Amelia

Amelia
Episode 59


__ADS_3

Thomas mengetuk-ngetuk pintu kamar Amelia. Dia ingin menjelaskan semuanya. Dia tidak mau kehilangan dirinya, dan Amelia sudah berjanji tidak akan meninggalkannya.


"Tolong, buka pintunya, Mel! Aku akan menjelaskan semuanya!" ucap Thomas mengetuk pintu Amelia dengan keras.


"Kamu harus tahu, aku tidak sengaja melakukannya! Aku memang bersalah, aku minta maaf, Mel," ujarnya. "Kamu boleh menghukum ku, tapi, aku mohon maafkan aku," ucap Thomas lagi. "Tolong, Mel! Maafkan aku," mohon Thomas berkali-kali meminta maaf kepada Amelia. Thomas terisak, dia sangat menyesalinya. Dia benar-benar sangat menyesali perbuatannya.


Amelia tetap tidak mau membuka pintu kamarnya. Mama Celine juga sangat bersedih melihat penyesalan putranya. Dia pun meminta putranya untuk memberikan waktu kepada Amelia untuk menyendiri.


Alina yang baru datang melihat keributan yang terjadi di rumahnya pun mencari tahu apa yang terjadi. Mama Celine menjelaskan semuanya kepada Alina, Alina juga nampak sangat syok bahwa laki-laki yang memperkosa Amelia adalah kakaknya sendiri. Alina nampak sangat marah dan juga kecewa.


Saat Alina dan Mamanya sedang mengobrol tiba-tiba Bram pulang. Jiwa keingintahuannya memberontak, dia pun bertanya kepada Mama memastikan sesuatu. Mama Celine juga menjelaskan semuanya kepada Bram. Bram juga syok, dia tidak menyangka abangnya bisa berbuat seperti itu.


"Semua pria itu sama saja! Semuanya ber*******sek!" ucap Alina menyindir Bram.


Dari pada pusing mendengarkan ocehan Alina, Bram pun pergi ke ruangan Thomas, menjadi pendengar yang baik untuk mendengar curhatan abangnya. Ternyata Thomas sedang menyendiri, dia sengaja mematikan lampunya dan menyendiri di ruangan yang gelap dan sepi. Bram menyalakan lampunya. Thomas memicingkan matanya karena silau lampu.


"Bram, matikan saja!" suruh Thomas.


"Kenapa harus dimatikan? Kalau mau bersedih ya bersedih saja! Kenapa harus menyalahkan lampu dengan apa yang terjadi pada Abang?" goda Bram.


"Sialan Kau!" Thomas menimpuk kepala Bram dengan bantal.


"Ish, kau ini!" desis Bram. "Bang, gue sudah dengar semuanya dari Mama! Jadi, apa yang dikatakan Mama benar?" tanya Bram. Thomas hanya terdiam.


"Sudahlah, Bang, jangan bersedih lagi! Jika memang kamu mencintai Amelia, kamu harus terus memperjuangkannya, Bang! Tunjukkan kepadanya bahwa kau serius mencintainya!" tutur Bram.


"Hah, aku memang sangat mencintainya, bahkan aku begitu takut dia pergi dan membatalkan pernikahan ini," ujarnya.


"Kalau begitu, tunjukkan kepadanya bahwa kau sangat mencintainya!" ucap Bram.

__ADS_1


"Bagaimana caranya? Amelia sudah sangat membenciku!" ucap Thomas putus asa.


"Hei, Bang! Mana Abangku yang kuat, berpendirian teguh dan pantang menyerah! Masa sekarang dia begitu lemah dan gampang putus asa?" bujuk Bram.


"Begini saja, kau serahkan saja kepada Tuhan! Jika memang kau berjodoh dengan Amelia pasti kau akan menikah dengannya," goda Bram lagi sambil terkekeh. Karena baru kali ini melihat abangnya begitu berantakan.


Keesokan paginya


Mama Celine menyuruh pelayan untuk mengantarkan sarapan untuk Amelia. Ternyata Amelia sudah tidak ada di kamarnya. Pelayan mencari di kamar mandi, Amelia juga tidak ada dikamar mandi. Dengan buru-buru, pelayan memberi tahukan kepada Nyonya besarnya bahwa Amelia tidak ada di kamarnya.


"Nya? Nyonya?" panggil Sari, salah satu pelayan rumah besar itu.


"Ada apa sih, Sar?" tanya Celine terkejut, karena dia sedang asyik menyirami tanamannya.


"Nona Amelia sudah tidak ada di kamarnya," ucap Sari membuat Celine terkejut.


"Apa maksudmu? Kamu sudah mencarinya di kamar mandi?" tanya Celine panik.


Celine sangat panik, dia pun memastikannya sendiri. Dia mendatangi kamar Amelia, memang benar Amelia sudah tidak ada di kamarnya. Dia juga mencarinya di kamar mandi, di sana juga tidak ada. Celine juga melihat lemari Amelia, baju-baju Amelia dan Aska juga sudah tidak ada di lemari. Celine sangat syok, dia terduduk lemas di sofa. Membuat Sari berteriak-teriak.


Thomas dan Bram yang baru keluar dari kamarnya, mendengar teriakkan seseorang langsung berlari ke sumber suara. Ternyata Mama Celine sedang memegangi dadanya sambil terisak menangis. Thomas dan Bram sangat panik dan bertanya kepada Sari.


"Ada apa, Sari?" tanya Thomas.


"Nyonya syok berat setelah mendengar bahwa Nona Amelia dan anaknya tidak ada di kamarnya," jelas Sari kepada Thomas dan Bram.


"Apa?" Thomas tidak kalah terkejutnya. Dia juga mencari keberadaan Amelia di kamar mandi dan mencari baju-baju Amelia di lemari juga sudah tidak ada.


Thomas dan Bram juga mencari keberadaan Amelia di seluruh rumah yang sangat besar itu. Mereka tidak menemukan keberadaan Amelia. Hingga mereka bertanya kepada security yang menjaga rumah ini.

__ADS_1


"Apakah bapak tahu kalau calon istri saya pergi dari rumah?" tanya Thomas.


"Tahu, Tuan! Kata Nona, dia ingin pergi sebentar katanya ada keperluan diluar rumah," jelas Pak Security.


"Apakah dia membawa tas?" tanya Thomas lagi.


"Iya, Tuan! Nona membawa tas besar katanya baju-baju yang tidak terpakai mau dia sumbangkan," jelas security lagi.


"Dia memang sudah berencana tidak ingin melanjutkan pernikahan ini, Bram!" ucap Thomas tidak bersemangat. Bram bisa melihat kesedihan abangnya yang teramat sangat. Bram hanya bisa memeluk abangnya agar lebih kuat dan bersabar.


"Sabarlah, Bang! Mungkin Amelia membutuhkan waktu untuk sendiri dulu," ucap Bram menguatkan Thomas.


"Tapi, pernikahan kami tinggal beberapa hari lagi," ucapnya.


"Kita cari dia sampai dapat!" ucap Bram. "Kau kan punya banyak kenalan disini! Manfaatkan semuanya, kita cari Amelia di kota ini, bila perlu sampai luar kota, kita cari!" ucap Bram memberikan semangat kepada Thomas.


"Kau benar, aku akan mencarinya! Aku yakin Amelia masih berada di kota ini! Aku akan mencarinya dan aku akan meminta maaf kepadanya. Mungkin dengan aku meminta maaf dan memohon, pasti Amelia akan kembali kepadaku," ujarnya panjang lebar.


"Iya, aku suka dengan semangatmu, Bang! Teruslah seperti ini, aku yakin kau pasti akan menemukannya!" tutur Bram.


Alina yang baru keluar dari kamarnya, dan mendengar teriakkan seseorang mencari tahu apa yang terjadi lagi. Ternyata Mamanya sedang terisak dan menangis di kamar Amelia.


"Mama?" panggil Alina panik. "Apa yang terjadi dengan mamaku, Sari?" tanya Alina.


Sari pun menceritakan semuanya mengenai perginya Amelia dan bayinya dari rumah. Dan Celine syok mengetahui Amelia pergi dari rumah. Padahal pernikahan tinggal sebentar lagi. Alina berusaha untuk memberikan obat penenang untuk Mamanya. Dia yakin bahwa Mamanya sangat syok.


Setelah agak mendingan, barulah Mama menangis tersedu-sedu. Alina berusaha untuk menenangkan Mamanya. Dia berusaha memberikan pengertian bahwa Amelia pasti kembali ke rumah ini.


"Mama harus tenang dulu. Alina yakin bahwa Amelia pasti kembali ke rumah ini," ucap Alina berusaha memberikan semangat kepada Mamanya.

__ADS_1


"Semoga saja, Al," ucap Celine sambil terisak sedih.


to be continued.....


__ADS_2