Amelia

Amelia
Episode 53


__ADS_3

Amelia tidak mampu mengatakan apapun kepada Thomas, lidahnya terasa sangat kelu. Ada rasa bahagia dan nyaman saat berada disisi Thomas, tapi dia tidak tahu apakah itu cinta atau sebuah perwujudan rasa terima kasih saja.


"Bagaimana Amelia? Apakah kau mau menerima ku?" tanya Thomas lagi membuat Amelia tersudut.


"Huft," Amelia menghembuskan nafasnya panjang.


"Aku tidak tahu harus menjawab apa? Karena bagiku ini terlalu cepat," ucapnya. Mendengar jawaban Amelia, Thomas tahu apa yang akan dikatakan oleh Amelia, Kemudian Thomas beranjak dari tempat duduknya, ia hendak melangkah keluar dengan wajah yang masam. Namun tangan Thomas ditarik Amelia agar duduk kembali di kursi itu.


"Apakah Mas tidak mau mendengarkan jawaban ku?" tanya Amelia dengan menahan tangan Thomas.


"Diammu sudah menjawab semuanya, Mel," sahutnya dingin.


Amelia melihat Thomas dengan wajah yang kecewa, jawabannya juga sangat dingin.


"Aku mau menikah denganmu, Mas," lirihnya. Thomas menoleh ke arah Amelia, dia tidak percaya dengan apa yang barusan di dengar.


"Apa? Coba ulangi lagi? Mas tidak dengar," ucapnya.


"Aku mau menikah denganmu, Mas," ucapnya. Tiba-tiba saja raut mukanya kembali ceria.


"Aku tidak salah dengar kan?" tanyanya. Amelia menggelengkan kepalanya. Thomas sampai berjingkrak-jingkrak seperti anak kecil yang baru mendapatkan mainan.


"Aku mau menikah dengan kamu, Mas! Tapi, tunggu sampai masa iddahku selesai," ujarnya.


"Baik, Sayang! Aku akan menunggu kamu, Apapun keputusan mu, pasti aku akan mendukungnya," kata Thomas sangat bahagia, dia menyentuh tangan Amelia dan mencium jemarinya dengan sayang.


Semenjak kejadian itu, tidak ada rasa canggung dan rasa malu diantara mereka. Hubungan keduanya semakin dekat dan semakin mesra. Bahkan Thomas sangat menjaga Amelia dan juga baby-nya.


Tiga hari berlalu akhirnya mereka diperbolehkan pulang oleh pihak Rumah Sakit. Semua biaya administrasi sudah dibereskan oleh Thomas. Tante Celine dan Sherly menjemput mereka dari Rumah Sakit. Setelah berpamitan dengan Alina, mereka pun meninggalkan Rumah Sakit menuju rumah.


Tidak terasa, mobil sudah sampai di depan rumah. Mereka semua turun dari mobil. Para pelayan menyambut kedatangan mereka semua dengan hangat. Amelia masuk ke dalam rumah, dan rumah sudah dihiasi oleh pernik-pernik dan lampu-lampu yang sangat cantik. Di sana tertulis ucapan selamat datang untuk Baby Aska ke rumah ini.


Amelia begitu bahagia dengan sambutan yang diberikan oleh semuanya. Dia meletakkan baby Aska di box bayi di kamar Amelia. Thomas mengekor di belakang Amelia. Melihat kedekatan Amelia dengan Thomas, Tante Celine menjadi curiga. Dia pun meminta penjelasan dari keduanya.


Thomas dan Amelia duduk di hadapan Tante Celine. Mereka di cecar dengan banyak pertanyaan. Dan mereka sudah tidak bisa menutupi perasaan mereka masing-masing. Akhirnya Thomas dan Amelia jujur dengan perasaannya masing-masing.


Tante Celine yang mendengar penuturan mereka, terlihat sangat bahagia. Akhirnya, Amelia bersedia membuka hatinya kembali untuk pria lain.

__ADS_1


"Mamah sangat bahagia, akhirnya kalian saling mencintai," ujarnya. "Inilah yang selalu Mama harapkan dari dulu," imbuhnya lagi.


"Biar Mama mempersiapkan pernikahan kalian, setelah masa Iddah Amelia selesai, kalian bisa langsung menikah," ucap Mama.


"Itu yang Thomas pikirkan, Ma! Agar tidak menimbulkan fitnah, kami ingin secepatnya menikah," jelas Thomas.


"Mama sangat bahagia mendengarnya, bagus kalau kalian memiliki pemikiran itu, Mama sangat suka," ungkapnya.


Dari hari ke hari hubungan mereka semakin romantis, Thomas selalu memberikan perhatian-perhatian yang tidak pernah Amelia dapatkan dari mantan suaminya. Bahkan Thomas selalu mementingkan kepentingan Amelia dan bayinya dibandingkan dengan kepentingannya sendiri.


Hari ini Amelia sedang memasak di dapur untuk keluarganya, tiba-tiba ada tangan melingkar dari belakang. Dan sudah pasti itu adalah tangan Thomas.


"Mas, kamu sudah pulang?" tanya Amelia.


"Kok kamu tahu itu aku?" tanya Thomas.


"Cuma kamu yang berani memelukku dari belakang," ujarnya. Amelia menoleh ke arah Thomas. Dia menatap lekat manik Thomas, dia baru menyadari bahwa Thomas sangatlah tampan, bahkan lebih tampan dari mantan suaminya.


"Sedang masak apa?" tanya Thomas.


"Aku sedang memasak Sop daging kesukaan Sherly," jawabnya. "Mas juga pasti akan suka," tambahnya.


"Tidak mau, Mas ingin menemani kamu memasak" ujarnya.


"Ck, manja," desisnya. Thomas tersenyum nakal.


Selesai memasak mereka berdua menyajikan beberapa masakan dimeja makan, Tante Celine dan Sherly menyapa keduanya.


"Wah, kalian yang menyiapkan ini semua? Kompak sekali!" goda Celine.


"Iya, dong, Ma," jawab Thomas.


"Silahkan, Tan! Cicipi?" ujarnya.


"Kok masih memanggil Tante?" ucapnya. "Sebentar lagi kamu akan menjadi menantu di rumah ini, jadi, panggil Mama, seperti Thomas dan juga Alina," tegas Celine.


"Tapi?" Amelia nampak berfikir.

__ADS_1


"Panggil saja Mama, Sayang," suruh Thomas.


"Iya, panggil Mama," ucap Celine.


"Baiklah, Ma," ucap Amelia.


"Gitu dong," senang Celine, "Oya, kalian harus mempersiapkan baju pernikahan, perhiasan, dekorasi tempat acara, semuanya harus dipersiapkan dengan matang," ucap Mama.


"Tidak usah terlalu mewah, Mah! Amelia hanya ingin pesta yang sederhana saja, yang penting sah," ucapnya.


"Apakah kamu tidak mau pesta yang sangat meriah, Sayang?" tanya Thomas.


"Mas, yang terpenting itu adalah sah nya sebuah pernikahan! Masalah pesta tidak terlalu penting" jelasnya.


"Baiklah, kalau begitu," ucap Thomas. "Nanti besok kita akan fitting baju pengantin," ucap Thomas.


"Baiklah," jawab Amelia. "Tapi, Bagaimana dengan Aska?" tanya Amelia.


"Sama Sherly saja, Tan," ucap Sherly.


"Terima kasih, Sayang! Kamu memang seorang kakak yang baik," puji Amelia mengelus rambut Sherly.


"Sherly, sebentar lagi Tante Amelia akan menjadi Mama kamu, jadi, panggil Tante dengan panggilan Mommy," ucap Thomas kepada putrinya.


"Benarkah?"tanya Sherlly tidak percaya.


"Hore .... Hore! Akhirnya Sherly punya Mommy," girangnya. Membuat Mereka semua tersenyum.


Setelah makan malam, Amelia melihat Aska yang mulai menangis karena perutnya merasa lapar. Amelia menyusui Aska, memberikan sumber kehidupan untuk Aska. Hingga kenyang barulah Aska tertidur kembali. Amelia merasakan tubuhnya sangat lelah, dia pun tertidur dengan mendekap tubuh Aska disampingnya.


Thomas yang baru selesai menyelesaikan sedikit pekerjaannya, memutuskan untuk melihat calon istrinya terlebih dahulu sebelum dia beristirahat di kamarnya sendiri.


"Amelia?" panggil Thomas. Setelah membuka pintu kamarnya, ternyata Amelia sudah tertidur dengan pulas dengan mendekap tubuh mungil Aska.


Thomas mengambil Aska di dekapan Amelia, dan memindahkannya ke box bayi. Kemudian dia membenarkan posisi tidur calon istrinya supaya merasa nyaman. Sekilas Thomas melihat wajah cantik istrinya, yang tertutup oleh rambut panjangnya. Dia mengecup kening Amelia dengan sayang.


"Aku akan selalu menjaga mu dan Aska," ucapnya. "Aku berjanji akan mencintaimu dan menyayangimu dengan segenap hatiku," ucapnya. Kemudian Thomas menyelimuti tubuh Amelia, dan dia keluar dari kamar Amelia untuk beristirahat di kamarnya sendiri.

__ADS_1


to be continued....


__ADS_2