Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Kau Penyebabnya


__ADS_3

Lion mengedikkan bahu. Dia seperti tidak tahu menahu terkait benda yang dimaksud oleh Andressa. Akan tetapi, sekarang dia berniat untuk memberi tahu Andressa.


"Tenanglah. Aku kemari untuk menjelaskan kepadamu. Mungkin ini sedikit membuatmu terkejut. Jadi, mari kita berbicara di tempat yang lebih tertutup. Bagaimana?"


Andressa menghela napas panjang. Tidak tahu lagi yang harus dia lakukan terhadap Lion. Makhluk mungil itu benar-benar sering sekali menguji kesabarannya. Kini Lion pun kembali berulah.


"Ikuti aku, mari kita mengobrol sebentar."


Andressa bergegas membawa Lion ke tempat yang sunyi. Hanya ada mereka berdua di sana. Atmosfernya pun terasa sangat aneh sebab perasaan Andressa masih buruk memikirkan nasib Lorcan.


"Hanya ada kita berdua di sini. Cepat kau beri tahu aku segalanya. Sebenarnya, bagaimana ceritanya benda terkutuk itu masuk ke dunia ini dan malah menyerang pasukan Lorcan," desak Andressa.


Lion tak langsung menjawab cepat. Dia terdiam sejenak sebelum kembali memberi respon.


"Benda yang kau maksud itu tampaknya terlepas dari segelnya. Dan satu hal yang perlu kau tahu, benda itu masuk ke dunia ini bersamaan dengan datangnya kau ke tempat ini. Mengerti maksudku? Intinya kau adalah pemicu keberadaan benda itu," jelas Lion.

__ADS_1


"Hah?" Andressa tercengang bukan main. "Aku pemicu benda itu masuk ke dimensi ini? Kau tidak sedang bercanda kan?"


Lion menggeleng perlahan.


"Aku tidak bercanda. Aku bersungguh-sungguh mengatakan ini padamu. Sejujurnya, ketika kau tiba di dunia ini, suasana semakin kacau. Kau seperti membawa malapetaka sekaligus pembawa kelegaan bagi kami."


"Bagaimana bisa? Aku masih belum paham sama sekali."


Andressa sesungguhnya kala itu punya banyak pertanyaan yang nyaris meledak di kepala.


Kepala Andressa menunduk menahan kejengkelan terhadap Lion. Dia marah karena disebut sebagai penyebab masalah ini terjadi.


"Sialan kalian!" Andressa mengguncang-guncang badan Lion. "Bukankah kalian sendiri yang menyebabkan aku sampai aku selalu mati dan hidup di tempat yang berbeda setiap saat? Beraninya kau menyalahkanku atas persoalan ini."


Ya, mereka mulai bersitegang. Lion telah menebak hal ini akan terjadi.

__ADS_1


"Bukan menyalahkanmu. Hanya saja—"


"Hanya saja apa?! Aku tidak mau mendengarmu berbicara lagi. Kau membuatku kesal. Aku tidak terima disalahkan begini," potong Andressa marah besar.


"Jangan marah, Andressa. Aku minta maaf telah menyalahkanmu, tetapi aku tak bermaksud begitu. Ayo lupakan soal ini terlebih dahulu. Sebaiknya kita bergegas ke tempat benda itu bersembunyi saat ini. Sebelum lebih banyak korban berjatuhan, kita akan mengatasi masalah ini," ucap Lion.


Andressa membuang napas kasar. Terpaksa ia membuang sejenak seluruh emosi yang tersisa.


"Aku akan mendengarkan lebih lanjut darimu nanti. Aku yakin masih banyak hal yang kau rahasiakan mengenai keberadaanku sebagai jiwa yang selalu menyusup masuk ke berbagai dimensi," tekan Andressa.


Lion tersentak. Bola mata Andressa menyorot tajam memandanginya. sontak Lion memalingkan wajah dari Andressa.


"Ya, aku mengerti."


Andressa buru-buru beralih dari sana. Sedangkan Lion masih berdiam diri di tempat semula.

__ADS_1


"Merepotkan sekali. Bagaimana reaksinya nanti bila aku beri tahu tentang alasan dia sebenarnya terlibat dalam kekacauan alam semesta? Ah, aku tidak bisa membayangkan betapa menakutkannya kemarahannya," gumam Lion.


__ADS_2