Amelia

Amelia
Episode 13


__ADS_3

Sepulang dari kantor, Arga langsung menjalankan mobilnya ke arah Apartemen. Sebelumnya Arga sudah mengirimkan pesan kepada Amelia, bahwa dirinya akan pulang terlambat. Tidak membutuhkan waktu yang lama menuju Apartemen, karena memang jaraknya yang tidak terlalu jauh.


Arga memarkirkan mobilnya, dia turun dari mobil langsung menuju kamar Apartemennya.


Tok.. Tok... Tok


CEKREEK


"Mas?" panggil Ratih hendak memeluk, namun ditolak oleh Arga.


"Ratih, ada yang ingin aku sampaikan!" ucapnya.


"Aku juga, Mas! Giliran mas dulu, mas mau menyampaikan apa?" tanya Ratih. Arga mengeluarkan sebuah cek dari tas kerjanya. Dia menyerahkan cek tersebut kepada Ratih.


"Apa ini, Mas?" tanya Ratih, belum paham maksud dari Arga.


"Ini cek! Aku ingin kamu menerima cek ini, dan pergi dari kehidupan ku! Dengan cek ini, kamu bisa memulai hidup kamu yang baru!" tegasnya.


"Mas pikir aku wanita murahan! Setelah ditiduri lalu menerima uang itu dan pergi begitu saja?"


"Ck, mas benar-benar tega! Aku pikir setelah kejadian itu, mas akan bertanggung jawab dengan menikahiku! Bukankah mas yang mengatakan sendiri, akan menikahiku?"


"Sekarang apa? Mas malah ingin mencampakkan ku begitu saja! Dimana hati nuranimu, Mas?" cerca Ratih.


Hiks... Hiks... Hiks


"Bukan begitu, Ratih!"


"Aku sudah memiliki istri, aku tidak mungkin mengkhianatinya! Aku tidak bisa, Ratih!"


"Jujur, aku sangat mencintai istriku! Aku tidak mau kehilangan dirinya!" jawabnya.


"Lalu, bagaimana denganku, Mas? Siapa yang mau menikah dengan wanita yang sudah tidak perawan lagi?"


"Hiks .. Hiks .. Hiks! Mas jahat, mas benar-benar tega sama Ratih!" tangis Ratih.


"Ahhhhh!" kesal Arga, menjambak rambutnya karena frustasi.


"Pokoknya aku nggak mau tahu! Terserah kamu mau menerima cek itu atau tidak! Yang jelas aku tidak mungkin menikahimu! karena aku takut, jika istriku tahu!"


"Lebih baik kamu pikirkan lagi tawaranku, Ratih!" bujuk Arga, sambil berlalu pergi meninggalkan Ratih di Apartemen sendiri.


Ratih meremas ujung bajunya, dia sangat marah dan jengkel.


"Hmmm, cek ini memang besar! Tapi menjadi istrimu itu yang terpenting, karena dengan menjadi istrimu, seluruh uangmu akan menjadi milikku! Dan cek ini lebih baik aku simpan, untuk berjaga-jaga!" ucap Ratih berdialog dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


Sepuluh Hari Berlalu


Sepulang dari Rumah Sakit, Ratih langsung pergi menemui seseorang. Dia pergi dengan taksi menuju suatu tempat. Di dalam taksi, Ratih terus menatap sepucuk surat yang baru saja dia terima dari Rumah Sakit. Dia memiliki rencana licik atas surat tersebut, Ratih menampilkan senyum devilnya.


Taksi berhenti di depan rumahnya, setelah membayar ongkos taksi, dia turun dari taksi tersebut.


"Ibu?" panggilnya.


"Ratih, anakku!" jawab ibunya, sambil memeluk putri kesayangannya.


Saat itu, terkahir kali ibunya bertemu dengan Ratih, saat ayahnya membawa paksa Ratih entah kemana, dan setelah itu ibunya tidak bertemu dengan Ratih. Ibunya sangat bersedih hati, tidak bertemu putrinya lagi.


"Kamu dari mana saja, Nak? kenapa tidak pulang ke rumah?" tanya ibu.


"Ratih, baik-baik saja, Bu! Ratih terpaksa harus bersembunyi karena semuanya gara-gara Bapak!"


"Bapak tega menjual Ratih!" ujarnya lagi.


"Apa?" ibu Ratih sempat terkejut.


"Tapi sekarang, Ratih membutuhkan Bapak!" ucap Ratih membuat ibunya bingung.


"Untuk apa, Nak? sebaiknya kamu jangan bertemu dengan bapakmu dulu!"


"Nanti ibu akan tahu! Apakah Bapak di rumah?" tanya Ratih.


"Untuk apa kamu mencari bapakmu? sebaiknya kamu bersembunyi dulu!" nasehat ibunya.


"Sudah tidak apa-apa, Bu! Aku membutuhkan sedikit usaha bapak, agar aku bisa menikah!" ucapnya.


"Menikah?" sontak ibunya terkejut.


"Iya, Bu! Ratih akan menikah, maka dari itu Ratih membutuhkan bapak sebagai wali saya!" ujarnya.


"Siapa yang akan menikah?" suara bariton ayahnya, membuat ibu dan anak itu terkejut.


"Ratih! Dasar anak kurang ajar! Bagaimana kau bisa kabur dari madam Pretty?" tanya Samsul, Bapak kandung Ratih.


"Stop! Berhenti disitu!" ucap Ratih, menyuruh ayahnya agar tidak menyentuhnya dan menyakitinya.


"Jika bapak terus-menerus menyakiti saya, saya akan melaporkan bapak kepada pihak berwajib atas kasus penganiyaan!" gertak Ratih, Syamsul pun hanya bisa diam karena takut akan gertakan anaknya.


"Ratih datang kesini karena ada perlu sama bapak!" ucap Ratih, sambil menyodorkan amplop coklat berisi uang. Tentu saja Samsul sangat bahagia menerimanya.


"Katakan! Ada perlu apa kamu datang ke sini?" tanya Samsul. Ratih pun menceritakan maksud dan tujuannya menemui sang bapak. Samsul dengan senang hati, menuruti keinginan putrinya, tentu saja karena dia mendapatkan iming-iming uang yang banyak dari Ratih.

__ADS_1


"Baiklah, Sayang! Asalkan kau memberikan uang yang banyak, bapak akan menuruti semua perintahmu!" ucap Samsul tanpa merasa malu.


"Ck, dasar orang tua mata duitan! Tega-teganya memeras anak kandungnya sendiri!" batin Ratih. Setelah bertemu dengan kedua orang tuanya, Ratih langsung berpamitan pulang.


Ratih kembali ke Apartemen dengan menaiki taksi.


Seperti biasa, Amelia sudah berdandan sangat cantik untuk menyambut kepulangan suaminya.


Hari ini dia juga memasak makanan istimewa untuk suaminya, pasalnya hari ini dia berulang tahun. Dia sengaja membuat kue ulang tahun sendiri, karena menurutnya membuat sendiri akan terasa lebih istimewa. Amelia yang memang jago dalam hal memasak, tentu tidak membuatnya kesulitan.


Tidak menunggu lama suaminya pulang, Arga merasa terkejut, karena hari ini Amelia berdandan sangat cantik.



Memakai dress putih selutut, dengan lengan tertutup. Memakai sedikit bedak dan lipstik, membuat wajah Amelia tampil mempesona.


Amelia sudah berdiri dibelakang pintu masuk.


"Sayang? Apakah ini dirimu? Kamu cantik sekali!" puji Arga, membuat pipi Amelia sedikit memerah.


"Masa sih, Mas! Perasaan biasa saja!" jawab istrinya.


"Benar, Sayang! Hari ini kamu cantik banget!" puji suaminya lagi.


"Ah, sudah, ah, gombalnya! Sekarang Mas mandi dan bersih-bersih, karena hari ini Amel masak makanan yang istimewa!" ucapnya.


"Oh, ya!" Arga mendekati meja makan, ternyata memang benar istrinya masak makanan yang spesial, ditambah ada kue tart di sana.


"Ya ampun, aku lupa! Hari ini kan hari ulang tahun Amelia!" batin Arga.


"Happy birthday, Sayang!" ucapnya sambil memeluk istrinya.


"Terima kasih, Mas!" jawab Amelia.


"Aku lupa kalau hari ini adalah ulang tahun kamu! hadiahnya menyusul, yah!" ujar suaminya.


"Iya, Mas! nggak apa-apa kok! Amel ngerti dengan kesibukan mas Arga!" jawab istrinya.


"Ya sudah, sekarang mas cepetan mandi! Nanti kita makan malam bersama!"


"Okey!" jawab Arga, langsung menuju ke kamarnya dan langsung mandi.


Selesai mandi mereka memulai acaranya dengan memotong kue tart, dilanjutkan dengan makan malam romantis di rumah sendiri.


Arga sangat lahap menikmati masakan Amelia, memang masakan istrinya sangat enak dan pas di lidahnya. Arga sangat beruntung mendapatkan seorang istri seperti Amelia, bukan hanya cantik, Amelia juga sangat pandai memasak dan membuat kue. Kue tart buatannya juga tidak kalah enak dengan buatan toko.

__ADS_1


to be continued.......


__ADS_2