Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Ada Orang Lain di Belakang?


__ADS_3

Count Wain menjelaskan segalanya dari awal sampai akhir. Ibu Suri pada mulanya memanggil Count Wain ke istana, sama seperti apa yang dia lakukan terhadap Andressa. Begitu penawaran menjadi bawahannya dilayangkan, sontak Count Wain secara tegas menolaknya.


Count Wain ialah sosok bangsawan yang dinilai berbeda dari bangsawan lainnya. Tidak sedikit orang menilai bahwasanya itu merupakan sikap yang dibawa dari statusnya seorang rakyat biasa.


Pria itu mementingkan uang. Dia memprioritaskan bisnis di atas segalanya. Oleh sebab itulah, dia tak ingin berkecimpung di dunia politik dan memutuskan fokus mengurus bisnis penginapannya yang sedang berkembang pesat.


Kemudian insiden kebakaran ini terjadi hingga melenyapkan dalam sekejap ladang bisnisnya. Count Wain terlihat marah, tetapi dia berupaya menahan diri sebab ia tak punya bukti tentang kejahatan Ibu Suri.


"Saya paham sekarang. Ibu Suri juga pernah menawarkan hal yang sama kepada saya," ucap Andressa.


Marquess Gencio dan Count Wain serentak menatap ke arah Andressa.

__ADS_1


"Tunggu dulu, Nona. Mengapa Anda tidak memberi tahu saya soal ini?" tanya Marquess Gencio terkejut.


"Saya pikir awalnya si wanita tua bangka itu takkan bertindak sejauh ini. Oleh sebab itulah saya tidak berniat memberitahu siapa pun. Namun, setelah melihat kejadian ini, saya sadar bahwa mungkin ini juga sebagian teguran dan ancaman untuk saya dari dia."


Begitulah yang disadari Andressa saat ini. Kemungkinan Ibu Suri ingin menunjukkan kekuasaannya terhadap Andressa.


"Jangan khawatir! Saya akan mengurus kekacauan ini. Tolong berhati-hatilah sementara waktu. Kita tidak tahu seberapa jauh lagi Ibu Suri akan menimbulkan masalah baru bagi saya maupun bagi Anda semua. Untuk sekarang, pulihkan diri Anda, Tuan. Setelah itu, Anda boleh memikirkan tentang bisnis Anda," lanjut Anda berucap kepada Count Wain.


"Saya akan mengirim beberapa orang kesatria untuk menjaga Anda. Saya cukup khawatir membiarkan Anda sendirian tanpa ada pengawalan," tutur Marquess Gencio.


"Tidak perlu karena Kaisar sudah lebih dulu melakukannya. Beliau mengirimkan sejumlah pasukannya untuk berjaga di sekitar. Kalau begitu, saya akan melanjutkan pekerjaan saya. Terima kasih atas penawaran Anda."

__ADS_1


"Baiklah, Nona."


Andressa kembali ke ruangan para pasien dirawat. Sedangkan Marquess Gencio termenung kala mendengar sang Kaisar mengirim penjaga untuk Andressa.


'Sebenarnya, ada hubungan apa mereka berdua? Kenapa Kaisar melakukan sesuatu yang tidak pernah beliau lakukan sebelumnya?' Marquess Gencio bertanya-tanya dalam hatinya.


Ketika Andressa sudah menyelesaikan urusannya hari ini, dia langsung masuk ke kamar yang telah disediakan. Pikiran Andressa mulai berputar-putar tak menentu. Rasa penasarannya kian bertambah perihal siapa gerangan yang mengetahui soal sihir dan bola mana di dunia ini.


"Mustahil Ibu Suri tahu tentang sihir dan bola mana. Mungkinkah memang ada lagi orang lain yang membantunya dari belakang? Aku harus mencari tahu semua ini secara diam-diam."


Andressa menatap bola mana yang dia ambil dari belakang penginapan tadi.

__ADS_1


"Tidak boleh dibiarkan ... bila semakin banyak bola mana yang bergulir ke dunia ini, maka akan semakin banyak kekacauan yang datang. Bagaimana pun sepertinya aku terpaksa bergerak dalam wilayah lebih luas supaya aku bisa mengumpulkan seluruh alat sihir yang tercampak ke dunia ini."


__ADS_2