
"Aku hanya tidak suka ada seseorang selain aku yang menyukai dirimu," ujarnya. Hatinya berdesir sangat aneh, dan juga sangat bahagia. Ternyata suaminya benar-benar takut kehilangan dirinya. Amelia menggenggam tangan Thomas, dan menyenderkan kepalanya dilengan sang suami.
"Itu hak mereka, Mas. Yang terpenting, hatiku kan hanya untukmu," ucap Amelia sambil mengusap tangan suaminya.
"Aku sangat mencintaimu, Mas. Jadi kau tidak perlu meragukan kesetiaan ku," ucapnya.
"Iya, Sayang," jawabnya, sambil mengecup puncak kepala sang istri, "Aku minta maaf jika sikapku berlebihan. Aku hanya takut kehilanganmu saja!"
***Satu Minggu Berlalu***
Hari ini butik sedang sangat ramai. Semua karyawan sampai kualahan menghadapi pelanggan yang kian membludak. Belum lagi ibu-ibu rempong yang ingin dilayani secara cepat. Tidak perduli dengan pelanggan lain yang juga sedang dilayani.
Amelia juga turut membantu. Dia tidak mau hanya berpangku tangan melihat karyawannya sedang sibuk. Dia juga membantu melayani pembeli yang sudah menjadi langganan tetap butik ini. Dengan ramah dan luwes Amelia melayani pelanggannya. Membuat pelanggan puas dengan layanan sang pemilik butik.
Jam makan siang telah tiba. Amelia menyuruh Rani dan karyawan lain untuk beristirahat. Sedangkan Amelia menunggu suaminya untuk makan siang bersama. Namun yang ditunggu-tunggu tidak kunjung datang. Dia sudah berusaha untuk menelfon sang suami. Hanya panggilan operator telepon yang menjawab. Amelia pun memutuskan untuk menunggu suaminya diluar.
Saat sedang menunggu suaminya. Seorang pria yang sangat ia kenal belakangan ini, mendekat ke arahnya. Amelia tahu itu adalah Diego, namun yang membuatnya aneh, sejak kapan Diego berdiri di depan butiknya.
"Hey, cantik!" sapa Diego. Amelia hanya mengulas senyum tidak suka dengan tindakan nekad pria didepannya.
"Sedang apa Anda disini?" tanya Amelia.
"Menunggumu," jawabnya singkat dan jelas.
"Pak Diego. Saya tidak tahu apa maksud Anda. Tapi, Tolong jauhi saya! Karena saya seorang wanita yang bersuami. Saya tidak enak jika ada orang yang melihat!" tutur Amelia, "Apalagi kalau suami saya melihat Anda disini. Dia bisa sangat marah!"
"Wah, ternyata suami kamu seorang yang temperamental ya?" ujarnya.
"Siapapun orangnya, jika melihat istrinya sedang bersama pria lain pasti akan marah!" sungut Amelia. Diego justru tergelak bahagia.
"Dasar aneh!" batin Amelia.
"Meskipun begitu aku tidak akan mundur untuk mendapatkanmu!" ucap
Diego.
"A-pa?" Amelia membelalakkan matanya.
"Kamu tahu. Rasanya sangat sakit jika kehilangan seseorang yang sangat kita cintai. Dan itulah yang saya alami selama bertahun-tahun. Dan melihatmu untuk pertama kalinya, saya mulai jatuh cinta sama kamu," kekehnya.
"Anda sudah tidak waras ya! Saya ini sudah bersuami. Dan saya sangat mencintai suami saya!" marah Amelia.
"Aku tidak perduli. Bila perlu Aku akan menghancurkan rumah tanggamu. Dan Kau akan menjadi milikku!" ucap Diego membuat Amelia marah.
PLAKKK ...
Tamparan keras berhasil mendarat di pipi Diego. Seketika pipi Diego memanas dan perih. Ada darah segar yang keluar dari sudut bibirnya. Diego menyekanya dan menjilati darah tersebut. Dia mencengkeram lengan Amelia dengan erat.
"Sakit, Lepaskan!" teriak Amelia.
"Aku akan membuat suamimu menceraikanmu! Dan akan aku pastikan kau menjadi milikku!" bisik Diego ditelinga Amelia. Amelia sangat ketakutan. Tubuhnya bergetar hebat.
"Lepaskan! Aku akan berteriak jika kau tidak melepaskanku!" ancam Amelia. Diego pun melepaskan cengkeramannya di lengan Amelia. Amelia memberhentikan taksi dan pergi dari tempat itu.
to be continued ....
☄️☄️☄️☄️☄️☄️
__ADS_1
Mau rekomendasiin karya Author yang lain, bergenre horor. Bantu like teman-teman..🙏🙏
JUDUL : KADARSIH
Bab 8 :
BUGH ...
BRAKK ...
Salah satu warga mendorong tubuh kurus itu hingga kembali terjatuh. Bu Darno menarik selendang warna merah yang menutupi kepala Darsih yang pelontos. Sontak mereka tertawa terbahak-bahak, mereka mengejek dan menghina penampilan Darsih sekarang. Kadarsih jatuh tersungkur dengan kilatan mata yang memerah. Dia berdiri dengan menarik selendangnya, dan menutupi kepalanya kembali.
"SUDAH CUKUP KALIAN MENERTAWAKANKU? KALIAN SEMUA MEMANG BUKAN MANUSIA. KALIAN SEMUA ADALAH MANUSIA TERKUTUK. AKU KADARSIH, AKAN PERGI DARI KAMPUNG INI. DAN AKU AKAN MENUNTUT BALAS ATAS PENGHINAAN YANG KALIAN LAKUKAN TERHADAPKU. TERUTAMA KAU!" Darsih menatap tajam ke arah Bu Darno.
"DAN KAU, KAU JUGA!" Darsih menatap ke Bu Heni dan Bu Wati.
"DAN KAU BAJ\*NG\*N!" Darsih menatap mantan suaminya dengan tatapan kebencian.
"Suami kalian akan bertekuk lutut di hadapanku. Hingga kalian sendiri yang akan meminta pengampunan dariku!" kilat mata Kadarsih menatap tajam ke arah orang-orang yang sudah tega mengusirnya. Mereka tertunduk takut melihat kilatan merah kebencian yang terpancar dari mata Kadarsih. Saat Kadarsih berjalan melewati kerumunan itu, tak seorangpun yang berani untuk bersorak Sorai.
Kadarsih pergi meninggalkan kampungnya, dengan perasaan yang hancur. Rasa sakit yang ada di dadanya membuat dia bertekad untuk pergi dari desanya. Dia berjalan melewati persawahan, perkebunan, dan jalan raya.
Dia duduk di sebuah gubuk kecil, bekas kandang kambing yang sudah lama tidak digunakan. Dia termenung, menangis sendirian. Tidak satupun orang yang perduli dengannya, tidak satupun orang yang iba dengan kondisinya. Sekarang dia tidak memiliki penyemangat untuk hidupnya. Hatinya terasa sangat gersang dan sakit. Seperti ditusuk sembilu, ditempa dengan besi berkarat. Dadanya terasa sangat sesak. Air matanya terus mengalir membasahi pipi, tanpa ia pinta.
Beban hidup yang ia jalani terasa sangat berat. Namun dia bisa tegar selama anak-anak masih ada disisinya, namun sekarang dia sudah tidak memiliki tujuan untuk hidup. Dia berjalan melangkah ke hutan, dan berdiri tepat di tepi sungai yang arusnya sangat deras. Dia memejamkan mata dan menjatuhkan dirinya ke sungai.
BYURRRRRRR .......
Bantu like, favorit, komentar, vote, bunga.....🙏🙏🙏
Happy reading....😘😘😘
I Love you sekebon ...
Happy reading....😘😘😘
I Love you sekebon ...
Happy reading....😘😘😘
I Love you sekebon ...
Happy reading....😘😘😘
I Love you sekebon ...
__ADS_1
Happy reading....😘😘😘
I Love you sekebon ...
Happy reading....😘😘😘
I Love you sekebon ...
Happy reading....😘😘😘
I Love you sekebon ...
Happy reading....😘😘😘
I Love you sekebon ...
Happy reading....😘😘😘
I Love you sekebon ...
Happy reading....😘😘😘
I Love you sekebon ...
Happy reading....😘😘😘
I Love you sekebon ...
Happy reading....😘😘😘
I Love you sekebon ...
Happy reading....😘😘😘
I Love you sekebon ...
Happy reading....😘😘😘
I Love you sekebon ...
Happy reading....😘😘😘
I Love you sekebon ...
Happy reading....😘😘😘
I Love you sekebon ...
Happy reading....😘😘😘
I Love you sekebon ...
Happy reading....😘😘😘
I Love you sekebon ...
Happy reading....😘😘😘
I Love you sekebon ...
Bantu like ya...🙏
Bantu like ya...🙏🙏
__ADS_1
Bantu like ya...🙏🙏