Amelia

Amelia
Episode 17


__ADS_3

Setelah berpamitan dan mencium kening Ratih, Arga pun meninggalkan Apartemen. Hati Ratih sangat bahagia, apapun yang dia inginkan oleh suaminya dikabulkan. Padahal awalnya Arga menolak pernikahannya, tetapi sekarang justru suaminya mulai berubah haluan.


"Bagus, selangkah demi selangkah perhatianmu untukku, Mas! Apalagi sekarang aku sedang hamil anakmu, aku akan menjadikanmu milikku seutuhnya," ucapnya berdialog dengan dirinya sendiri.


Mobil Arga terparkir di halaman rumah, Amelia mendengar mobil suaminya datang. Amelia berdiri di depan pintu menyambut kedatangan suaminya. Arga yang melihat istrinya sudah berdiri di depan pintu, segera menghampirinya dan memberikan pelukan hangat untuk sang istri, namun kali ini sikap Amelia sangatlah dingin.


"Lho kenapa? Apakah kamu tidak senang suamimu pulang?" tanya Arga merasa aneh dengan sikap istrinya hari ini.


"Siapa wanita yang mengangkat telepon kamu, Mas?" tanya Amelia.


"Wanita." Arga mengernyitkan alisnya.


"Wanita yang mana?" Arga balik bertanya.


"Dari tadi aku menelfon kamu, Mas! Dan yang mengangkat itu seorang wanita, Siapa dia, Mas?" cecar Amelia.


"Sayang, aku baru pulang bekerja! Jangan menuduhku yang tidak-tidak! Aku capek!" kesal Arga.


"Apakah ini kerjaan Ratih?" batin Arga, sambil berlalu ke kamarnya. Amelia hanya terpaku di tempatnya berdiri, dia tidak percaya dengan reaksi suaminya yang justru kesal, harusnya dia yang marah, pikir Amelia.


"Huft," Amelia menghela nafasnya kasar.


"Tidak, aku harus tenang, jangan gegabah Amelia," ucapnya pada diri sendiri.


Amelia menyusul suaminya ke kamar, ternyata suaminya sedang mandi. Ia memunguti baju kotor suaminya, yang diletakkan di sembarang tempat. Ketika ia memunguti baju suaminya, dia mencium bau parfum khas wanita. Entah kenapa rasanya begitu takut, cemas, khawatir dan sedih, tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Banyak sekali pertanyaan di benaknya namun dia tidak berani bertanya, dia takut suaminya kembali kesal. Amelia meletakkan baju kotor suaminya di tempat khusus. Arga keluar dari kamar mandi, hanya dengan melilitkan handuk saja. Istrinya sudah menyiapkan baju ganti untuk suaminya. Arga memakai baju yang diambilkan oleh istrinya.


"Terima kasih, Sayang," ucapnya.

__ADS_1


"Oh, ya, aku minta maaf kemarin aku tidak bisa menjemputmu di Rumah Sakit, aku belum bisa pulang, Sayang," ucap Arga.


"Tidak apa-apa, Mas, aku bisa mengurusnya sendiri!" jawab Amelia. Arga tahu istrinya agak kesal, dia pun memeluk istrinya dari arah belakang, dan berkali-kali meminta maaf.


"Apakah kamu sudah sehat, Sayang?" tanya Arga.


"He'em," jawab Amelia.


"Aku akan menyiapkan makan malam," ucap istrinya berlalu pergi ke dapur. Arga semakin merasa bersalah kepada istrinya, dia takut istrinya akan mulai curiga dengan rahasia yang ia pendam, dan lambat laun pasti akan terbongkar, Arga harus siap menghadapi kemarahan istri pertamanya.


Amelia sudah selesai memasak, dan siap untuk dinikmati pasangan suami-istri itu.


" Segini cukup?" tanya Amelia, mengambilkan nasi ke piring suaminya.


"Cukup, Sayang! Jangan terlalu banyak, nanti aku kekenyangan," ujarnya.


Di sela makan, ponsel suaminya berdering. Arga melihat ponsel tersebut dengan mengernyitkan dahinya, kemudian dia matikan begitu saja.


"Kok dimatikan?" tanya Amelia merasa aneh.


"Nggak apa-apa, tidak penting, Sayang!" jawabnya.


"Oh," jawab Amelia ber'oh ria.


Setelah makan malam, tidak ada kegiatan istimewa diantara mereka. Pasangan suami-istri itu langsung beristirahat, karena memang besok paginya, Arga sudah mulai masuk ke kantor.


Keesokan paginya

__ADS_1


Arga bersiap-siap ke kantor, setelah sarapan pagi. Tidak lupa Amelia mencium punggung tangan suaminya, itu adalah salah satu tanda bakti istri kepada suaminya. Mobil suaminya sudah tidak nampak dipandangan mata, Amelia pun memutuskan untuk masuk ke dalam rumah.


Bukan hanya cantik dan pintar memasak, dia juga sangat rajin mengerjakan pekerjaan rumah. Dalam sekejap rumah kembali rapih dan bersih. Suaminya pernah menyarankan kepada istrinya untuk membayar jasa ART, namun Amelia menolaknya, karena menurut dirinya, selama dia masih bisa melakukannya sendiri, dia akan melakukan.


Selesai bersih-bersih, Amelia bersiap-siap ke Supermarket untuk membeli kebutuhan pokok dan yang lainnya. Amelia memberhentikan taksi menuju Supermarket. Tidak terlalu jauh perjalanan dari rumah ke Supermarket. Cuma butuh waktu 20 menit untuk sampai ke Supermarket yang lumayan besar.


Amelia mengambil trolly, mengambil barang-barang yang dia butuhkan. Ada sayur-mayur, buah-buahan, susu hamil, dan perlengkapan mandi. Selesai mengambil barang yang dibutuhkan, ia pun membayarnya di kasir.


Amelia membawa barang belanjaannya, memang agak susah, karena hari ini dia belanja cukup banyak. Sambil menunggu taksi, dia duduk di kursi depan Supermarket.


Tidak menunggu lama, taksi yang dia pesan pun datang. Dengan meminta bantuan sang sopir taksi, barang-barang sudah masuk ke dalam bagasi. Taksi melaju meninggalkan Supermarket dengan kecepatan sedang. Di perempatan jalan, taksi berhenti karena lampu merah. Amelia mengamati sekelilingnya, taksinya masih terjebak macet, matanya tidak sengaja melihat mobil Arga. Saat lampu merah berubah hijau, taksi pun berjalan. Sejurus dia melihat ke arah mobil suaminya, betapa terkejutnya dia, karena ia melihat suaminya bersama wanita lain di mobil tersebut.


Jalanan yang begitu macet membuatnya mengurungkan niat untuk mengejar mobil tersebut. Amelia pun kembali ke rumah dengan perasaan yang tidak menentu.


Sampai di rumah Amelia berusaha untuk menghubungi suaminya, betapa kecewanya dia mendengarkan kebohongan suaminya, Arga mengatakan kelau dirinya masih sibuk di kantor, padahal baru saja dia melihat dengan sangat jelas bahwa suaminya berada diluar dengan wanita lain.


"Kenapa kamu harus berbohong, Mas?" batin Amelia.


Selesai menyusun semua barang-barang belanjaannya, Amelia memutuskan untuk pergi ke kantor suaminya. Dia melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 3 sore, berarti sebentar lagi suaminya akan segera pulang. Dia menyambar tas dan ponselnya, Amelia berjalan ke arah jalan raya untuk mencari taksi. Taksi berhenti tepat di depannya, Amelia masuk dan memberikan alamat kepada sopir taksi. Sekitar 25 menit, taksi sampai di depan Perusahaan, tempat suaminya bekerja. Amelia menunggu jam pulang kantor suaminya, duduk di dalam taksi. Pukul 4 pas suaminya keluar dari Perusahaan menuju parkiran mobil.


Mobil milik Arga, keluar dari Perusahaan. Amelia menyuruh sang sopir taksi untuk mengikuti mobil suaminya.


Awalnya, mobil suaminya berjalan sesuai dengan arah rumahnya, namun di belokkan Arga nampak memberhentikan mobilnya, dan seorang wanita masuk ke dalam mobil tersebut. Betapa terkejutnya Amelia, dia tidak percaya apa yang dilakukan suaminya di luaran sana, membuat Amelia sangat syok. Rasa penasaran yang sangat besar membuatnya harus melakukan penyelidikan sendiri.


Mobil suaminya berbelok ke arah Apartemen, dan memarkirkan mobilnya di sana. Amelia sangat heran, pasalnya itu adalah Apartemen. Dan Apartemen itu di beli dari sebagian tabungannya selama ini. Saat itu Arga sangat ingin memiliki hunian yang dekat dengan kantor, hingga Amelia harus bekerja keras untuk mendapatkan uang tambahan, dengan cara mengambil lemburan setiap hari liburnya.


Setelah membayarkan uang taksinya, Amelia berjalan menuju kamarnya berada.

__ADS_1


to be continued....


__ADS_2