
Keesokkan Paginya
Mereka sudah bersiap-siap untuk pergi ke Panghegar Water Boom. Sherly begitu antusias untuk segera mendatangi tempat tersebut. Dia sudah menyiapkan baju renang dan pelampung. Padahal Daddy-nya sudah melarang untuk membawanya.
"Sherly ini benar-benar anak yang aneh! Kenapa coba harus membawa pelampung dari rumah. Disana juga kan ada yang menjualnya," sungut Thomas.
"Biarkan saja, Mas. Yang penting Sherly bahagia," bisik Amelia.
Kemudian Thomas melajukan mobil menuju tempat tersebut. Baru berjalan menuju pintu masuk saja, Sherly sudah begitu bahagia. Dia menarik-narik tangan oma Celine agar jalannya lebih cepat lagi.
"Astaga, Mas, itu kasihan Mama. Tangannya ditarik-tarik oleh Sherly. Nanti bisa jatuh, Mas!" tutur Amelia.
"Iya, Sayang," jawab Thomas. Kemudian Thomas, mengejar Sherly dan bergantian menggandeng putrinya masuk ke dalam. Mama Celine nampak ngos-ngosan, Amelia merasa kasihan dengan Mama mertuanya.
"Mama nggak apa-apa kan?" tanya Amelia.
"Nggak apa-apa, Sayang. Nafas Mama hampir copot," ujarnya.
"Mama nggak apa-apa?" tanya Alina.
"Nggak apa-apa, Al," jawab Mama.
"Mama mau digendong?" tanya Bram.
"Kamu pikir Mama anak TK?" cebik Mama Celine, membuat Amelia dan Alina tertawa geli.
Thomas memilih tempat yang nyaman untuk duduk. Sebuah rumah panggung, dengan atap dari daun-daun kering. Sangat adem dan nyaman, sangat bagus untuk beristirahat di sana.
Sherly dan Bram langsung menjebur ke kolam renang. Sedangkan Alina hanya bermain air di tepian kolam renang. Dengan jahil, Bram menarik kaki istrinya supaya ikut menikmati wahana tersebut. Basah lah semua tubuh istrinya, membuat Alina memberengut sangat kesal. Sherly ikut terkekeh dan berusaha menjahili tantenya.
"Sayang, Ayo kita bermain air?" ajak Thomas yang baru datang dari arah belakang. Ternyata suaminya sudah bertelanjang dada, hanya menyisakan celana boxernya saja.
"Ck, Mas pikir aku anak kecil!" sungut Amelia.
"Apakah kau tidak iri dengan Bram dan Alina?" tanya Thomas.
"Tidak mau! Bagaimana dengan Aska?" tanya Amelia. Kemudian Thomas mengambil Aska dari gendongan istrinya. Thomas langsung melepaskan baju Aska, dan menyisakan celana pendeknya saja, seperti Daddy-nya.
"Ayo, Boy, Kau juga harus berenang seperti Kakak Sherly," ucap Thomas.
"Nanti masuk angin, Mas?"
"Tenang, Sayang, bayi berusia empat bulan harus belajar mengenal air. Sherly juga begitu?" ucap Thomas.
__ADS_1
"Astaga, Mas?" ucap Amelia.
"Biarkan saja, Sayang! Thomas tahu apa yang harus dilakukannya," ucap Mama Celine.
Aska memang anak yang terbilang sangat aktif. Sebelum usianya empat bulan, dia sudah mampu duduk dan menopang tubuhnya sendiri, walaupun belum sempurna. Namun, dia terbilang anak yang pertumbuhannya sangat cepat. Bahkan, dia sangat cepat merespon orang-orang yang mengajaknya bicara. Terkadang Aska membalasnya dengan senyuman ataupun gerakan yang sangat menggemaskan.
Thomas memegangi tubuh Aska yang mengapung di air. Thomas sengaja membelikan putranya pelampung kecil. Aska begitu bahagia, dia sangat aktif di air. Bahkan tidak ada rasa takut sedikitpun. Amelia yang menontonnya di tempat duduk, hanya menggelengkan kepala.
Sherly melihat adiknya sedang bermain air, dia langsung mendekat ke arah Aska. Kemudian mereka bertiga bermain bersama. Sedangkan Amelia, memesan makanan dan minuman untuk mereka semua. Dia juga membeli banyak ice Cream untuk putri cantiknya.
"Dari mana?" tanya Mama Celine.
"Habis dari toilet, terus langsung memesan makan, Ma," jawab Amelia.
"Oh, iya. Mama hampir lupa. Mama juga sudah lapar," ucap Mamanya.
"Sebentar lagi makanan datang," ucap Amelia.
Beberapa menit kemudian, makanan yang sudah dipesan Amelia datang. Amelia menyuruh mereka untuk menyudahi acara berenangnya. Dia menyuruh semuanya naik untuk makan siang.
Mereka semua menikmati makanan yang dipesan oleh Amelia. Aska yang sudah terlihat kedinginan, dia langsung mengambil putranya dari gendongan sang suami.
"Mau kemana, Sayang?" tanya Thomas.
"Aku mau membilas tubuh Aska dulu, Mas," ucap Amelia.
Setelah membersihkan tubuh putranya, dia juga memakaikan baju pada tubuh Aska. Aska sudah terlihat tampan dan wangi khas bayi.
"Olesi perutnya dengan minyak telon, Mas. Biar tidak masuk angin," tutur Amelia.
"Sudah, Sayang," jawab Thomas.
Selama dua jam, Sherly dan Bram berendam di kolam renang. Banyak wahana yang sudah mereka nikmati. Hingga tubuh Sherly mulai merasa kedinginan, dia pun bergegas naik ke atas.
"Sayang, bilas dulu badan kamu!"
"Oke, Mam," jawabnya. Bram menemani Sherly untuk membilas badannya.
Acara bermain dengan wahana air akhirnya selesai juga. Thomas mengajak mereka untuk pulang.
Sampai di hotel, Sherly langsung masuk ke kamarnya, dia terlihat kelelahan. Begitu juga dengan Bram dan Alina. Disusul oleh Mama Celine, yang sedari tadi terus menguap.
"Mama, beristirahat saja. Mama pasti capek!" ucap Amelia.
__ADS_1
"Terima kasih, Sayang. Badan Mama memang capek banget!" ucapnya.
"Iya, Ma. Selamat beristirahat," ucap Amelia.
Amelia menidurkan buah hati satunya di tempat tidur. Aska tertidur pulas, dengan mimik wajah yang sangat damai. Amelia tersenyum bahagia memandangi wajah damai Aska.
"Sayang?" panggil suaminya memeluk istrinya dari belakang.
"Hem, Ada apa mas?" tanya Amelia lembut.
"Seharusnya ini adalah malam honey moon kita," ujar Thomas, "Rencana ku gagal, gara-gara Sherly meminta berlibur kesini," cibirnya.
"Ish, jangan bilang gitu dong, Mas! Liburan kali ini, aku sangat bahagia. Karena kita sekeluarga bisa berlibur bersama. Mas tidak melihat Sherly begitu bahagia," terangnya.
"Memangnya kamu tidak mau honey moon, Sayang?"
"Mau dong, Mas. Tapi, masalah itu kita pikirkan nanti. Yang penting, Sherly bahagia," ucapnya.
"Aku sangat beruntung mendapatkan istri seperti kamu. Kamu seorang istri yang sangat sabar, penyayang dan sangat baik," ucapnya. Amelia hanya tersenyum mendengarkan penuturan suaminya.
"Oya, Sayang, Bagaimana kalau kita buat satu anak lagi?" tanya Thomas tiba-tiba.
"Apa?" kaget Amelia.
"No, Mas. Aska masih terlalu kecil kalau diberi adik," manyun istrinya. Thomas hanya terkekeh geli melihat tingkah menggemaskan Amelia.
"Aku cuma bercanda, Sayang," kekehnya.
To be continued......
***********************************
Hey ² , ketemu lagi sama Author. Terimakasih banyak atas dukungannya untuk karya ini. Yang suka, ayo kasih like dan bunganya banyak- banyak.
Dukungan para Readers adalah penyemangat untuk Author.
Yuk, Cap Cus, , , , ,
Mampir juga karya ku yang lain berjudul "HIDDEN RICH TWINS" .....
BLURB :
Halwa Callista adalah seorang wanita yang sangat cantik dengan sejuta kemampuan. Dia adalah seorang pengusaha wanita muda di Belanda. Dia terpaksa harus menyembunyikan identitasnya karena ingin mengungkapkan sebuah rencana pembunuhan terselubung kepada saudara kembarnya bernama Salwa Callista, yang berpisah sejak bayi karena perceraian orang tua.
__ADS_1
Salwa sendiri terbaring koma di RS karena sebuah kecelakaan tragis. Untuk mengungkapkan misteri tersebut dia harus berpura-pura menjadi saudara kembarnya. Siapakah yang bertanggung jawab atas kecelakaan saudara kembarnya?
Happy Reading...💕💕💕