Amelia

Amelia
Episode 50


__ADS_3

Satu Minggu Berlalu


Hari ini adalah hari penting untuk Sherly. Karena di sekolahnya akan di adakan acara hari ibu sedunia, dan masing-masing anak akan membaca puisi tentang ibu. Kali ini Sherly merengek agar Amelia mengikuti acaranya dan melihat dirinya tampil di depan. Amelia dan Omanya pun mengikuti acara tersebut sebagai penonton. Acara segera di mulai, para orang tua murid dipersilahkan duduk untuk melihat putra dan putrinya tampil. Semua para orang tua riuh bertepuk tangan, kala satu persatu murid memulai dengan membacakan puisinya. Ditengah acara, ternyata Thomas menyempatkan diri untuk datang dan memberikan dukungan untuk putri kecilnya.


Dan sekarang adalah giliran Sherly berdiri di atas panggung. Sherly agak gugup di atas panggung karena dilihat oleh orang banyak. Namun, Amelia meyakinkan dirinya agar percaya diri dan pasti Sherly bisa.


"Silahkan, Nak, mulai baca puisinya!" ucap ibu guru. Sherly memulai membaca puisinya dengan menghayati setiap baitnya.


Ibu


Sosok wanita cantik dan kuat


Pengharum langkah menggapai asa


Bagai bintang yang bersinar


Menghiasi langit di malam hari


Ibu


Kau kokoh sekuat benteng


Kau lembut selembut sutra


Meski kau terluka dan tersiksa


Selalu tersenyum menabur kasih dan sayang


Ibu


Tempatku berkeluh kesah


Tempatku mengaduh kesakitan


Tempatku bersandar


Kau selalu ada di setiap ingin ku


Ibu


Terima kasih

__ADS_1


Sudah ada untuk ku


Terima kasih


Sudah mau menemaniku


Aku sayang sama ibu


Sekian dan terima kasih


"Puisi ini Sherly persembahkan buat Tante Amelia, yang Sherly anggap seperti Mama Sherly sendiri, sejak kecil Sherly tidak pernah bertemu dengan Mama kandung Sherly! Tante Amelia selalu ada buat Sherly, mengajari Sherly, dan menyayangi Sherlly seperti putrinya! Sekarang Tante Amelia sedang hamil, Sherlly berdoa supaya Tante Amelia selalu sehat dengan dedek bayinya! I Love you, Tan!" ucapnya di atas panggung, membuat yang mendengar merasa terharu dan mereka bertepuk tangan sangat meriah.


Oma Celine dan Amelia terharu dengan ucapan seorang anak kecil berusia lima tahun. Sherly turun dari panggung, dan berhambur ke pelukan Amelia.


"Tante juga sayang sama kamu," ucapnya. Para orang tua yang menyaksikan moments itu ikut merasakan sedih dan terharu.


Thomas yang sedari tadi berdiri di belakang kursi penonton, dia juga merasakan sesak di dadanya. Pasalnya, sejak kecil memang putrinya tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Bertemu dengan Amelia, Sherly terlihat sangat bahagia. Tidak terasa air matanya menetes.


Sepulang dari acara tersebut, Sherly merasa kelelahan. Dia pun tertidur di dalam mobil dengan berbantalkan paha Amelia. Dan Thomas yang mengemudikan mobilnya. Sampai di rumah, Thomas membopong tubuh Sherly ke tempat tidurnya. Amelia mengekor di belakang Thomas. Sedangkan Tante Celine langsung ke kamar untuk beristirahat.


"Terima kasih," ucap Thomas kepada Amelia.


"Buat apa?" tanya Amelia.


"Saya yang seharusnya berterima kasih, karena sudah menerima saya di keluarga ini," ujarnya.


"Kau memang wanita yang sangat baik, suamimu benar-benar laki-laki yang bodoh! Karena dia sudah menyia-nyiakan wanita sebaik kamu," ucap Thomas, membuat Amelia membelalakkan matanya. Thomas menatap lekat manik Amelia, entah kenapa jantungnya berdetak dengan kencang. Begitu juga dengan Thomas, Jantungnya seperti mau copot.


"Apa yang akan Anda lakukan?" tanya Amelia.


"Aku sangat menyukaimu," ujar Thomas. Membuat Amelia begitu terkejut.


"Anda jangan bercanda! Tolong jangan seperti ini, saya jadi tidak enak sendiri," ujarnya.


"Tapi, Aku serius dengan perasaan ini," ujarnya lagi.


"Tapi, saya bukanlah wanita yang sempurna! Saya ini masih dalam proses perceraian dan saya hamil," jelas Amelia.


"Aku tidak perduli, Aku akan menerima kamu beserta anak yang ada di dalam kandungan kamu, Aku akan menyayanginya seperti anakku sendiri," jawabnya.


"Anda sudah tidak waras ya? Masih banyak wanita di luar sana, yang cantik, sempurna dan masih lajang! Bagaimana Anda bisa menyukai wanita seperti saya? Sedangkan status saya saja belum jelas," sungut Amelia panjang lebar.

__ADS_1


"Aku akan menunggu kamu, sampai kamu benar-benar sudah bercerai! Dan setelah masa idahmu selesai, aku akan mengajakmu untuk menikah," ujarnya.


"Astaga, Anda benar-benar sudah kehilangan akal," ucap Amelia, tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Amelia, tatap mataku! Aku sudah jatuh cinta denganmu sejak pandangan pertama, dan aku tidak bisa membuang jauh perasaan ini! Dan aku akan buktikan bahwa ucapan ku benar-benar serius," ucap Thomas. Kemudian Thomas melepaskan cengkraman tangannya dari tubuh Amelia. Dia keluar dari kamar Sherly begitu saja, sedangkan Amelia masih berdiri terpaku. Dia tidak percaya dengan apa yang terjadi hari ini, tiba-tiba saja Thomas mengutarakan isi hatinya.


"Astaga, aku benar-benar sangat malu," gumamnya. "Apa dia salah minum obat? Kenapa tiba-tiba dia mengatakan isi hatinya?" Amelia bingung dengan apa yang telah dilakukan anak majikannya.


Semenjak kejadian itu, Amelia sengaja menghindari Thomas. Dia bangun lebih pagi dan ke butik juga lebih pagi. Saat sore hari, dia juga langsung masuk ke kamar. Jika Tante Celine bertanya, dia akan menjawab tubuhnya sangat lelah. Tante Celine pun mengerti dengan kondisi Amelia yang semakin hari perutnya semakin besar.


Sudah satu Minggu, Amelia sengaja menghindarinya. Itu membuat Thomas jengkel dan dongkol. Dia pun sengaja datang ke kamar Amelia untuk meminta penjelasan.


Tok .... Tok .... Tok


CEKREEK ....


"Amelia?" panggil Thomas.


"Mas Thomas, Ada apa? Apakah terjadi sesuatu dengan Sherly?" tanyanya. Thomas menatap maniknya tajam. Kemudian dia mendekat dan meraih tengkuk Amelia. Thomas mencium bibir Amelia secara paksa, membuat Amelia memberontak dan memukul dada bidang Thomas. Amelia berusaha untuk mendorong tubuh Thomas.


"Uhuk ... uhuk ... uhuk," Amelia terbatuk-batuk, karena ciuman yang dilakukan secara paksa yang dilayangkan oleh Thomas secara tiba-tiba.


PLAKKK ...


Tiba-tiba tamparan keras itu mendarat di pipi Thomas.


"Aku memang miskin, tapi, aku bukan wanita murahan!" tegasnya.


"Maaf, Aku tidak sengaja! Aku khilaf, aku hanya ingin kau memberikan aku kesempatan," jelasnya.


"Tapi, bukan seperti itu caranya!" marah Amelia.


"Oke, aku minta maaf! Aku sangat frustasi, karena satu Minggu ini kau berusaha menghindari ku," jelasnya.


"Saya sengaja menghindari Anda, karena saya ingin meyakinkan diri saya! Apakah kata-kata yang Anda ucapkan kemarin benar atau tidak, tapi, saya salah! Anda sama saja dengan pria lain," marah Amelia. "Sekarang Anda pergi dari kamar saya, Saya mau beristirahat," ketusnya.


"Tapi?" belum selesai berbicara.


"Jika Anda tidak pergi dari sini, maka saya yang akan pergi dari rumah ini," ancamnya.


"Tolong, jangan pergi dari sini! Sherly pasti akan sangat kehilangan dirimu," ucapnya lagi. "Oke, Aku akan pergi dari kamar ini, tapi, saya mohon berikan saya kesempatan untuk memiliki kamu," ucapnya. Namun tidak dihiraukan oleh Amelia, dan Amelia mendorong tubuh Thomas agar keluar dari kamarnya.

__ADS_1


to be continued.....


__ADS_2