Amelia

Amelia
Episode 77


__ADS_3

Semua orang nampak sangat sibuk mempersiapkan pernikahan Alina, yang rencananya dua hari lagi akan diselenggarakan di hotel bintang lima. Mama Celine juga terlihat sangat sibuk. Hari ini Mama Celine dan Alina sudah menginap di hotel terlebih dahulu. Mereka akan mengecek segala sesuatunya, supaya saat acara berlangsung berjalan Perfect, tidak ada yang kurang.


Amelia sebenarnya ingin sekali ikut membantu. Tapi, Aska masih terlalu kecil, dia tidak bisa meninggalkannya sendirian di rumah. Apalagi dia masih memiliki dua bayi besar yang harus di urus juga. Membuatnya tidak bisa membantu banyak. Alina bisa memakluminya, karena memang seorang wanita yang sudah berumah tangga dan memiliki anak, tidakp memiliki banyak waktu untuk sekedar berjalan-jalan.


Selesai memandikan Aska, dia menaruh Aska di box bayi nya. Tiba-tiba saja ada tangan kekar memeluk pinggangnya. Sontak Amelia terkejut, dan dia menyiku perut seseorang yang sudah berani-beraninya memeluk dirinya.


"Auw," pekiknya. Amelia tidak asing dengan suara dibelakangnya, dia menoleh ke sumber suara ternyata Thomas yang mengaduh kesakitan.


"Mas," ucap Amelia.


"Sayang, Kok tega banget sih!" ucapnya meringis kesakitan.


"Maafkan Amelia, Mas. Amelia tidak sengaja!" ucapnya. "Habisnya, kenapa Mas berdiri di belakang Amelia tanpa bersuara?" sungut istrinya.


"Mas kan ingin memberikan kejutan buat kamu, Sayang," jawabnya.


"Ish, kejutan kok seperti itu! Itu namanya senjata makan tuan," ujarnya.


"Auw sakit," ucap Thomas.


"Mana yang sakit?" cemas Amelia.


"Ini Sayang," ucap Thomas dengan manja menunjuk bagian perut yang sakit.


"Kasihan! Sini biar Amelia oleskan balsem!"


"Eh, Jangan dong, Sayang. Nanti perut Mas jadi panas," ucapnya.


"Terus, bagaimana biar tidak sakit?" tanya Amelia. Thomas menunjuk bibir seksi istrinya.


"Ck, mesum," cebik Amelia.


"Ayo dong, Sayang. Cium Mas!" pintanya.


"Amelia belum mandi, masih bau," ucapnya sambil berlalu ke kamar mandi.


"Wah, belum mandi. Asyik! Kesempatan yang tidak boleh aku sia-siakan!" ucap Thomas tersenyum nakal.


Dia buru-buru menyusul istrinya ke kamar mandi. Dan kebetulan sang istri lupa tidak mengunci pintunya. Dan ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh dia lewatkan.


"Mas, mau ngapain?" tanya Amelia.


"Tentu saja ingin memandikan mu, Beb," ucapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Huft," Amelia menghela nafasnya panjang. Acara mandinya kali ini akan berbuntut panjang, karena sang suami sudah memaksanya untuk mandi bersama. Itu berarti dia akan bersiap-siap di buat kelelahan oleh sang suami.


Hampir satu jam lebih mereka di dalam kamar mandi. Setelah ritual suami istri yang mereka lakukan di kamar mandi selesai, barulah mereka keluar. Thomas tersenyum bahagia, karena sudah mendapatkan apa yang diinginkannya. Sedangkan istrinya menampakkan wajah yang cemberut. Tubuhnya sangat lelah dikerjai oleh suaminya. Apalagi di bagian intinya, terasa sangat perih. Karena, Thomas meminta jatahnya berkali-kali.


Thomas membopong tubuh Amelia ke kasur. Dia tidak tega melihat istrinya berjalan dengan tertatih-tatih. Thomas membantu istrinya mengenakan baju dan mengeringkan rambutnya.


"Sakit ya, Sayang!" ucapnya.


"Ck," desis Amelia.


"Maaf ya, terlalu keras. Habisnya punyamu enak banget, Sayang. Meskipun sudah punya anak, tapi, serasa masih perawan," ucap Thomas tanpa malu-malu. Amelia langsung membungkam mulut suaminya.


"Ish, Mas ini. Bagaimana kalau ada orang yang dengar? Aku jadi malu kan?" Amelia memberengut kesal. Thomas terkekeh geli.


"Iya, Sayang, Maaf. Tapi, Apa yang Mas katakan memang benar kok!" ucap Thomas lagi. Amelia membelalakkan matanya.


"Iya, Sayang. Maaf!" ucapnya terkekeh geli.


"Mas, Aku lapar. Aku mau makan," ucapnya.


"Kamu mau makan? Tunggu sebentar, biar Mas ambilkan makan buat kamu," ucap suaminya.


"Cepatlah, Mas. Aku sudah lapar banget,"


"Siap, Sayangku!"


"Sayang, aku bawa makanan!" ucap Thomas.


"Wah, asyik. Cepetan Mas! Aku sudah lapar," ujarnya. Amelia hendak menyendokkan nasi ke mulutnya. Namun dicegah oleh suaminya.


"Biar Mas yang menyuapi kamu!" ucapnya.


"Amel bisa sendiri, Mas!" jawabnya.


"Ish, tapi, Mas ingin memanjakan mu hari ini," ucapnya.


Thomas menyuapi istrinya dengan telaten. Makanan habis tanpa sisa. Kemudian dia mengelap sudut bibir sang istri yang belepotan makanan.


"Terima kasih ya, Mas!" ucap istrinya.


"Harusnya aku yang berterima kasih, karena kamu bersedia menjadi istriku dan ibu dari anak-anakku. Semoga saja rumah tangga kita menjadi rumah tangga yang sakinah, mawadah dan warahmah,"


"Amin," jawab Amelia.

__ADS_1


Amelia sangat beruntung, pasalnya dia dipertemukan dengan suaminya. Awalnya memang menyakitkan, namun setelah dia mencoba untuk ikhlas dengan takdirnya, dia mendapatkan keluarga yang sangat baik dan suami yang sangat mencintainya.


Amelia sangat bersyukur mendapatkan suami seperti Thomas. Dia begitu perhatian, begitu mencintai dan menyayanginya.


Dua Hari Berlalu


Hari ini adalah hari pernikahan Alina. Thomas, Amelia, Sherly dan Aska sudah bersiap-siap dengan baju yang sama. Mama Celine sengaja memesankan baju untuk putra, menantu, dan kedua cucunya.


Mobil mereka berangkat menuju hotel. Tempat pernikahan adiknya. Sherly terlihat sangat bahagia. Di sepanjang perjalanan, dia terus saja berceloteh riang. Kemudian di sahut oleh Aska, membuat Amelia terkekeh geli. Seakan-akan Aska tahu apa yang dikatakan oleh sang kakak.


Mobil sampai di depan hotel yang sangat mewah. Tamu mulai berdatangan, suasananya sangat ramai.


Thomas membantu istrinya untuk menggendong Aska.


"Mas, Aku ke Mama dulu. Barangkali Mama membutuhkan bantuan Amel," ujarnya.


"Baik, Sayang. Biar Aska sama aku saja," jawab Thomas.


"Ayo, Sayang,"ajak Amelia menggandeng tangan Sherly.


Celine sedang berdiri menyambut tamu. Sebagian besar tamu yang diundang adalah keluarga, kerabat, teman-teman Alina dan Bram. Dekorasi tempatnya sangat indah dan mewah, banyak bunga-bunga terpajang di sana dengan lampu kelap kelip.


Amelia menghampiri mertuanya. Celine begitu bahagia setelah melihat menantu dan cucunya datang.


"Sayang?" panggil Mama Celine memeluk Amelia.


"Mah,"


"Mana Aska?" tanya Celine.


"Dia sedang sama Daddy-nya," jawab Amelia. "Apa yang bisa Amelia bantu, Mah?"


"Sudah, kamu duduk saja. Kamu nggak perlu capek-capek. Banyak orang yang membantu Mama mengurus semuanya. Sekarang, kamu duduk saja bersama Thomas. Kamu tidak boleh lelah, karena Mama tahu kalau mengurus dua anak itu capeknya minta ampun," tutur mamanya.


"Sekarang kamu duduk ya, biar Mama yang mengurus semuanya!" ucap mertuanya. Terpaksa Amelia kembali ke tempat suaminya duduk. Thomas yang melihat istrinya kembali lagi, hanya tersenyum saja.


"Kan sudah aku bilang. Pasti Mama akan melarang kamu untuk bercapek-capek ria. Dia tidak akan rela kalau menantunya tuh jatuh sakit karena kecapean," ucap Thomas.


"Ish, Mas kok ngomongnya gitu!" manyun Amelia.


to be continued....


********************

__ADS_1


Yang suka, yuk tekan like, favorit, komentar, bunga dan votenya.


Jangan lupa juga tekan rate bintang lima...🥰😘😘


__ADS_2