Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Serangan Penghabisan


__ADS_3

Andressa langsung mengambil sikap waspada terhadap aura pembunuhan yang cukup kuat mengitarinya. Pandangan Andressa mengedar mengelilingi lokasi tempat dia berpijak tersebut.


Andressa mundur beberapa langkah ke belakang seraya mengeluarkan pedang. Dia masih belum tahu siapa pelaku yang menerbangkan puluhan anak panah.


'Ahh, ini sangat sial! Karena kekurangan pasokan mana, inderaku jadi sedikit tumpul. Aku tidak terlalu bisa merasakan hawa keberadaan mereka. Namun, samar-samar aku bisa tahu bahwa ada lebih dari dua orang yang sedang bersiap-siap menyerangku,' batin Andressa.


Tepat setelah Andressa berpikir demikian, sekelompok orang datang menyergapnya. Mereka tanpa aba-aba langsung mengarahkan senjata tajam untuk menebas kepala Andressa. Akan tetapi, mereka gagal melukai Andressa sebab gadis itu punya kelincahan yang tak dapat mereka imbangi.


'Wanita ini seperti telah terlatih selama bertahun-tahun. Tiada satu pun gerakannya yang sia-sia. Seluruh gerakannya lincah dan cepat menanggapi adanya serangan terhadap dirinya. Ukhhh, bajing*n! Tampaknya aku menemukan target pembunuhan yang menakutkan,' pikir salah seorang dari kelompok pembunuh tersebut.


Suara pedang beradu bergaung di tengah hamparan luasnya tanah. Andressa benar-benar kewalahan menghadapi mereka sekaligus.

__ADS_1


'Aku harus memberi jarak.'


Andressa melompat ke belakang. Dia sengaja memberi jarak dengan para pembunuh supaya serangan mereka sedikit lebih melambat.


Kemudian Andressa mengambil napas dalam-dalam. Garis bibirnya menampakkan senyum seringai. Dia percaya diri dapat menghabisi mereka semua dalam beberapa serangan.


"Sepertinya kalian tidak cukup pandai untuk membunuhku. Kalian hanya datang menggali lubang kuburan sendiri. Mulai dari sini, tak ada dari kalian yang bisa meloloskan diri. Jadi, terimalah nasib buruk kalian. Dan semoga kalian bisa beristirahat dengan damai di alam sana."


Para pembunuh tersebut mulai merasakan firasat tidak enak mendengar gertakan Andressa barusan. Nyawa mereka sedang berada dalam bahaya, tetapi mereka menolak sadar.


"Jangan bermimpi kau bisa mengalahkan kami, wanita jal*ng! Kami sudah dilatih bertahun-tahun—"

__ADS_1


Ujung pedang nan tajam milik Andressa berhasil memenggal kepala salah satu dari komplotan pembunuh. Dia tiba-tiba melakukan aksinya tanpa menunjukkan aba-aba.


"Berisik! Aku tidak suka seseorang yang banyak berbicara di saat kita beradu senjata dan mempertaruhkan nyawa di sini. Sebaiknya kita selesaikan segera lalu lihat siapa yang bertahan paling akhir di area pertempuran ini," ujar Andressa menantang sambil menodongkan pedang.


"Dasar angkuh! Kau pikir kau bisa lolos dari kami? Bersiap-siaplah untuk mati! Jangan harap kau menang dan keluar selamat pada situasi kali ini."


Mereka terpancing. Sekarang satu per satu di antara mereka melakukan serangan beruntun ke arah Andressa. Namun sayangnya, serangan mereka berhasil ditangkis Andressa.


Sampailah waktu di mana, Andressa melajukan serangan balasan. Mereka tidak berkutik tatkala gadis itu menyerang tanpa ampun.


"Oh ini saja kemampuan yang kalian banggakan? Ini tidak ada apa-apanya dibanding kekuatanku. Tamatlah riwayat kalian di tanganku!"

__ADS_1


Serangan penghabisan diluncurkan. Andressa melumpuhkan dan menumbangkan mereka ke atas permukaan tanah. Tidak disangka Andressa punya kemampuan mengejutkan.


'Aku benar-benar kalah di tangan gadis kecil ini? Dia sangat kuat! Dia punya aura yang dapat menaklukkan apa saja di tangannya. Aku salah perhitungan ....'


__ADS_2