Amelia

Amelia
Episode 82


__ADS_3

Amelia mengunci pintu kaca butik, dengan di bantu oleh Rani. Sedangkan semua karyawannya sudah pulang terlebih dahulu.


"Terima kasih banyak, Mba Rani," ucap Amelia dengan ramah.


"Sama-sama, Bu Bos," jawab Rani.


Saat Amelia membalikkan tubuhnya, tiba-tiba saja Arga sudah berdiri di belakang. Amelia sangat terkejut dengan kedatangan mantan suaminya.


"Saya pamit pulang dulu, Bu Bos," pamit Rani, karena merasa nggak enak juga berdiri seperti obat nyamuk.


"Iya, hati-hati di jalan, Mba Rani," ucap Amelia. Rani pun bergegas menaiki motor meninggalkan Bu bosnya dengan mantan suaminya.


"Amelia?" sapa Arga.


"Ada apa kamu datang kemari, Mas?" ketus Amelia.


"Bisakah kita mengobrol sebentar?" pinta Arga.


"Maaf, tidak bisa. Saya harus pulang!" tegas Amelia.


"Berikan saya waktu sebentar untuk mengatakan sesuatu kepadamu," ucapnya.


"Tetap tidak bisa. Saya harus menghormati dan menghargai suami saya. Saya tidak mau terjadi kesalahpahaman, lagipula urusan kita sudah selesai. Jadi, Tolong jangan temui saya lagi. Saya sudah memiliki kehidupan sendiri," tegasnya.


"Saya mohon Amelia!" mohon Arga.


"Jika kamu memang ingin mengatakan sesuatu lebih baik kamu katakan di sini!" ujar Amelia.


"Baiklah," ucapnya. " Begini, Amelia. Tujuan saya datang kemari, saya ingin meminta maaf atas semua kesalahan saya dan keluarga saya. Terutama saya, saya benar-benar bersalah dan berdosa. Selama ini saya sudah menyia-nyiakan istri sebaik kamu. Tolong maafkan saya!" pinta Arga, "Saya juga ingin memberikan ini kepada kamu!" Arga menyerahkan amplop coklat berisi uang.


"Saya sudah menjual Apartemen. Dan ini adalah hasil penjualan Apartemen. Untuk menebus dosa, saya akan memberikan semuanya kepadamu. Saya tidak meminta seperak pun. Tolong terimalah!" ucap Arga, "Saya juga meminta maaf atas kesalahan ibu saya. Beliau juga sudah terlalu sering menyakiti dan menghina kamu. Dan kamu tahu Amelia? Karena kesalahan kami, satu persatu orang-orang yang kami sayangi, telah direnggut dari kami. Pertama, ayah," terang Arga, "Ayah sudah meninggal, Mel!" jelas Arga.


"Apa? Meninggal?" Amelia sangat terkejut mendengar meninggalnya mantan ayah mertua. "Sakit, apa mas?"


"Gagal jantung," jawab Arga. "Dan si kembar juga harus ikut menderita karena ulah ku dan ibu," sedih Arga.

__ADS_1


"Kenapa dengan Mila dan Meli?" tanya Amelia penasaran. Karena lama juga Amelia tidak mendengar kabar mereka.


"Mereka mengalami pelecehan seksual, saat mereka hendak kembali ke Semarang," jelas Arga.


"Apa? Lalu bagaimana keadaan mereka?" cemas Amelia.


"Melly yang paling trauma, dia depresi. Dan terpaksa dia harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Dan Mila baru sembuh, sekarang dia di rumah. Sesekali aku dan ibu membawanya ke psikiater," terang Arga.


"Kasihan sekali mereka," ucap Amelia merasa iba dengan kondisi mantan adik iparnya.


"Kamu mau memaafkan kami semua kan, Mel?" sesal Arga.


"Iya, Mas. Amelia sudah memaafkan kalian semua. Amelia tidak sedikitpun merasa dendam kepada Mas Arga dan juga Ibu. Semoga dengan kejadian ini, kalian bisa hidup lebih baik lagi," ucap Amelia dengan bijaksana. "Dan ini, aku kembalikan uang penjualan Apartemen. Amelia sudah ikhlas, anggap saja uang ini untuk membantu penyembuhan Meli dan Mila, Mas. Tolong terimalah!"


"Tapi, Mel. Aku sudah banyak menerima kebaikan dari mu! Jadi, aku mohon kau terima saja uang ini," ucap Arga hendak menyerahkan uang itu lagi.


"Tapi, kamu lebih membutuhkannya daripada aku. Aku ikhlas menolong kamu mas. Jadi aku mohon ambillah dan pergunakan sebaik mungkin," ucap Amelia.


"Terima kasih banyak, Mel," ucap Arga sambil memegang tangan Amelia. Tanpa disadari sedari tadi, Thomas sudah berdiri di sana. Dia melihat Arga memegang tangan istrinya, dia pun menghampiri mereka.


"Ehm, Ehm," suara Arga membuat Amelia terkejut.


"Untuk apa lagi pria ini datang?" bentak Thomas kepada Amelia.


"Kami hanya sedikit mengobrol. Aku mohon kamu jangan salah paham, Mas!" ucap Amelia.


"Bagaimana aku tidak salah paham? Dia memegang tanganmu. Dan kenapa kau tidak menolaknya?" ketusnya. Amelia bergidik ngeri melihat tatapan tajam suaminya.


"Anda salah paham, Tuan. Kami hanya sedikit mengobrol, dan kedatangan ku kesini untuk meminta maaf," terang Arga. Thomas menatap tajam ke arah Arga. Ada hawa yang sangat panas pada tubuh suaminya. Amelia pun menarik tangan suaminya untuk masuk ke mobil tanpa berpamitan kepada mantan suaminya yang masih berdiri di sana.


"Ayo, kita pulang!" ajak Amelia. Namun Thomas masih saja menatap tajam ke arah Arga.


Di dalam mobil, Thomas masih diam. Tidak sepatah katapun yang terucap dari bibir suaminya. Amelia menyetuh dan mengusap-usap lengan suaminya. Dia tahu kalau suaminya sedang sangat cemburu.


"Mas Arga datang ke butik karena dia ingin meminta maaf kepada Amel. Dan memberikan uang hasil penjualan Apartemen. Apartemen itu adalah hasil keringat kami berdua. Dan dulu rencananya, setelah menikah kami akan menempatinya bersama," terang Amelia secara hati-hati, takut suaminya tersinggung, "Namun, aku menolak uang itu. Karena aku sudah mengikhlaskan semuanya," jelas Amelia panjang lebar. Reaksi suaminya masih sama, masih diam tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Mas? Ayolah jangan marah lagi! Aku dan Mas Arga sudah tidak memiliki hubungan apapun!" ucap Amelia. Thomas masih tidak bergeming, walaupun Amelia sudah berusaha menjelaskannya.


Tidak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti di depan rumah. Thomas turun begitu saja tanpa membukakan pintu mobil untuk istrinya, bahkan Thomas tidak mempedulikan Amelia yang masih berada di dalam mobil.


"Astaga, kalau sedang marah benar-benar mengerikan," batin Amelia. Amelia pun menyusul langkah suaminya. Ternyata, putranya sedang digendong oleh Mama mertuanya. Dia pun mengurungkan niatnya untuk menyusul Thomas ke kamar.


"Sayangnya Mommy," ucap Amelia kepada Aska. Kemudian melihat Mommy nya pulang, Aska langsung berceloteh bahagia. Dia menggerak-gerakkan tubuhnya, untuk menjangkau tubuh sang Mommy. Mama Celine yang menggedongnya sampai kualahan.


"Astaga, anak ini benar-benar aktif seperti Thom waktu masih kecil," ucap Mama, "Baru pulang, Sayang?" tanya Mama Celine.


"Iya, Ma. Tadi di butik sedang ramai pengunjung," jawab Amelia.


"Sayangnya Mommy sudah mandi, sudah ganteng lagi," ucap Amelia menyerobot Aska dari gendongan Mama mertuanya.


"Rewel nggak, Mah?"


"Nggak kok. Aska sangat pintar, dia tahu kalau Mamanya sedang bekerja," jawab Mama Celine.


"Dimana Sherlly, Mah?"


"Dia diajak Bram dan Alina menginap di rumah mereka. Biarkan saja, itung-itung untuk memancing Alina supaya cepat hamil," ujar Celine.


"Ish, Mama, memangnya Alina kolam ikan?" kekeh Amelia.


"Yuk sama Mommy," ucap Amelia. Amelia pun membawa Aska ke kamar.


Di kamar, Thomas sudah mandi dan wangi. Dia juga sudah terlihat sangat tampan dengan menggunakan kaos berkerah warna biru muda dan celana pendek warna putih.


"Mas, kamu sudah mandi?" tanya Amelia.


"Hem," jawab Thomas singkat.


"Mas, Aku mandi dulu! Aku titip Aska yah?" ucap Amelia.


"Hem," jawab suaminya. Lagi-lagi suaminya menjawab dengan singkat.

__ADS_1


"Huft," Amelia menghela nafasnya kasar. Suaminya benar-benar sedang mode marah, batin Amelia.


To be continued....


__ADS_2