
Satu Minggu Berlalu
Sudah satu Minggu lamanya mereka berada di Jerman. Akhirnya waktu kembali ke Indonesia pun segera tiba. Amelia sudah menyiapkan semua barang-barang miliknya dan milik Sherly ke dalam koper. Dia melihat Sherly nampak murung saat dirinya akan pulang ke Indonesia, ada rasa tidak bahagia di dalam hatinya. Amelia bisa merasakan kesedihan Sherly. Dia menghampiri Sherly dan mengelus rambut Sherly dengan sayang.
"Apakah kau masih ingin disini?" tanya Amelia, dijawab anggukan oleh Sherly. "Tapi, Sherly kan harus sekolah, bagaimana dengan sekolah kamu?" tanya Amelia.
"Sherly ingin selalu dekat Daddy, Tan," ucapnya.
"Sayang, Daddy Sherly kan kerja," ujarnya. "Padahal Daddy kerja juga buat Sherly lho?"
"Tapi, Sherly masih kangen sama Daddy," jawabnya.
"Daddy kan setiap bulan pulang, jadi Sherly tidak perlu khawatir! Kan ada Tante dan Oma Celine," jawab Amelia. "Besok kita pulang ke Indonesia, Sherly siapkan?" tanya Amelia.
"He'em," jawabnya.
Amelia menggandeng tangan Sherly menuju ruang makan, ternyata di meja makan sudah ada Tante Celine dan Thomas.
"Hey, cantik, kenapa mukanya sedih begitu?" tanya Thomas kepada putrinya.
"Tidak apa-apa, Dad," jawab Sherly. Amelia dan Celine saling berpandangan. Mereka berdua tahu, bahwa Sherly sedang mengambek.
"Sekarang, Ayo sarapan, nanti sarapannya keburu dingin," ucap Thomas.
"Baik, Dad," jawab Sherly lesu.
"Oh, ya, Daddy ada kabar baik untuk kamu," ucap Thomas kepada Sherly.
"Kabar baik apa, Dad?" tanya Sherly.
__ADS_1
"Akhir bulan ini, Daddy akan tinggal lama di Indonesia! Dan Daddy tidak akan pernah meninggalkan Sherly lagi," jawab Thomas membuat Celine dan Amelia tercengang.
"Maksud Daddy?" tanya Sherly bingung.
"Jadi begini, Sayang! Mulai bulan depan, Daddy akan tinggal di Indonesia," ucap Thomas.
"Lalu bagaimana dengan bisnis kamu di sini?" tanya mamanya.
"Aku serahkan semuanya kepada Bram, dia yang akan mengurusnya di sini," jawab Thomas. "Lagipula ini adalah saatnya Bram mengelola bisnis," imbuh Thomas.
"Wah, asyik Daddy akan tinggal di Indonesia," senang Sherly. " Oma, Tante, Daddy akan pulang ke Indonesia," ujar Sherlly, membuat Amelia.dan Tante Celine tersenyum.
"Kau senang?" tanya Thomas.
"Tentu, Sherly sangat bahagia, Dad," ucap Sherly.
"Oleh-oleh? Asyik," senang Sherly. "Baik, Dad, Sherly akan menghabiskannya," ucap Sherly buru-buru menghabiskan makanannya.
Selesai sarapan, Thomas langsung mengajak Sherly untuk berburu oleh-oleh. Dia mengajak Amelia dan Mamanya juga. Sampai di tempat tujuan, mereka begitu antusias memburu oleh-oleh yang akan mereka bawa pulang ke Indonesia. Banyak toko-toko berjejer menjual oleh-oleh, dari makanan sampai barang-barang branded dan Limited Edition.
Thomas mengajak mereka ke toko cekelat, tokonya sangat besar. Disana dijual banyak berbagai macam merek cokelat. Karena Jerman adalah negara penghasil cokelat terbaik di dunia. Di toko tersebut, pengunjung juga boleh mencicipi berbagai jenis cokelat yang akan mereka beli sebagai oleh-oleh. Sherly sampai mencicipi semua jenis cokelat dari berbagai merek di toko tersebut. Thomas pun memborong bermacam-macam cokelat untuk putrinya.
Selesai di toko cokelat, Thomas mengajak Mamanya, Amelia dan Sherly ke toko parfum. Dia juga membelikan Mamanya Parfum termahal di Jerman. Selain penghasil cokelat terbaik di dunia, Jerman juga penghasil parfum terbaik di dunia. Semua parfumnya sudah terkenal sampai mancanegara, bahkan para artis Hollywood sengaja datang ke sini untuk membeli parfum tersebut. Thomas juga membelikan parfum untuk Amelia, Amelia sudah menolak namun Thomas terus memaksa untuk menerima pemberiannya.
Selesai dari toko cokelat, mereka beralih ke toko baju branded. Semua baju di sana di jual dengan harga yang fantastik, bahkan gaji Amelia untuk satu tahun pun masih kurang untuk membeli baju branded tersebut. Thomas menyuruh Mama dan Amelia untuk membeli baju branded tersebut. Amelia akan menolak, namun dengan sigap Celine menarik tangannya untuk memilih baju yang dia suka. Celine memborong banyak baju untuk dirinya dan untuk Amelia, karena semua barang-barang yang dia pilih akan dibayar oleh putranya.
Lelah mencari baju, tas dan sepatu branded, Thomas mengajak makan siang di sebuah Restaurant.
"Hah, ternyata lelah juga berburu oleh-oleh?" ucap Tante Celine sambil mengipas-ngipas wajahnya yang basah karena keringat. Thomas dan Amelia tersenyum geli, melihat wajah Tante Celine yang memerah. Thomas memesan makanan dan minuman. Tidak menunggu terlalu lama, pesanan yang dipesan Thomas telah datang. Tante Celine langsung menenggak minuman tersebut tanpa tersisa.
__ADS_1
"Hah, hausnya," ucap Celine lagi sambil memegangi tenggorokannya. Satu gelas orange jus habis tanpa sisa.
"Mau tambah, Tan?" tawar Amelia.
"Boleh, Tante masih haus," ucapnya. Amelia menyilirkan orange jus ke gelas Tante Celine.
Mereka pun menikmati hidangannya yang sudah tertata rapi di meja makan. Selesai makan, mereka semua memutuskan untuk pulang. Tubuh mereka tidak boleh terlalu capek, karena besoknya mereka akan menempuh perjalanan jauh untuk pulang ke tanah air.
Amelia langsung mengistirahatkan tubuhnya di kasur. Tidak terasa dia langsung terlelap di kasur big size-nya. Sherly menghampiri Tante cantiknya, dia pun ikut tertidur disampingnya. Thomas mencari keberadaan putrinya, ternyata Sherly tertidur disamping Amelia.
"Andaikan saja kau belum menikah," batin Thomas.
Keesokkan paginya
Mobil yang akan membawa mereka ke Bandara sudah siap. Sherly masih nampak cemberut, namun dengan segala usaha Amelia, dia kembali ceria. Sherly berpamitan kepada Daddy-nya. Sebenarnya Thomas juga sangat tidak tega, namun untuk bertemu dengan Sherly dalam waktu yang lama, dia harus lebih bersabar lagi. Thomas dan Bram mengantarkan kepergian Celine, Amelia dan putrinya sampai Bandara.
Mereka semua menaiki pesawat tujuan Indonesia. Sherly melambaikan tangannya dan berkali-kali mencium pipi Daddy-nya. Sedih itulah yang bisa Amelia lihat di manik Thomas. Mereka semua masuk ke pesawat, dan duduk ditempatnya masing-masing. Beberapa menit kemudian pesawat lepas landas dan terbang menuju Indonesia.
Disisi lain, Arga masih gelisah dan nampak tidak terima dengan surat gugatan yang dilayangkan istrinya kepada dirinya. Dia *******-***** surat tersebut hingga tak berbentuk lagi. Arga pun datang ke pengadilan untuk mencari kepastian. Ternyata, memang benar adanya bahwa sang istri sudah mendaftarkan perceraian mereka tanpa sepengetahuannya. Hatinya sangat marah dan dongkol.
Dia kembali ke rumah dengan amarah yang menggebu-gebu. Sampai dirumah, Ratih yang menjadi sasarannya. Hatinya benar-benar sangat tidak terima dengan apa yang telah dilakukan oleh Amelia.
to be continued...
************************************
Hey, teman-teman Readers, jangan lupa like, favorit, vote dan bunganya. Atas dukungan para Readers, menjadi penyemangat untuk Author, dan semoga para pembaca dilancarkan rezekinya, Amin.
Happy Reading...💕💕💕💕💕
__ADS_1