
'Sangat buruk. Virusnya menyebar begitu cepat sampai tidak ada celah untuk membabat dari tengah. Aku harus cepat menyelesaikan ini semua sebelum terlambat,' batin Andressa.
Setelah melihat kondisi sekitar, Andressa langsung bergerak memeriksa keadaan pasien. Di sana ternyata sudah ada tiga orang yang lumayan parah dan ada beberapa orang lainnya yang masih menunjukkan gejala awal.
Untung saja dia tiba tepat waktu sehingga tidak terlalu banyak korban yang berjatuhan. Andressa pun bisa lebih santai menghadapinya dibanding ketika ia melakukan pemberantasan virus di wilayah Selion.
"Nona, saya sudah menyiapkan obat dan suntiknya. Anda bisa memulainya sekarang," ujar Amelia.
"Baiklah, kau bantu aku untuk menyuntik para pasien. Kau mengerti kan caranya? Aku telah mengajarkanmu berkali-kali soal masalah ini."
"Saya sudah paham sepenuhnya. Anda tidak perlu khawatir."
"Bagus! Cepat kau selesaikan dengan baik. Kalau kau tidak bisa, segera katakan padaku."
__ADS_1
Sekarang berbeda. Amelia bisa melakukan penyuntikan terhadap para pasien. Andressa benar-benar merasa tidak dibebani lagi di sini.
Tangan Andressa yang cepat dan cekatan mengundang rasa takjub dari para tabib yang berkumpul di sana. Mereka tidak menyangka ada metode pengobatan yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.
"Apa kau tahu metode pengobatan yang digunakan Nona Andressa?"
"Aku tidak tahu. Kalau tidak salah, beliau menyebutnya sebagai ilmu medis. Bahkan, teknik pengobatan beliau berhasil menyelamatkan orang-orang yang hampir kehilangan tangan dan kakinya."
Memang benar dari rumor yang didengar Andressa. Para tabib di wilayah Gencio terkenal oleh sifat ramah serta sifat yang tidak pernah merendahkan orang lain. Akan tetapi, kemampuan mereka tidak sebanding dengan tabib di ibu kota. Maka dari itulah, kemampuan mereka dianggap tidak seimbang dengan sifat ramah mereka itu.
"Semuanya sudah selesai. Kalian tinggal meminum obat yang telah aku resepkan. Ingatlah untuk sementara waktu jangan mengambil makanan dari hutan dan menggunakan sumber air untuk minum. Kaisar akan segera mengirim pasokan makanan dan air minum bersih kemari," seru Andressa.
Mereka sangat terkejut mendengar Kaisar ikut turun tangan kali ini. Begitu pula dengan Marquess Gencio. Dia tampak lebih terkejut sebab ia belum melaporkan hal ini kepada Kaisar.
__ADS_1
"Nona, bagaimana Kaisar bisa mengetahuinya?" tanya Marquess Gencio.
"Itu karena sebelumnya saya telah mengatakan kepada beliau. Sebenarnya saat ini Marchioness Jevano sudah tertangkap. Dia adalah dalang dari penyebaran virus yang dinilai lebih membahayakan dibanding virus yang tersebar di Selain. Untung saja saya tiba tepat waktu, jadi tak ada korban dari masalah ini," tutur Andressa.
"Ternyata wanita itu dalangnya."
Andressa mengangguk. Suara napasnya terdengar berembus berat sebab tidak habis pikir dengan kelakuan Marchioness Jevano.
"Iya. Dia dalang utamanya. Saya telah menyelidiki tumpukan cairan misterius di gudangnya. Rupanya cairan itulah yang membuat penyakit mematikan itu merambat cepat."
"Benarkah? Berarti Marchioness Jevano bermaksud untuk menghancurkan kekaisaran Emilian. Kaisar pasti sangat marah."
"Iya, begitulah. Sekarang saya harus memberi penawar virus ini untuk disebarkan ke tanah hutan serta ke sumber air supaya virusnya tidak menyebar lagi. Tolong bantu saya, Tuan, untuk memanggilkan beberapa orang yang dapat membantu saya menuangkan penawarnya ke setiap penjuru wilayah ini."
__ADS_1