
"Ups, Maaf," ucap Amelia kemudian mengambil ponsel tersebut.
"Saya minta maaf, saya tidak sengaja. Ini ponsel Anda! Coba cek kembali, apakah ada yang rusak? Jika ada yang rusak, nanti akan saya ganti," ucap Amelia menyesal.
"Tidak ada yang rusak kok," ucapnya sangat ramah. Pria tersebut nampak memperhatikan dan mengangumi wanita cantik di depannya.
"Saya benar-benar minta maaf,"
"Tidak apa-apa. Semuanya terkendali!"
"Baiklah, saya harus pergi. Karena saya terburu-buru!" ucap Amelia sambil berlalu pergi.
"Cantik," gumamnya.
"Ck, harusnya aku menanyakan namanya! Bodohnya diriku!" umpatnya pada diri sendiri.
Amelia disambut sangat ramah oleh karyawan-karyawannya di sana. Butiknya tidak terlalu besar, tapi lumayan ramai. Banyak dari kalangan para orang kaya datang ke butik. Untuk membeli baju dan tas branded. Belajar dari Mama Celine, dia bisa mengenal banyak orang-orang kaya dan ibu-ibu sosialita.
"Bu, Ada pemilik agensi yang ingin bertemu dengan ibu!" ucap Mawar. Salah satu karyawan yang dipercaya untuk mengurus butik ini.
"Persilahkan masuk!" ucapnya.
"Baik, Bu!"
Mawar mempersilahkan tamu bosnya masuk ke ruangan.
"Permisi!" sapa seorang pria. Amelia tidak menyahut, hingga pria tersebut memutuskan untuk masuk dan duduk di kursi. Amelia masih sibuk dengan kertas-kertas di tangannya, hingga dia tidak menyadari tamunya sudah duduk. Pria tersebut memperhatikan Amelia yang sedang sibuk, matanya tidak berhenti menatap kecantikan Amelia.
"Teryata kedatanganku tidak tepat," ucapnya tiba-tiba. Amelia menoleh ke sumber suara, betapa terkejutnya dia, ternyata tamunya sudah duduk manis dan tersenyum menatapnya.
"Maaf, Anda siapa ya?" tanya Amelia merasa sangat malu.
"Saya dari DK Model Agensi. Nama saya Diky Nasution," jawab pria tersebut.
__ADS_1
"Ada keperluan apa Anda datang ke sini?"
"Seperti yang anak buah saya katakan tempo hari, saya ingin mengajak kerjasama dengan pemilik butik ini. Apakah nona cantik ini pemiliknya?" tanyanya.
"Iya, butik ini milikku," jawab Amelia, "Tapi, aku masih memikirkannya. Nanti akan aku hubungi kembali,"
"Ehm, Baiklah kalau begitu. Ini kartu nama saya. Jika Nona bersedia, Tolong hubungi secepatnya nomor saya. Saya sangat berharap Nona mau bekerja sama dengan agensi kami. Bukan hanya keuntungan dari kerja sama saja yang Nona dapatkan. Tapi, juga nama butik Nona akan terkenal di seluruh Indonesia," ucap Diky.
"Baiklah, Nanti aku hubungi lagi!" jawab Amelia.
"Bolehkah saya tahu nama, Nona?" tanya Diky.
"Amelia Saraswati. Panggil saja Amelia," jawabnya.
"Bukankah kau wanita yang tadi menabrak ku?" tanya Diky. Amelia mengingat ingat laki-laki di depannya.
"Anda mengenal saya?"
"Iya, tadi kita sempat bertemu di depan. Anda menabrak saya karena terburu-buru. Lalu, ponsel saya terjatuh. Ingatkan!" ucapnya.
"Baiklah, saya akan memaafkan Nona, jika Nona bersedia makan siang bersama saya!"
"Kok bisa begitu? Kan saya sudah meminta maaf!"
"Ayolah, cuma makan siang saja!"
"Maaf saya tidak bisa. Saya sudah ada janji," ujarnya.
"Baiklah, bagaimana kalau lain kali?"
"Ish, nih orang maksa banget sih?" batin Amelia.
"Oke, lain kali," ucapnya, "Maaf sekali lagi, saya harus pergi!"
__ADS_1
"Baiklah, Saya akan pergi! Saya harap kamu tepati janji kamu! Saya permisi!" Amelia menganggukkan kepalanya.
"Dasar aneh!" cebiknya.
Amelia menoleh ke arah jam dinding, ternyata sudah waktunya makan siang. Dia pun berinisiatif, untuk menelpon suaminya supaya suaminya datang ke mall dan makan siang di mall saja.
Empat puluh menit kemudian, Thomas dan Sherly datang menyusul ke butik. Amelia begitu senang melihat kedatangan putrinya.
"Mommy!" teriak Sherly.
"Sayang? Kok bisa barengan sama Daddy?" tanya Amelia.
"Hari ini, sopir bis jemputannya sedang sakit. Makanya tidak ada yang mengantarkan anak-anak pulang, Lalu gurunya menelfon. Aku jemput saja dia dan aku bawa kesini!"
"Oh, begitu!" senang Amelia. "Kalau begitu kita makan siang saja sekarang. Perutku sudah lapar, Mas!"
"Ayo, kita cari tempat makan yang nyaman dan enak!" Mereka pun memilih Restaurant dilantai dua, dimana Restaurant tersebut juga menyediakan tempat bermain anak-anak. Sherly begitu bahagia, setelah menghabiskan makanannya dia langsung bermain di sana.
"Tempatnya bagus ya, Mas. Lain kali kita ajak Aska ke sini!" pinta Amelia.
"Iya, Sayang," jawab Thomas.
"Oya, Mas, tadi pemilik agensi langsung datang ke butik. Dia sendiri yang menawarkan kerjasama, menurut Mas bagaimana?"
"Apakah menguntungkan untuk kedua belah pihak?"
"Menurut dari pandanganku sih menguntungkan banget,"
"Kalau begitu, ambil saja jika menguntungkan!"
"Begitu ya, Mas!"
"Coba saja jika memang menguntungkan untuk butik kita. Jika tidak menguntungkan kau tinggalkan saja!"
__ADS_1
"Terima kasih, Mas. Kau memang sangat pintar!" puji Amelia. Suaminya memang sangat pandai dalam berbisnis. Makanya Amelia selalu meminta pendapat suaminya dalam mengambil sebuah keputusan.
to be continued.......