
Camille mengatakan sesuatu yang cukup mengejutkan sehingga semua orang yang mengerumuni Andressa mendadak hening. Namun, Andressa hanya membalas dengan sebuah senyum tipis dan menyebalkan.
Camille tidak berhenti sampai di sana saja. Dia masih melanjutkan perkataan yang menyebabkan banyak kontroversi.
"Apa Anda tahu kalau Kaisar dan saya akan dijanjikan oleh Ibu Suri untuk bertunangan?" Camille sengaja memancing amarah Andressa.
"Lalu bagaimana? Kaisar menolaknya bukan? Beliau tidak mau bertunangan apalagi menikah denganmu." Sontak Andressa menutup mulutnya. "Upss, apakah aku baru saja membeberkan sesuatu yang bersifat rahasia?"
Andressa mengambangkan senyum licik. Camille merasa dipermalukan oleh pernyataan Andressa barusan.
"Saya tidak ditolak. Anda jangan sembarangan menciptakan opini. Apa Anda pikir wanita secantik saya dapat ditolak Kaisar?" ujar Camille terdengar angkuh membanggakan dirinya sendiri.
"Benarkah? Tetapi, Kaisar bercerita kepada saya beliau tidak menyukai Anda. Bahkan, beliau sudah menolak Anda di hadapan Ibu Suri. Apakah saya salah? Tolong jangan membuat cerita aneh tentang Kaisar, Nona. Pahami posisi Anda dan juga posisi Kaisar," tekan Andressa.
Camille menggeram sakit hati. Kedua tangannya mengepal erat akibat kemarahan memendam di hati. Padahal niat pada mulanya ialah mempermalukan Andressa. Akan tetapi, segalanya berbalik dalam sekejap.
__ADS_1
"Cerita aneh? Ini bukan cerita aneh. Dari segi mana pun saya adalah kandidat paling cocok menjadi Permaisuri. Oh, mungkinkah Anda berharap menjadi Permaisuri? Mustahil! Seorang rakyat jelata tak bisa menjadi Permaisuri."
"Pfft, hahaha."
Andressa tiba-tiba tertawa. Dia menertawakan pemikiran Camille yang benar-benar sangat berharap bahwa Lorcan akan menjadikannya sebagai Permaisuri.
Kemudian Camille bertanya, "Kenapa Anda tertawa? Apa ada yang lucu?"
"Maaf, tetapi ini memang sangat lucu. Memangnya ada yang salah dari status saya sebagai rakyat jelata? Setidaknya otak saya lebih cerdas dibanding bangsawan seperti Anda. Ya, saya bersyukur, saya punya bakat mengesankan daripada Anda."
Andressa melanjutkan, " Nona, jangan pikir jika menjadi Permaisuri tidak butuh kecerdasan. Emilian butuh wanita cerdas yang dapat membangun negeri ini. Lalu apakah Anda punya itu? Apa Anda bisa menjadi wanita cerdas sesuai yang diharapkan rakyat?"
Camille kian geram bukan main. Rasanya sangatlah keterlaluan mendengar Andressa secara tidak langsung malah menghinanya. Para bangsawan juga ikut terkekeh. Mereka menilai tidak ada yang salah dari apa yang dikatakan Andressa.
"Kurang ajar! Beraninya kau mempermalukanku! Apa kau tidak tahu siapa aku?!" Intonasi suara Camille meninggi seketika.
__ADS_1
"Tahu. Anda adalah Nona dari keluarga Duke Fidel. Anda adik dari Tuan Muda Gibson Fidel sekaligus gadis bangsawan yang punya reputasi bagus di kalangan banyak orang," jawab Andressa menaggapinya secara tenang dan santai.
Camille tidak terima apa yang diucapkan Andressa.
"Dasar kau wanita sialan!"
Kemudian Camille mengayunkan tangan dan berniat menyiram Andressa dengan segelas wine di tangannya. Namun, Camille telah berbuat satu kesalahan.
Lorcan muncul dan menggagalkan aksi Camille. Dia dengan sigap berdiri di depan Andressa serta membiarkan pakaiannya basah disirami oleh wine.
"Y-Yang Mulia, A-Anda ... apa yang Anda lakukan? Saya—"
"Nona Fidel, tampaknya kau kian bernyali dari hari ke hari. Apa kau baru saja ingin mengotori gaun yang susah payah aku beli untuk Andressa?"
Suara Lorcan begitu dingin hingga menyengat sampai ke dada. Sekujur badan Camille gemetar hebat tatkala Lorcan menatapnya teramat tajam.
__ADS_1