
"Tapi, Yah! Arga benar-benar kecewa! Arga belum bisa menerima! Dia sudah tidak suci lagi! Dia bekas orang lain! Dia kotor! Arga juga sangat kecewa karena dari awal dia tidak memberitahu Arga!" ujarnya.
"Apa? Tidak suci?" teriak ibu tiba-tiba, membuat kedua pria itu tersentak kaget dengan teriakannya.
"Katakan Arga sejujurnya sama ibu, Jangan ada yang ditutup-tutupi?" tanya Dahlia.
Sebenarnya Arga tidak ingin menceritakan aib istrinya kepada keluarganya, namun karena ibu terus mendesak akhirnya Arga menceritakan semuanya kepada Dahlia. Semua cerita Arga membuat Dahlia naik pitam, dia tidak percaya kalau besannya tega menutupi masalah sebesar ini.
"Ibu sudah pernah mengatakannya kepadamu, bahwa ibu tidak pernah setuju kau menikah dengan Amelia! Sekarang kau lihat, semua perkataan ibu menjadi kenyataan! Dia itu bukan wanita baik-baik, tapi, kau tidak pernah mau mendengar!" marah Dahlia.
"Sekarang kau lihat, keluarganya sudah menipu keluarga kita! Apakah kau masih mau meneruskan rumah tangga semacam itu?" bentak Dahlia kepada putranya.
"Ibu, sudah dong! Dahlia itu korban, Bu!" ucap suaminya.
"Kok ayah membela wanita itu? Harusnya ayah mendukung ibu, bukan malah bersimpati dengan perempuan itu!" hardik Dahlia kepada suaminya.
"Bukan begitu maksud ayah, seperti yang kita dengar dari Arga, bahwa Amelia itu diperkosa, berarti di sini Amelia korban kejahatan seksual! Jadi ini bukan sepenuhnya kesalahan Amelia!" terang suaminya.
"Mau diperkosa, mau jual diri, ibu tidak suka caranya mempermainkan keluarga kita, Arga kau harus menceraikannya!" hardik ibunya.
"Bu, jangan berfikiran seperti itu! Kasihan Amelia! Dia sudah berjasa banyak untuk keluarga kita! ingat itu, Bu!" ucap suaminya lagi.
"Maksud ayah, Amelia berjasa karena dia sudah membiayai Arga kuliah, begitu? Kalau begitu ganti saja semua uangnya, bereskan!" ucap Dahlia.
"Ibu?" suaminya sudah tidak bisa berucap apa-apa lagi, karena istrinya benar-benar tidak mau kalah.
"Sudah! Sudah! Jangan bertengkar lagi! Nanti biar Arga yang memutuskan!"
"Pokoknya kamu harus menceraikannya, Nak! Apakah kamu mau keluarga kita diinjak-injak oleh keluarga Amelia? Jika memang keluarga Amelia keluarga yang benar, pasti dari awal akan menceritakan semuanya!" tegas Dahlia.
"Iya, Bu! Nanti Arga akan memikirkannya kembali!" jawab Arga.
"Ya sudah, Ayo kita makan malam!" ajak Dahlia kepada putranya.
Amelia menunggu kepulangan suaminya, hari ini dia memasak makanan kesukaan suaminya, Sop buntut, sambel goreng ati sapi, dan perkedel.
Dia sengaja menunda makan malamnya, karena ingin makan bersama dengan suaminya, sudah lama sekali Amelia tidak makan bersama suaminya.
Amelia duduk di sofa ruang tamu, jam menunjukkan pukul delapan malam, namun suaminya belum kunjung pulang.
__ADS_1
Pikirannya jauh menerawang, mengingat pertama kali suaminya mengatakan kata cinta.
**Flash Back**
Amelia adalah gadis paling cantik di sekolahnya, banyak sekali laki-laki yang ingin menjadi kekasihnya. Namun dia selalu menolak, karena saat itu dia ingin fokus pada ujian semesternya.
Amelia bukan hanya cantik, tapi, dia wanita yang cerdas, baik dan mudah bergaul.
Membuat seorang Arga Mahendra jatuh cinta kepadanya.
Arga yang hanya anak seorang pekerja serabutan tidak berani mengungkapkan perasaannya karena Arga merasa tidak pantas untuk dirinya.
Hingga ada suatu kejadian yang membuat Amelia dan Arga menjadi dekat, yaitu saat Amelia diganggu oleh preman-preman jalanan, Arga dengan gagah melindungi Amelia, dia tidak perduli tubuh dan wajahnya babak belur.
Dari kejadian itulah mereka menjadi dekat dan semakin dekat.
Sampai kelulusan sekolah, mereka memutuskan untuk berpacaran. Ayah dan bundanya tidak melarang, yang terpenting masih dalam batas kewajaran.
Amelia dirundung dilema, saat kekasihnya menginginkan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, namun tidak memiliki biaya. Akhirnya dirinya mengorbankan pendidikannya sendiri, dia bekerja sebagai office girl di sebuah Restaurant kecil.
Namun menjadi office girl selama setengah tahun di Restaurant, gajinya tidak pernah naik, akhirnya dia berhenti dan mencari pekerjaan lain.
Semua biaya untuk kuliah kekasihnya, Amelia lah yang memikirkan dan menanggungnya. Karena orang tua Arga sendiri bukanlah dari golongan yang mampu. Siang malam, Amelia bekerja tanpa lelah, hari liburnya pun dia manfaatkan untuk mengambil lemburan. Sampai wisuda pun Amelia yang menanggung biayanya, dia ikhlas melakukannya, karena cinta dan kasih sayangnya terlalu besar untuk kekasihnya.
Hari pertama Arga bekerja, Amelia juga yang mengeluarkan biaya untuk ini dan itu.
Setelah satu bulan Arga bekerja di sebuah Perusahaan yang cukup ternama, dia menerima gaji pertamanya. Arga berencana ingin mengikat kekasih hatinya, dengan sebuah cincin emas.
Arga memberikan kejutan tersebut di hari ulang tahun Amelia, Amelia begitu bahagia mendapatkan kejutan tersebut, tanpa berfikir dua kali, Amelia menerima lamaran kekasihnya.
Hingga satu tahun ke depan, mereka merencanakan meresmikan hubungannya ke jenjang pernikahan.
**Flash On**
Semuanya begitu manis awalnya, sampai suatu kejadian yang merenggut mahkotanya, sifat suaminya begitu berubah. Dia kasar, dingin, acuh dan tidak memperdulikannya, Amelia hanya bisa menangisi nasibnya.
Dia melirik ke arah jam dinding, sudah menunjukkan pukul sembilan malam, namun suaminya belum juga pulang. Perutnya terasa sangat lapar dan perih, namun Amelia menahannya, karena dia ingin sekali makan malam bersama sang suami.
Hingga pukul sepuluh malam, suaminya juga belum pulang, sampai akhirnya dia tertidur di sofa.
__ADS_1
Arga pulang ke rumah tengah malam, dia masuk rumah melihat istrinya ketiduran di sofa.
Arga membangunkan Amelia, tentu saja istrinya sangat bahagia, karena suaminya sudah mau berbicara dengannya, meskipun hanya sedikit dan singkat.
Amelia menawarkan makan malam untuk suaminya, ternyata suaminya sudah makan malam di rumah mertuanya, tanpa memberikan kabar apapun. Arga langsung berlalu ke kamarnya untuk beristirahat.
Amelia kembali kecewa dan bersedih, dia membereskan semua makanan yang tertata di meja. Amelia kembali ke kamar dengan perut kosong, niat hati ingin makan malam bersama suaminya gagal, dia sangat bersedih, dia menangis di dalam kesendirian, bertemankan sepi dan kesunyian malam.
to be continued......
******************************************
Note.
Hai para Readers semuanya, sebelum membaca please kasih like, komentar, rate bintang lima, dan favoritnya.
Tinggal kilk like, ketik komentar kalian, ketik rate bintang lima, dan klik favoritnya.
Ikuti dan baca terus karya Author yang ketiga, Semoga semuanya suka, maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan di hati para pembaca, Author hanyalah manusia biasa yang pastinya memiliki kekurangan dan kelebihan.
Sebelum membaca karya Author, di mohon bijak dalam membacanya, karena pasti ada adegan plus-plusnya, foto dan gambar hanyalah pemanis saja ( kaya gula, jadinya).
Saya kasih visualnya, mohon maaf kalau tidak sesuai, Readers bisa menghalu sendiri....🙏🙏
Amelia Saraswati ( Amelia )
Thomas William ( Thom )
Arga Mahendra ( Arga )
Ratih Wulandari ( Ratih )
__ADS_1
Selamat membaca.......