Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Tersebarnya Rumor


__ADS_3

Melihat reaksi Gibson seolah-olah tidak peduli terhadapnya, Miria pun menaruh rasa curiga. Dia mencurigai Gibson telah berpindah hati kepada Andressa.


"Tuan Muda, kenapa Anda hanya diam saja sambil tersenyum? Mungkinkah Anda—"


"Tidak, bukan begitu. Jangan salah paham. Aku hanya sedang memikirkan hal lain saja," kilah Gibson membohongi Miria.


Miria menyentuh punggung tangan Gibson seraya mengulas senyum tipis.


"Ternyata begitu. Saya sempat khawatir Anda memikirkan Andressa. Bagaimana pun kita baru saja bertunangan. Jadi, saya harap Anda bisa menjaga hubungan kita, Tuan Muda," tutur Miria.


Ya, begitulah kenyataannya. Mereka berdua baru selesai melangsungkan pertunangan tanpa sepengetahuan Andressa. Miria sengaja merahasiakan dari gadis itu supaya Andressa tidak mengacau di pesta pertunangannya.


Padahal sebenarnya Andressa juga takkan peduli. Dia memilih menetap di klinik sambil mengobati para pasien dibanding harus menghadiri acara yang tidak penting itu.


"Ya, mana mungkin aku berpindah ke lain hati. Sebentar lagi kita juga akan menikah. Jadi, jangan khawatir dan tolong percaya saja kepadaku."

__ADS_1


Seperti biasa, Gibson membuai Miria ke dalam kata-kata manis. Dia menipu semua perempuan hanya dengan senyuman, perkataan, serta sentuhan lembut yang dilayangkan di wajah sang wanita.


"Anda berjanji hanya melihat ke arah saya saja?" Suara Miria terdengar manja.


"Iya, aku hanya melihat ke arahmu saja, Miria. Kau adalah wanita yang paling cantik di kekaisaran Emilian. Sayang sekali jika aku tidak menikahimu."


Miria seperti akan terbang ke langit ke tujuh mendengar perkataan manis Gibson. Dia tidak sadar bahwa Gibson sedang mempermainkan hatinya.


"Anda membuat saya malu. Saya juga berjanji hanya akan mencintai Anda seumur hidup saya."


Gibson hanya merespon dengan sebuah senyuman manis. Sepersekian detik setelahnya tanpa sepengetahuan Miria, ekspresi lembutnya pun berubah.


'Lagi-lagi aku berbohong. Siapa bilang kau wanita paling cantik di Emilian? Justru wanita tercantik itu adalah Andressa. Sial! Bagaimana cara menarik wanita itu kembali padaku. Dia sangat aneh karena tiba-tiba berubah tanpa alasan yang jelas,' batin Gibson.


***

__ADS_1


Andressa menyelesaikan pembicaraannya dengan Viscount Kaidan. Dia telah memutuskan untuk menerima tawaran bantuan untuk merenovasi kliniknya. Namun, pihak istana juga menawarkan perombakan klinik Andressa.


Alhasil, Andressa terpaksa menerima kedua tawaran tersebut. Dia meminta untuk perombakan habis-habisan alias pembangunan ulang klinik yang sudah tua itu.


Andressa berencana menjadikan klinik itu sebagai rumah sakit dengan puluhan ruang rawat di dalamnya. Tidak lupa Andressa meminta beberapa ruang khusus seperti ruang operasi, ruang bersalin, dan ruang lainnya.


"Astaga, aku sangat bersyukur akhirnya menjadi seperti ini. Setidaknya, aku harus mengutamakan kenyamanan pasien terlebih dahulu," gumam Andressa.


Kemudian satu hal lagi yang tidak lupa dia minta ialah perekrutan tabib secara besar-besaran. Dia butuh lebih banyak tabib lagi untuk bekerja di klinik miliknya nanti.


Di hari-hari berikutnya, terdengar rumor buruk tentang klinik Glory. Rumor tersebut menyebar dengan sangat cepat ke kalangan rakyat Emilian.


"Apa kalian sudah tahu kabarnya? Klinik Glory benar-benar keterlaluan. Mereka mengambil untung besar dari biaya pengobatan, tetapi tidak melaksanakan pekerjaan mereka secara maksimal."


"Iya, aku dengar ada banyak masalah yang terjadi. Bahkan, Marchioness Gencio pernah diusir dari klinik itu."

__ADS_1


"Viacountess Kaidan juga begitu, beliau ingin melahirkan tetapi para tabib tidak sanggup membantunya. Bahkan, Baroness Yerland juga mengalami hal tidak mengenakkan di sana."


"Ya ampun, kalau begitu lebih baik sekarang kita tidak usah berobat di sana. Aku dengar tabib Andressa lebih hebat dibanding klinik Glory. Sebaiknya kita berobat di klinik tabib Andressa saja nantinya."


__ADS_2