Amelia

Amelia
Episode 28


__ADS_3

Setelah mengantarkan Ratih pulang ke rumah, Arga langsung bergegas ke rumah istri pertamanya. Hari ini dia berencana ingin menghabiskan malamnya dengan istri pertamanya. Dengan kecepatan tinggi, ia melajukan mobilnya menuju rumah Amelia. Sampai di rumah Amelia, terlihat lampu rumah istri pertamanya masih menyala.


"Pasti Amelia belum tidur," batinnya. Arga turun dari mobilnya, dan mengetuk pintu rumah istri pertamanya. Amelia begitu terkejut dengan kedatangan suaminya yang tiba-tiba. Dengan senyum smiriknya Arga memeluk tubuh Amelia, tentu saja mendapatkan penolakan keras dari sang istri. Amelia berusaha mendorong tubuh suaminya.


"Kamu sudah gila ya, Mas?" tanya Amelia, karena sikap suaminya hari ini sangatlah aneh.


"Kenapa? Bukankah aku suamimu?" tanyanya.


"Kenapa hari ini kamu aneh sekali, Mas? Kamu tidak seperti biasanya," ucap Amelia.


"Aku ingin menemani kamu hari ini, Sayang! Terlalu lama aku mengabaikan mu!" ucapnya, membuat Amelia ketakutan. Namun sebelum Arga melakukan kontak fisik dengan Amelia, ponselnya terus berdering. Ia melihat dilayar kontaknya, nama Ratih memanggilnya sampai lima kali.


"Hallo, Ada apa?" ketus Arga.


"Kamu ada dimana, Mas? Perutku sakit, aku butuh kamu sekarang," ucapnya.


"Baiklah, aku pulang!" jawabnya. Arga langsung berpamitan kepada Amelia untuk pergi ke rumah istri keduanya. Hati Amelia merasa dongkol, baru saja suaminya pulang ke rumah, Ratih sudah menelfonnya sampai beberapa panggilan.


Arga bergegas langsung pulang ke rumah Ratih, dan benar juga Ratih sedang kesakitan, ia terus memegangi perutnya. Arga langsung membopong tubuh Ratih masuk ke mobil. Dia menjalankan mobilnya menuju Rumah Sakit. Sampai di Rumah Sakit, petugas Rumah Sakit langsung membawanya ke ruangan UGD. Ratih diperiksa oleh Dokter dengan seksama. Ternyata Ratih mengalami kram perut ringan, mungkin saat berdiri dari rebahannya, dia tidak berhati-hati. Setelah diberikan obat pereda nyeri dan vitamin, malam itu juga Ratih diperbolehkan pulang. Gagal semua rencananya, ingin menghabiskan malamnya hari ini dengan istri pertama.


Arga terus menemani Ratih saat tidur, karena Ratih sama sekali tidak mau ditinggal. Walaupun membuat rencananya gagal, bagaimanapun juga bayi yang ada di dalam kandungan Ratih jauh lebih penting dari apapun.


Keesokkan paginya


Seperti biasa, Amelia bangun pagi dan langsung membersihkan dan membereskan rumah yang sedikit berantakan. Kemudian barulah dia membuat sarapan untuk dirinya. Dia langsung mandi dan bersih-bersih.


Selesai mandi, dia memakai pakaian kerja warna coklat motif kotak, dipadukan dengan sepatu flat warna hitam.

__ADS_1



Dia berdandan sangat cantik, dengan menggerai rambutnya yang bergelombang. Sebelum berangkat bekerja dia mengisi perutnya terlebih dahulu dengan roti isi ayam dan segelas susu hangat yang ia buat sendiri.


"Ah, kenyangnya!" gumamnya.


Ia pun keluar dari rumah dan tidak lupa mengunci pintu rumahnya. Terdengar suara mobil berhenti tepat di depannya, ternyata itu adalah Sherly dan Tante Celline. Ia nampak terkejut sekaligus bahagia.


"Sherly?" panggilnya.


"Tante," jawab Sherly sambil merentangkan kedua tangannya ingin memeluk Amelia.


"Senang sekali, Tante bertemu denganmu kembali," ucapnya.


"Sherly juga," jawabnya selalu membuat Amelia gemas.


"Dia ingin merayakan ulang tahunnya bersamamu, Amelia," bisik Tante Celine.


"Kenapa, Sayang? Kenapa kau merajuk? Kasihan Oma, Sayang!" cakap Amelia.


"Sherly benci sama Daddy," manyunnya.


"Kenapa?" tanyanya Amelia.


"Karena, Daddy selalu berbohong! Katanya dia mau pulang saat Sherly berulang tahun, nyatanya dia berbohong lagi," jawabnya dengan raut muka yang sedih. Amelia memangku bocah kecil itu dengan sayang.


"Dengarkan apa yang Tante cantik katakan! Sherly sayang Daddy?" tanya Amelia.

__ADS_1


"Sayang." jawabnya dengan menganggukkan kepala.


"Sayang Oma?"


"Sayang." jawabnya lagi.


"Daddy dan Oma juga sayang sekali sama Sherly, makanya Daddy mencari uang yang banyak untuk Sherly, begitu juga Oma! Oma juga sangat menyayangi Sherly! Buktinya kemanapun Sherly pergi, Oma selalu menemani Sherly! Iya kan?" ucap Amelia.


"He'em." jawab Sherly.


"Bagaimana kalau kita bertiga merayakan ulang tahun Sherly di suatu tempat?" usul Amelia.


"Kemana Tante?" tanya Sherly.


"Ada deh," ucap Amelia. Amelia meminta izin kepada Tante Celine untuk hari ini dia tidak pergi ke butik.


"Iya, Sayang! Tentu saja boleh," ujarnya.


Rencananya mereka bertiga akan pergi ke suatu tempat. Sebelumnya Amelia sudah memberitahukan kepada Tante Celine kalau dirinya akan ke suatu tempat. Amelia memesan banyak makanan di sebuah Restaurant. Dan tidak lupa juga membeli kue ulang tahun yang cukup besar. Seratus box nasi dan minuman sudah siap diantar ke alamat yang Amelia tulis. Semuanya sudah siap, mereka pun berangkat ke suatu tempat dengan menggunakan mobil pribadi Tante Celine. Sedangkan mobil box yang membawa makanan dan kue ulang tahun mengekor dibelakang mobil mereka. Mobil mereka berhenti di suatu tempat. Amelia menggandeng tangan Sherly masuk ke dalam, sedangkan Tante Celline mengekor di belakangnya. Disana mereka disambut dengan ramah oleh pengurus panti. Amelia dan Tante Celine memperkenalkan diri mereka. Sherly juga memperkenalkan dirinya. Sherly agak bingung, karena ditempat itu terdapat banyak anak kecil seumurannya.


Beberapa menit kemudian, mobil yang membawa makanan box dan kue ulang tahun tiba. Mereka semua merayakan ulang tahun Sherly di panti asuhan. Ternyata Sherly juga begitu gembira mendapatkan banyak teman di panti tersebut. Acara tiup lilin dan potong kue berlangsung dengan lancar. Semuanya mengucapkan selamat kepada Sherly. Dengan dibantu Amelia, Sherly memotong-motong kuenya untuk dibagi-bagikan kepada teman-teman barunya di panti asuhan tersebut.


Semuanya begitu happy, bahkan banyak yang berceloteh bahwa mereka belum pernah makan kue seenak ini. Tante Celine dan Amelia miris mendengarkan celotehan anak tersebut, namun hati mereka sangat bahagia bisa berbagi kebahagiaan dengan yang lain.


Sherly tidak kalah bahagiya, ia sedang asyik bermain bersama mereka. Tutup acara, Amelia menyuruh Sherly untuk membagi-bagikan makanan kepada teman-temannya. Antusias anak-anak sangat bahagia. Mereka pun menikmati nasi box itu dengan penuh suka cita. Selesai acara, mereka bertiga pun berpamitan kepada pengurus panti dan anak-anak. Sebelum pergi, Tante Celine memberikan sumbangan untuk panti asuhan dengan jumlah yang fantastik. Ibu pengurus panti sangat bersyukur sekali dan beribu-ribu kali mengucapkan rasa terima kasih tak terhingga kepada Tante Celine, Amelia dan Sherly.


Sepulangnya dari tempat tersebut, Sherly begitu bahagia. Didalam mobil, ia terus berceloteh lucu sekali. Membuat Amelia dan Tante Celine tertawa geli. Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, Amelia pun meminta izin langsung pulang ke rumah. Mobil Tante Celine terlebih dahulu mengantarkan Amelia pulang sampai depan rumah. Amelia hendak berpamitan kepada Tante Celine dan Sherly, namun Sherly terlihat sangat lelah, dia pun langsung tertidur di pangkuan Tante Celine. Ia pun mengurungkan niatnya berpamitan kepada Sherly. Ia hanya mendaratkan ciuman sayangnya kepada gadis manis itu. Ia berpamitan hanya kepada Tante Celine saja. Saat hendak keluar, tanpa disadari ponselnya terjatuh di jok mobil. Amelia melambaikan tangannya dan langsung masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


to be continued.....


__ADS_2