Amelia

Amelia
Episode 32


__ADS_3

Rumah Tante Celine sangatlah besar, ada banyak kamar, kamar mandi, dapur yang sangat luas, ruang makan, ruang keluarga dan ruang tamu. Dibelakang rumah besar ini, ada taman dan kolam renang yang sangat luas. Bahkan jika dibandingkan dengan rumah milik ayah dan bundanya, kolam renang itu dua kali lebih luas dari rumahnya dulu.



Rumah Tante Celine memiliki dua lantai, di lantai pertama ada tujuh kamar, satu kamar utama milik Tante Celine dan enam yang lain kamar tamu. Sedangkan kamar para pelayan terletak di dekat paviliun, di belakang rumah mewah ini.


Dilantai dua, ada lima kamar. Satu kamar utama juga, yang luasnya tidak kalah dengan kamar milik Tante Celine, kemungkinan itu adalah kamar milik Papahnya Sherly. Sebelah kamar besar itu milik Alina, putri kandung Tante Celine yang jarang pulang ke rumah, karena Alina tinggal di Apartemen pribadinya. Di lorong ujung yang lain kamar Sherly, sebelahnya kamar tamu yang sekarang ditempati oleh Amelia.


Sherly begitu bahagia, karena Tante cantiknya akan tinggal bersamanya. Dia menarik tangan Amelia untuk melihat kamarnya sendiri. Tante Celine yang melihat cucunya menarik-narik tangan Amelia sampai tidak tega.


"Ayo, Tan! Kita ke kamar Sherly!" ajaknya.


"Iya, Sayang!" jawab Amelia menurut. Kamar Amelia bersebelahan dengan kamar milik Sherly. Kamar yang sangat luas dengan dekorasi yang sangat cantik. Cat dindingnya berwarna pink dengan banyak boneka kuda poni dan boneka Barbie.


"Wah, Apakah ini kamarnya Sherly?" tanya Amelia.


"Iya, Tan! Bagus tidak?" tanya Sherly.


"Bagus banget, Sayang!" puji Amelia membuat hati Sherly berbunga-bunga.


"Nanti malam Tante tidur di kamar Sherly yah?" pinta Sherlly, membuat Omanya tersenyum.


"Iya, nanti Tante Amelia sering-sering tidur di kamar kamu," ujar Omanya yang sedari tadi mengekor dibelakang mereka.


"Hore!" girangnya. Amelia dan Tante Celine saling berpandangan.


Kemudian Tante Celine menyuruh Sherly untuk mandi dan bersih-bersih. Setelah mandi, barulah Sherly bisa tidur siang dengan nyenyak, tentu saja ditemani oleh Amelia disampingnya.


Tante Celine yang melihat kedekatan Sherly dengan Amelia begitu bahagia dan senang.


"Dia sangat menyukaimu!" ucap Tante Celine kepada Amelia.


"Amelia juga sangat menyukai Sherly! Dia anak yang pintar dan sangat menggemaskan!" ucap Amelia.


"Daddy-nya selalu sibuk dengan pekerjaannya! Sherly sebenarnya kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya!" ucap Tante Celine terlihat sangat sedih.


"Tante sudah mencoba untuk membicarakan masalah ini kepada Daddy-nya, agar Daddy-nya menikah lagi dan mencari ibu sambung untuk Sherly! Namun dia selalu menolak! Dia masih bertahan dengan kesendiriannya!" ucap Tante Celine.


"Mungkin belum ada yang cocok dengan hatinya, Tan?" kata Amelia, berusaha untuk menenangkan hati Tante Celine.


"Iya, itu mungkin saja! Akan tetapi, Apakah salah, jika seorang ibu seperti Tante menginginkan kebahagiaan dari putra dan putrinya? Tante hanya menginginkan Sherly mendapatkan banyak kasih sayang!" jelasnya.


"Tante! Amelia yakin! Jika sudah berjodoh, putra Tante pasti akan menikah! Jodoh sudah ada yang mengaturnya, Tante!" ujar Amelia.

__ADS_1


"Kau benar, Sayang!" ucap Tante Celine kepada Amelia.


Keesokkan paginya


Hari ini Amelia bangun sangat pagi, tidak enak juga tinggal dirumah orang, bangun kesiangan.


Dia berjalan menuruni anak tangga demi anak tangga. Dia mengamati sekelilingnya, para pelayan sudah bangun dan sedang mengerjakan pekerjaannya masing-masing. Amelia menawarkan bantuan kepada para pelayan, namun mereka menolak untuk dibantu oleh Amelia.


"Sudah Nona! Sebaiknya Nona duduk saja! Tidak perlu repot-repot membantu kami!" ucap Wina, salah satu pelayan Tante Celine.


"Tapi, saya ingin membantu kalian!" pintanya.


"Jika, Nona membantu pekerjaan kami, nanti kami yang disalahkan oleh Nyonya besar," jelasnya.


Wina melarang tamu majikannya untuk membantu pekerjaan para pelayan. Amelia pun beralih ke dapur. Dia meminta kepada juru masak, agar dia sendiri yang memasak untuk sarapan pagi. Juru masak juga sudah melarang Amelia untuk memasak, namun karena Amelia terus memohon akhirnya sang juru masak pun merasa tidak tega dengan keinginan wanita hamil didepannya.


Amelia membuat sarapan nasi kebuli kambing untuk sarapan Tante Celine. Juru masak Tante Celine yang bernama Pak Rony, memuji hasil masakan Amelia. Bukan hanya cantik, masakan Amelia juga sangat enak. Tidak kalah dengan masakan Restaurant terkenal. Nasi kebuli kambing sudah siap di meja makan. Amelia menyuruh pelayan untuk menatanya di meja makan. Ada nasi goreng kambing, acar, ayam krispi, nugget, daging kambing goreng dan kerupuk.


Selesai memasak, Amelia langsung mandi dan bersih-bersih. Dia sudah sangat cantik dengan dress longgar motif bunga-bunga. Kemudian ia membangunkan Sherly di kamarnya.


"Sherly?" panggil Amelia kepada Sherly, ternyata Sherly masih nyenyak tidur dibawah selimut tebalnya.


Amelia membuka tirai korden di kamar Sherlly. Cahaya yang masuk langsung mengenai bola mata Sherly, membuatnya silau, dan Sherly mengerjapkan matanya dengan sangat lucu. Amelia terkekeh melihat tingkah lucu Sherly.


"Tante?" ucapnya sangat menggemaskan.


"Hem, Sherly masih mengantuk, Tante!" ujarnya, menutupi tubuhnya kembali dengan selimut yang tebal. Kemudian Amelia menyingkirkan selimut itu dan menggelitik tubuh Sherly, membuat Sherly tertawa kegelian.


"Ampun, Tante!"


"Ha ... ha .... ha." tawa Sherly sangat renyah didengar telinga.


"Ayo, mandi! Anak perempuan tidak boleh malas!" tuturnya.


"Mandiin!" manja Sherlly.


"Oke, siapa takut?" ucap Amelia, menggelitik lagi perut Sherlly.


"Ha ... Ha .... Ha." Sherly kembali tertawa bahagia. Amelia memandikan Sherly dengan telaten, memberikan sabun dan mencuci rambut panjang Sherly. Tidak lupa Amelia menyuruh Sherly untuk menggosok giginya, gigi Sherly sudah mulai berlubang karena banyak makan coklat dan permen.


Selesai mandi, Amelia menyiapkan baju ganti Sherly dan menyisir rambut Sherly yang panjang dan mengikatnya menjadi dua. Sherly terlihat sangat cantik dan menawan.


"Wah, sudah sangat cantik!" pujinya.

__ADS_1


"Sekarang, Ayo kita sarapan!" ajak Amelia.


Amelia menggandeng tangan Sherly menuju meja makan. Di bawah, mereka berpapasan dengan Tante Celine.


"Wah, cucu Oma sudah bangun dan sudah mandi juga! Cantik banget!" puji sang Oma.


"Tentu saja! Tante cantik yang memandikan Sherly," tunjuknya.


"Terima kasih, Sayang! Kamu sudah bekerja keras! Padahal sudah ada baby sister," ucap Tante Celine.


"Ah, Tante! Saya senang kok melakukannya," jawab Amelia.


"Ayo, kita sarapan!" ajak Tante Celine, mereka semua menuju meja makan. Tante Celine merasa takjub, karena sarapan hari ini sangat spesial, tertata rapi di meja makannya yang berukuran besar.


"Wah, hari ini Pak Rony memasak makanan spesial," puji Tante Celine kepada juru masaknya.


"Bukan saya yang memasak, Nyonya," jawabnya.


"Lalu?" tanya Tante heran.


"Nona Amelia yang memasak semuanya, Nyonya!" jawabnya.


"Benarkah?" Tante Celine tidak percaya Amelia membuat keajaiban kembali.


"Ehm, Sayang! Kau tidak perlu melakukan ini semua! Kamu adalah tamu disini! Kan sudah ada pelayan?" ucap Tante.


"Saya sangat senang melakukannya, Tante! Mungkin hanya inilah yang bisa saya lakukan untuk Tante Celine yang sudah banyak membantu Amelia," ucapnya.


"Ish, kau ini! Tante ikhlas melakukan semua ini, Sayang!" jawabnya.


"Amelia juga ikhlas kok, Tan!" ucap Amelia tersenyum.


"Silahkan cicipi, Tan!" ucap Amelia, menyendokkan nasi ke piring Tante Celine dengan lauk pauknya.


"Hem, ini enak sekali!" puji Tante.


"Beneran ini sangat enak! Kamu memang sangat berbakat, Sayang!" pujinya lagi. Satu piring nasi habis dimakan Tante Celine. Sedangkan Sherly meminta Amelia menyuapinya, satu piring tandas tanpa sisa.


"Pintar sekali kamu, Sayang! Lihatlah makannya habis tanpa sisa," puji Amelia kepada Sherly, membuat hati Sherly berbunga-bunga mendapat pujian dari Tante cantik dan Omanya.


to be continued.....


***************************************

__ADS_1


Yuk, mampir kembali di Novel terbaru aku dengan judul"Hidden Rich Twins"



__ADS_2