
Keesokkan paginya
Seperti biasa Amelia melakukan aktivitasnya di pagi hari, dimulai dari dapur. Dia akan sibuk berkutat dengan peralatan memasak dan bahan-bahan makanan. Kebetulan sang juru masak hari ini ambil cuti karena pulang ke kampung halamannya untuk menjenguk keluarga di sana. Dengan senang hati, Amelia yang menggantikannya memasak hari ini.
Semua hidangan sudah siap dan matang. Amelia menata hidangan tersebut di meja makan, dengan dibantu oleh para pelayan. Setelah semuanya selesai, barulah dia membangunkan tiga orang yang paling dikasihinya.
Amelia masuk ke kamarnya, suaminya masih tertidur dengan memeluk Sherly. Sedangkan jagoan kecilnya sudah terbangun dan sedang bermain sendiri di box bayi.
"Wah, kesayangan Mommy sudah bangun," ucap Amelia kepada Aska. Aska yang baru saja melihat sang Mommy langsung tertawa dan sangat bahagia. Dengan aktifnya, Aska meraih benda apapun, seakan-akan ingin membagi mainannya dengan sang Mommy.
"Aska Sayang, sekarang Ayo bangunkan Daddy dan Kakak Sherly!" ajak Amelia menggendong putranya. Lalu mendekatkan putranya kepada sang Daddy. Aska yang sangat pintar langsung meraih hidung sang Daddy, kemudian memainkannya. Seolah-olah itu adalah mainan yang sangat menyenangkan.
Thomas menggeliatkan tubuhnya. Melihat Aska sudah di dekatnya, dia langsung memeluk tubuh putranya dan menciumi pipi gembul putranya. Semakin hari, Aska semakin menggemaskan. Apalagi kalau sedang berceloteh. Semua yang melihat Aska akan gemas dibuatnya.
"Mas, Aku titip Aska dulu! Aku mau mandi," ujar Amelia.
"Okey, Sayang," jawab Thomas. "Mau mas mandiin?" tawar Thomas.
"Ck, nggak usah, Sayang. Kalau Mas yang mandiin, pasti akan berakhir dengan acara mandi yang lama. Dan Amel nggak mau itu terjadi," ujar Amelia. Sedangkan suaminya hanya terkekeh geli melihat istrinya cemberut.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Amelia sudah mandi dan berganti baju. Dia keluar dari kamar mandi, dan sedikit berdandan supaya nampak lebih segar dan cantik. Dari arah belakang, ada tangan kekar yang memeluk pinggang rampingnya. Meskipun sudah memiliki anak, tubuh Amelia masih saja terlihat sangat ramping dan seksi. Istrinya juga semakin hari semakin cantik. Membuat Thomas semakin mencintai istrinya. Dia bahkan enggan meninggalkan istrinya, walaupun sekedar urusan bisnis di luar kota ataupun luar negeri. Saat weekend pun, dia memilih untuk berkumpul dengan keluarganya.
"Cantik banget, Sayang," puji Thomas, sambil menyenderkan dagunya di bahu sang istri.
"Ah, gombal. Sejak kapan suamiku pandai merayu?" tanya Amelia.
"Sejak aku menikahimu," jawabnya terkekeh geli.
"Ck, Cepatlah mandi! Sarapan sudah siap. Hari ini Mommy yang memasak sendiri," ucap suaminya.
"Mandiin," ucap Thomas manja.
"Ish, mulai deh manjanya," manyun Amelia.
"Mommy!" panggil Sherly baru bangun.
__ADS_1
"Wah, putri cantik Mommy sudah bangun," ucap Amelia.
"Apa yang Daddy lakukan, Mom?" tanya Sherlly. Sherly melihat Daddy-nya menggelayut manja di bahu Mommy nya.
"Tanyakanlah kepada Daddymu!" ucap Amelia.
"Dad, Jangan manja sama Mommy. Karena Mommy hanya milik Sherly dan Aska," ucap Sherlly penuh penekanan.
"Ish, Dasar bocah tengil! Mommy mu ini kan istri Daddy, jadi, terserah Daddy dong!" ucapnya tidak mau kalah dengan Sherly.
"Sayang, kenapa nggak mau ngalah sama anak sendiri sih?" manyun Amelia. Jika Sherly dan suaminya sudah berdebat, maka akan berbuntut panjang. Sherly akan mogok ke sekolah, dan seharian dia akan menunggui Amelia bersama sang adik, supaya Daddy-nya tidak bisa memonopoli sang Mommy.
"He .... He .... He." tawa suaminya sambil berlalu ke kamar mandi.
Selesai membantu Sherly bersiap-siap ke Sekolah. Barulah dirinya memandikan Aska. Aska sangat senang, jika badannya sudah menyentuh air hangat. Dia akan tertawa, berceloteh dan gerakannya sangat aktif. Membuat Amelia kualahan.
Mereka menikmati sarapan paginya dengan gembira. Pasalnya semua keluarga berkumpul di meja makan. Alina dan Bram juga sangat menikmati makanan yang dimasak oleh Amelia.
"Wah, masakan kakak ipar memang nggak ada duanya," puji Alina.
"Lain kali Alina boleh belajar kan, Kak?"
"Tentu saja. Kapanpun waktunya nanti kita belajar memasak bersama," jawab Amelia.
"Kau harus banyak belajar dari Amelia," ucap Mama Celine. "Lihatlah, Abang mu setelah menikah dengan Amelia dia terlihat gemuk kan."
"Masa sih, Mah!" Thomas meraba pipinya sendiri. Amelia terkekeh geli.
"Meskipun kamu gemukan kamu masih terlihat tampan, Sayang!" puji Amelia.
"Terima kasih, Beb. Kamu memang istri terbaik," puji Thomas.
"Ish, gombal," ledek Alina.
"Oya, Bram, Al. Kapan rencana kalian untuk menikah?" tanya Mama Celine. Bram dan Alina saling berpandangan.
"Secepatnya, Mah," jawab Bram.
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu. Lebih cepat lebih baik. Mama akan membantu untuk mempersiapkan pernikahan kalian,"
"Terima kasih banyak, Mama," ucap Bram dan Alina.
"Rencananya kami ingin menikah bulan depan," ujar Alina. "Menurut mama bagaimana?"
"Itu jauh lebih bagus, Sayang!" jawab Mama Celine. "Masalah biaya jangan kalian pikirkan karena Thomas lah yang akan membayarkan semuanya. Benarkan, Thomas?" gurau mamah Celine.
"Ck, Mama. Kenapa harus Thomas yang membayarnya? Bram juga seorang pengusaha, tentu uangnya sangat banyak. Kenapa harus Thomas yang membayarnya?" kesal Thomas.
"Lah dia kan adik kamu satu-satunya, yang sebentar lagi akan menikah dan menjadi milik orang lain, masa kau tega membiarkan adikmu mengeluarkan semua biayanya?" cibir
Celine.
"Okey, Okey. Nanti biar Abang yang membiayai semuanya," ucap Thomas.
"Benarkah, Bang? Syukurlah Abang mau membiayai semua biaya pernikahan. Itu berarti uang saya masih utuh di Bank," jawab Bram.
"Ck, dasar nggak modal!" gerutu Thomas.
"Sayang kamu harus ikhlas. Jangan suka menggerutu, bagaimanapun Alina adalah tanggung jawabmu sebagai kakak laki-laki," tutur Amelia.
"Baik cintaku. Aku akan membiayai semuanya. Kalian semuanya tidak perlu risau. Uangku tidak akan habis untuk membiayai pernikahan kalian berdua," sombong Thomas.
"Alah sombong!" umpat Bram.
"Terima kasih banyak kakak. Kalian berdua memang kakak yang terbaik!" puji Alina kepada Thomas dan Amelia.
"Tentu saja ini semua demi putri cantik keluarga Williams," ujar Thomas.
"Baiklah nanti mama akan membantu untuk mencari baju pengantin, perlengkapan pengantin dan semua yang dibutuhkan untuk acara pernikahan kalian," ucap Mama Celine.
"Terima kasih banyak Mama, kakak dan kakak ipar," Alina memeluk mereka satu persatu.
Selesai sarapan Thomas berpamitan kepada istrinya untuk ke kantor dan mengantarkan Sherly ke sekolah, sebelum berangkat Thomas terlebih dahulu melakukan ritual mencium kening istri dan mencium pipi gembul putranya. Untuk sementara, Amelia tidak datang ke butik. Karena, sudah dua hari Aska terlihat agak rewel. Mungkin karena pengaruh imunisasi yang membuat Aska rewel. Sehingga Amelia mengurungkan niatnya untuk tidak pergi ke butik.
to be continued....
__ADS_1