jalan-jalan bertiga saja!" ucapnya.


"Dengan siapa?" tanya suaminya langsung melotot tajam.


"Tentu saja denganku, Sherly dan Aska!" cemberutnya.


"Memangnya jalan-jalan kemana?"


"Kemana saja, yang terpenting week end kali ini aku ingin menghabiskan waktu dengan anak-anak. Kalau Mas nggak mau ikut ya sudah, kami bertiga saja!" sungut Amelia.


"Iya, Sayang, Aku mandi dulu!" jawabnya. Amelia nyengir kuda.


"Mommy?" panggil Sherly.


"Eh, bidadari cantik Mommy sudah bangun! Buruan mandi, Mommy dan Daddy mau jalan-jalan. Kamu mau ikut?"


"Kemana, Mom?" tanya Sherly senang setelah mendengar kata jalan-jalan.


"Bagaimana kalau kita ke SeaWorld?"


"Yeay, asyik. Aku suka, kita bisa melihat biota laut. Sherly mandi ya, Mom!"


"Oke, Sweetie!"


Setelah suaminya mandi, barulah dirinya yang mandi. Aska sedang bermain dengan Thomas. Putranya sudah sangat tampan dan wangi.


Mereka sudah bersiap-siap. Mereka hendak berpamitan kepada Mama Celine, Alina dan Bram. Namun Alina merengek minta ikut, terpaksa Bram harus menuruti keinginan istrinya.


"Mamah mau ikut?" ajak Thomas.


"Kalian saja. Mamah sudah tua!" ujarnya.


"Iya, nggak apa-apa, Mah! Dari pada Mamah di rumah sendiri. Ayolah, Ma, ikutlah bersama kami!"


"Kan ada pelayan, Sayang! Sudah kalian saja yang pergi. Selamat bersenang-senang ya?"


Setelah berpamitan, akhirnya mereka pun pergi, dengan menggunakan mobil masing-masing. Thomas dengan istrinya, sedangkan Bram dengan Alina.

__ADS_1


Dalam waktu empat puluh menit mereka sampai di sana. Karena letaknya memang masih lingkup dalam kota, jadi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk pergi ke sana.


Setelah mobil diparkirkan, Thomas membeli tiket untuk masuk ke dalam sana. Aska yang sudah bisa berjalan, dengan senang dia berlarian masuk.


"Aska, jangan berlarian! Nanti jatuh, Nak?" ucap Amelia mengejar anaknya yang semakin aktif saja. Sherly juga ikut berlarian mengejar Aska.


Thomas sudah mendapatkan tiket. Mereka beramai-ramai masuk ke main aquarium. Thomas membopong tubuh putranya, karena berkali-kali Aska mencoba untuk berjalan sendiri.


Masuk ke sebuah lorong, mereka disuguhi dengan pemandangan laut yang luar biasa indahnya. Banyak jenis ikan yang berada di akuarium besar itu. Sherly sampai takjub dengan keindahannya. Dari akuarium besar juga nampak ikan hiu dengan panjang empat meter.


Setelah melihat main aquarium, mereka juga mengunjungi terowongan bawah air. Banyak ikan-ikan berenang bebas di atas mereka, Sherly sampai berteriak-teriak karena senang. Amelia mengabadikan momen tersebut dengan berfoto-foto ria.


Keluar dari lorong, mereka langsung menuju touch Poul. Sherly meminta Daddy-nya untuk menemaninya melihat biota laut dari dekat dan ingin menyentuhnya.


"Bagaimana kau suka?" tanya Thomas.


"Yes, Dad," senangnya.


"Mas, aku lapar. Ayo kita cari makan dulu!" ajak Amelia kepada suaminya.


"Iya, Sayang," jawabnya. "Sherly, Ayo kita cari makan dulu!"


"Oke, Dad!" Thomas mengambil Aska dari gendongan sang istri. Karena Amelia terlihat kelelahan menggendong Aska yang semakin gembul.


"Sini, Sayang, biar aku saja yang gendong Aska!"


"Iya, Mas?" akhirnya Amelia bisa bernafas juga.


Mereka melangkahkan kakinya menuju tempat makan, di mana di sana sudah ada Bram dan Alina yang menunggu.


"Aku sudah memesan makanan terlebih dahulu. Karena Alina bilang kalau dia lapar," ucap Bram.


"It is okay,"


"Ayo, Sayang, duduk di sana!" ucap Thomas kepada istrinya.


"Terima kasih, mas!"


"Sherly, sini Mommy suapi!"


"Nggak, Mom. Sherly mau makan sendiri. Sherly kan sudah besar!" ujarnya.


"Wah, pintarnya anak Mommy!" senang Amelia. Sekarang Sherly tidak begitu manja dengannya.


Mereka pun menikmati hidangan yang sudah disajikan di meja makan, dengan memandang laut lepas.



Akhirnya Dahlia merestui hubungan Ratih dengan putranya. Awalnya, memang dia tidak setuju. Tapi, melihat kesungguhan Ratih untuk berubah, akhirnya Dahlia pun mengalah.


Mereka menikah kembali, dan membuat syukuran kecil-kecilan.


Setelah acara pernikahan dan syukuran, Arga memboyong Ratih dan anaknya ke rumah. Arga begitu bahagia, begitu pula dengan Keyla. Bocah kecil itu seakan-akan tahu, bahwa dirinya tidak akan berpisah lagi dengan ibunya.


"Selamat datang kembali ke rumah ini, Ratih!" ucap Arga kepada istrinya.


"Terima kasih banyak, Mas!" jawab Ratih.

__ADS_1


"Selamat ya, Mba. Akhirnya kalian bisa bersama kembali," ucap Mila kepada Ratih.


"Terima kasih, Mil. Maafkan Mba selama ini tidak bisa menjadi kakak ipar yang baik," ucap Ratih.


"Kita buka lembaran baru ya, Mba!"


"Iya, Mil," jawabnya. Mereka saling berpelukan, merasa kebahagiaan akan datang di rumah ini.


"Ratih, ibu harap kamu benar-benar berubah. Ibu melakukan ini semua demi kebahagiaan Keyla. Jika bukan memikirkan nasibnya, ibu sebenernya tidak mau kamu menjadi menantu ibu lagi!" ketusnya.


"Iya, Bu. Ratih mengerti. Tapi, Ratih benar-benar berterima kasih sekali ibu mau menerima Ratih kembali," ucapnya.


"Iya. Jangan hancurkan lagi kepercayaanku!" ucap Dahlia.


"Terima kasih banyak ya, Bu!" Ratih memeluk ibu mertuanya dengan sayang. Dia merasa menjadi wanita yang paling beruntung, karena dia sudah diberi kesempatan kedua untuk berubah. Dan Ratih ingin memulainya dari awal.


"Ayo, kita ke kamar!" ajak Arga.


"Tapi Keyla bagaimana, Mas?"


"Malam ini biarkan Keyla tidur sama ibu," ucap Dahlia.


"Terima kasih banyak ya, Bu!"


"Hem,"


"Ayo, Keyla sama nenek. Cantiknya nenek," ucap Dahlia sambil membawa Keyla ke kamarnya.


Ada sedikit perubahan dikamar suaminya. Kamar ini dulu adalah kamarnya dengan sang suami. Sekarang ada sedikit perubahan dikamar itu.


Arga sudah mengubah cat warna kamarnya dengan warna kuning, dengan langit-langit warna biru laut dan putih. Terlihat sangat indah dan berwarna.


Tempat tidurnya pun dirubah dengan kasur yang lebih luas.


"Kamarnya sudah kamu renovasi ya, Mas?"


"Iya, Ratih. Aku sengaja merenovasinya supaya kita lebih nyaman tinggal disini!" jawab Arga.


"Terima kasih banyak ya, Mas. Aku janji akan menjadi istri yang baik buat kamu dan ibu yang baik juga buat Keyla, Mas!"


"Iya, Sayang. Malam ini adalah malam pengantin kita. Aku ingin malam ini menjadi malam yang spesial buat kita," ucap Arga lembut.


"Iya, Mas. Aku akan melayani kamu dengan baik," ucap Ratih.


"Semoga kita menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah,"


"Amin," jawab Ratih.


Malam itu pun, mereka melewati malam yang panjang sebagai suami istri yang halal. Mereguk kenikmatan penuh dengan gelora cinta. Hanya suara \*\*\*\*\*\*\* dan lenguhan dari keduanya. Mereka melakukan olahraga panasnya sampai dini hari, pertempuran mereka berhenti hingga mereka sama-sama mencapai titik \*\*\*\*\*\*\*. Titik penuh kenikmatan dan kebahagiaan.


Ratih terlihat kelelahan, Arga tidak tega harus mengerjai istrinya sampai pagi. Ia menyudahi permainannya.


Arga menutup tubuh polos itu dengan selimut. Dan mengecup keningnya dengan sayang.


"Terima kasih, Sayang. Akhirnya kita bisa bersama lagi!" ucap Arga.


to be continued....

__ADS_1


__ADS_2