Amelia

Amelia
Episode 23


__ADS_3

"Ada apa dengan wajahmu?" tanya Celine penasaran. Amelia nampak sangat pucat dan sedih, Celine bisa melihat itu.


"Katakanlah?" tanyanya lagi.


"Apakah suami kamu yang melakukan ini semua?" tanya Tante Celine penuh selidik.


"Bukan, Tante! Ini semua karena ibu mertua saya," lirihnya.


"Kenapa ibu mertuamu bisa sangat jahat kepadamu, Nak?" tanya Celine sangat iba dengan nasib Amelia.


"Entahlah, Tante! Mungkin ini semua gara-gara pengaduan dari madu suamiku, Tan!" jawabnya. Celine memeluk tubuh Amelia dengan sayang.


"Kamu harus pergi ke Dokter, Nak! Jangan dibiarkan saja, nanti infeksi!" saran Tante Celine.


"Iya, Tan," jawabnya. Setelah pekerjaan Amelia selesai, Celine mengajak Amelia untuk berobat. Celine juga mengajak Amelia untuk mengecek kandungannya, Celine takut kandungan Amelia bermasalah, karena mendapatkan banyak tekanan dari berbagai pihak.


Setelah melewati beberapa pemeriksaan, ternyata janin yang ada di kandungan Amelia sehat dan kuat. Celine dan Amelia tersenyum bahagia. Semua biayanya, Celine yang menanggungnya. Awalnya Amelia menolaknya, namun Celine tidak suka ada kata penolakan. Amelia pun hanya pasrah saja, dia merasa tidak enak hati kepada Tante Celine yang sudah terlalu baik kepadanya. Setelah pergi ke Dokter, Celine mengajak Amelia untuk menjemput Sherly di Sekolahnya. Jam juga menunjukkan pukul 3 sore, sedangkan butik sudah Celine pasrahkan kepada Rani, salah satu karyawan kepercayaan Celine.


Mobil berhenti di depan Sekolah Sherly, semua anak-anak baru saja keluar dari Sekolah, nampak Sherly juga keluar dari Sekolah. Tante Celine melambaikan tangannya memanggil Sherly, Sherly berlari senang ke arah Omanya, dan ternyata Tante cantiknya juga ikut menjemput dirinya. Betapa bahagianya hati Sherly.


"Tante?"


"Kita bertemu lagi," ucapnya, membuat Amelia sangat gemas.


"Iya, Sayang, kita bertemu lagi! Sherly kangen Tante tidak?" tanya Amelia.


"Kangen dong, Tan!" jawabnya sangat menggemaskan.


"Tante juga kangen banget sama Sherly," jawabnya lagi.


"Sama Oma kangen tidak?" tanya Omanya.


"Tentu saja, Oma! Oma kan kesayangan Sherly," ucapnya sangat lucu, membuat para orang dewasa tersenyum bahagia. Entah kenapa, jika bertemu Sherly, Amelia bisa melupakan rasa sedihnya.


Tante Celine mengajak Amelia makan ice Cream, ditempat favorit cucunya. Sherly begitu bahagia, dia terus saja menempel seperti perangko di tubuh Amelia. Bahkan saat makan Ice Cream, Sherly meminta Amelia untuk menyuapinya. Tante Celine bisa merasakan aura seorang ibu dengan sejuta kasih sayang di diri Amelia. Celine begitu bahagia melihat keakraban cucunya dengan Amelia.


Selesai makan ice Cream, Celine mengantarkan Amelia pulang. Sherly juga nampak sangat kelelahan, dia tertidur di kursi penumpang dengan berbantalkan paha Omanya. Sampai di rumah, Celine meminta tolong kepada sopir untuk membopong tubuh Sherly masuk ke dalam rumah. Ternyata putranya Thomas sudah menunggu sedari tadi duduk di ruang tamu.

__ADS_1


"Mah?" panggilnya.


"Thomas."


"Jangan keras-keras, Sherly tertidur!" ucap Celine kepada putranya. Kemudian Pak Sopir meletakkan gadis kecil itu di kamarnya.


Celine seorang singel parents, ia memiliki dua orang anak, yaitu Thomas William dan Alina William. Thomas William adalah anak pertama dari Tante Celine, papa dari Sherly. Seorang duda kaya, pemilik Perusahaan besar yang sangat terkenal di kalangan pembisnis. Sudah pernah menikah, namun penikahannya gagal karena suatu alasan. Thomas sendiri belum menikah lagi karena merasa takut mengalami kegagalan untuk kedua kalinya. Sedangkan Alina adalah seorang Dokter kandungan, belum menikah. Dia juga sangat sibuk dengan jam prakteknya sebagai Dokter. Dia tidak tinggal bersama dengan Mamanya, karena dia memiliki Apartemen sendiri yang dekat dengan Rumah Sakit, tempatnya praktek. Cuman satu Minggu sekali, Alina akan pulang dan menengok Mama tercintanya.


"Dari mana sih, Ma?" tanya Thomas kepada Mamanya.


"Mama baru saja mengajak Sherly makan ice Cream, dia nampak sangat bahagia," ucap Mama.


"Kapan kamu pulang?" tanya Celine kepada putranya.


"Baru saja, Ma! Kata pelayan, Mama dan Sherly belum sampai rumah! Makanya Thomas menunggu Mama," jelasnya.


"Benarkah?"


"Thom, Apakah kau tidak ingin menikah lagi? Lihatlah putrimu, dia sangat ingin memiliki Mama!" ucapnya kepada putranya.


"Sudahlah, Nak! Jangan memikirkan mantan istrimu lagi! Dia saja sudah tidak pernah memikirkan Sherly! Apalagi memikirkan mu!" ucap Celine.


"Aku tidak pernah memikirkan wanita yang sudah tega meninggalkan ku, demi laki-laki lain! Aku hanya belum siap untuk berumah tangga lagi!" jawabnya.


"Bagus, kalau kamu tidak memikirkan wanita itu lagi! Mama harap kamu fikirkan apa yang Mama katakan kepadamu!" tegas Mama.


"Iya, Ma!"


"Thomas mau mandi dulu! Nanti kita sambung lagi ngobrolnya!" ucap Thomas di angguki oleh Mama, Thomas beranjak dari tempat duduknya, naik ke lantai dua, letak kamar pribadinya.


Thomas menyambar handuknya menuju kamar mandi. Dia merendamkan tubuh sixpacknya di bathtub yang cukup besar, dengan wewangian aromaterapi wangi lavender. Baunya menyeruak sampai seluruh ruangan. Sambil menatap ke arah langit-langit kamar mandinya. Dia mengingat-ingat masa lalunya bersama sang mantan istri.


Kala itu, dia sangat bahagia dengan pernikahannya. Satu Minggu pernikahan, dia mendapatkan kabar yang sangat menggembirakan bahwa istrinya positif hamil. Hari-harinya dipenuhi dengan kebahagiaan. Siang malam, dia bekerja sangat keras agar kebutuhan sang istri terpenuhi. Hingga setelah melahirkan, kebahagiaannya tidak bisa diungkapkan lagi dengan kata-kata.


Setelah putrinya menginjak usia dua bulan, dia harus dihadapkan dengan perselingkuhan istrinya, dengan sahabatnya sendiri. Bahkan sang istri meminta bercerai, disaat putri mereka masih membutuhkan ASI. Kemarahan Thomas tidak bisa dibendung lagi, semua fasilitas yang diberikan Thomas kepada istrinya, dia bekukan. Termasuk Apartemen, mobil, bahkan saham. Sekarang, Thomas mendengar bahwa mantan istrinya sudah menikah dan hidup di Australia.


Selesai mandi Thomas memakai baju santainya. Dia pergi ke kamar putri kecilnya, untuk melihat apakah Sherly sudah bangun atau belum. Dengan dibantu oleh baby sister, ternyata Sherly sudah mandi dan cantik.

__ADS_1


"Sayang?" panggil papanya.


"Papa." Sherly menghambur ke pelukan papanya.


"Kapan papa pulang?" tanyanya.


"Kapan yah?" goda Thomas, sambil menggelitik tubuh putri kecilnya.


"Geli, Pah! Geli!"


"Ha .... ha ..... ha." tawa Cherly merasa sangat bahagia, akhirnya bisa bertemu dengan papanya kembali. Mereka memang jarang bertemu, itu semua karena kesibukan Thomas mengurus beberapa Perusahaannya.


"Sebentar ya, Papa punya hadiah buat kamu, Sayang!" ucap Thomas, kemudian Thomas kembali ke kamarnya untuk mengambil boneka beruang yang sangat besar.


"Taraaa." Thomas memberikan boneka jumbo itu kepada putri kesayangannya.


"Wow, besar sekali, Pa!" heran Sherly, karena bonekanya memang sangat besar, bahkan tingginya dengan dirinya hampir sama.


"Kau suka?" tanya Thomas.


"Sangat suka, Pa!" jawabnya sangat bahagia.


to be continued.....


***************************************


Note.


Sebelum lanjutin, yuk kasih Like and votenya, Silahkan kasih komentar juga boleh banget...


Dukungan para Readers membuat Author lebih bersemangat nulis, halunya......🤭🤭😆😆😆🥰🥰🥰🥰


Saya kasih visualnya Sherly dulu, biar halunya tambah maksimal......



Selamat membaca......💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2