Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Lion si Hamster Bersayap


__ADS_3

Makhluk berwujud hamster bersayap itu terbang di depan mata Andressa. Hal yang mengagetkan bagi Andressa ialah hamster itu bisa berbicara. Memang ini bukanlah sesuatu yang aneh bagi Andressa. Hanya saja, jika mengikuti dunia yang normal ini, sangat amat tidak masuk akal menemukan hamster bersayap.


"Aku Lion! Aku sudah mencarimu ke mana-mana selama ini."


Suara hamster bernama Lion ini terdengar menggemaskan. Namun, itu tidak sesuai dengan namanya sama sekali.


"Lion? Lion itu artinya singa. Mengapa seekor hamster dinamakan Lion?" Begitulah tanggapan Andressa yang membuat Lion jengkel seketika.


"Hamster? Aku ini bukan hamster! Dasar manusia!"


Andressa terkejut karena Lion berteriak padanya. Suaranya melengking hingga menyakiti gendang telinganya.


"Lalu apa kalau bukan hamster? Mau dilihat dari mana pun, wujudmu tetap seperti hamster," ujar Andressa menutup telinganya.


"Kau tidak lihat sayapku? Sayap ini membuktikan bahwa aku bukanlah hamster. Jadi, berhenti memanggilku hamster," kata Lion, raut mukanya tampak kusut akibat perkataan Andressa yang terkesan mengejeknya.


"Oh, kalau bukan hamster, kau ini makhluk apa? Mungkinkah kau bukan berasal dari dunia ini? Lagi pula mana ada makhluk sepertimu di dunia yang terlalu normal ini."

__ADS_1


Lion mengepakkan sayap seraya beterbangan di sekitar Andressa. Dia memastikan tidak ada orang yang menguping mereka kala itu.


"Benar, aku bukan berasal dari dunia ini," ungkap Lion.


Kedua mata Andressa membulat sempurna.


"Kalau begitu, kau tahu sejak awal aku bukan berasal dari dunia ini? Siapa kau sebenarnya?"


Andressa mengarahkan tatapan penuh selidik.


Andressa semakin tidak paham apa yang dituturkan Lion.


"Mencariku? Apa maksudmu? Jangan-jangan kau tahu sesuatu tentang aku yang selalu mati dan berpindah-pindah dimensi dan hidup di tubuh orang lain?"


Lion menganggukkan kepala pelan.


"Iya, aku tahu. Oleh karena itulah aku mencarimu. Ada banyak hal yang perlu kau ketahui, Andressa."

__ADS_1


"Katakan padaku! Aku yakin, kau tahu alasan kenapa jiwaku selalu berpindah dimensi setiap waktunya. Tolong jelaskan kebingunganku selama ini."


Atmosfer di sekitar mereka mendadak diselimuti aura keseriusan. Lion berencana membuka semua yang ia rahasiakan selama ini. Tentang dunia, tentang diri Andressa, dan tentang fakta lainnya.


"Sebenarnya alam semesta saat ini sedang mengalami kekacauan antara ruang dan waktu. Dinding pemisah antar dimensi mengalami keretakan. Kami para petugas penjaga dinding dimensi sedang melakukan perbaikan. Akan tetapi, kami tidak bisa berbuat apa-apa sebab kerusakannya sangat parah."


Lion menatap Andressa lekat.


"Kemudian suatu hari, ada satu jiwa manusia yang lepas dari genggaman malaikat maut. Jiwa itu lari melewati celah dinding dimensi yang retak. Jiwa itu mengalami perputara ruang dan waktu berulang kali. Dan jiwa yang aku maksud itu adalah jiwamu, Andressa," jelas Lion panjang lebar.


Andressa tercengang.


"Jiwa itu adalah aku?"


Lion mengangguk sekali lagi.


"Benar. Setelah memasuki dimensi yang baru, jiwamu masuk ke tubuh orang-orang yang kebetulan mati bersamaan kau datang ke dunianya. Jiwamu masuk ke tubuh orang mati karena butuh tempat menampung jiwamu supaya tidak lenyap. Saat ini kami para penjaga direpotkan karena hal itu dan kami mencarimu selama ratusan tahun lamanya. Siapa sangka aku bertemu denganmu di dunia ini."

__ADS_1


__ADS_2