Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Solusi yang Tidak Diinginkan


__ADS_3

Baroness Yerland panik bukan main sesaat sang anak merintih kesakitan. Putranya menggelinjang di atas ranjang pasien. Luka di lututnya kian memburuk dan perlahan mengeluarkan aroma busuk.


"Astaga, anakku. Lihat! Ini gara-gara kalian! Luka di kaki putraku menjadi semakin memburuk. Kalian harus bertanggung jawab! Cepat periksa dia sekarang juga!" teriak Baroness Yerland.


Para tabib pun bergegas mengecek kondisi putra Baroness Yerland. Mereka menemukan kejanggalan di luka tersebut.


"Apa yang harus kita lakukan? Aku tidak tahu sama sekali mengapa lukanya bisa memburuk begini."


"Jika dibiarkan seperti ini, mungkin kita harus mengamputasi kakinya."


"Hei, jangan bercanda! Bagaimana bisa kita mengamputasi kakinya Tuan Muda Yerland?! Kau tahu sendiri apa yang akan menimpa kita bila Baroness Yerland tahu kita harus mengamputasi kaki putranya. Ayo pikirkan cara lain! Jangan sampai Baroness Yerland menyebarkan rumor buruk mengenai klinik Glory."


Baroness Yerland teramat gelisah. Entah mengapa dia punya firasat buruk mengenai kondisi putranya. Dia hanya bisa menunggu sampai para tabib menyelesaikan pemeriksaannya.

__ADS_1


"Awas saja kalau mereka tidak bisa menyelamatkan putraku. Aku akan menghancurkan reputasi baik klinik ini," gumam Baroness Yerland.


Tidak berapa lama berlalu, seorang tabib pun mendatangi Baroness Yerland disertai mimik wajah yang tertekuk takut.


"Bagaimana kondisi putraku? Kalian bisa menyelamatkannya kan? Ayo cepat beri aku penjelasan!"


Nada suara Baroness Yerland meninggi karena tak kuasa menahan kemarahannya. Tabib yang hendak menjelaskan pun kebingungan harus melakukan apa. Rasanya dia berada di jurang kematian begitu berhadapan dengan Baroness Yerland.


"Itu, Nyonya ... Tuan Muda ... Tuan Muda ...." Ketakutannya membuat suaranya tercekat.


Di kala itu pun, Miria datang sebagai penengah. Dia tahu seberapa sulitnya menghadapi Baroness Yerland. Meskipun dia hanya seorang bangsawan berstatus sebagai istri seorang Baron, tetapi dia punya kuasa lebih di pergaulan tingkat atas. Maka dari itulah, tidak ada orang yang berani berbuat macam-macam dengannya.


"Nyonya, tolong tahan emosi Anda. Saya sendiri yang akan menjelaskan kondisi Tuan Muda," sela Miria.

__ADS_1


Baroness Yerland membuang napas kasar. Dia melirik tajam Miria.


"Nona Miria, apa maksudnya ini? Tolong jelaskan apa yang terjadi terhadap putra saya? Jangan membuat saya semakin naik pitam!" Baroness Yerland mendesak Miria untuk menjelaskan perihal keadaan sang putra.


"Baiklah, Nyonya. Saya akan memberi penjelasan kepada Anda. Kondisi Tuan Muda Yerland saat ini amat mengkhawatirkan. Kami para tabib juga tidak tahu penyebab mengapa luka di kaki putra Anda bertambah buruk. Padahal para tabib sudah meracik resep obat dengan benar. Jika terus dibiarkan begini, maka kami dengan terpaksa harus melakukan tindakan amputasi pada kaki kanan putra Anda."


Baroness Yerland nyaris tumbang mendengar penjelasan Miria. Bukan solusi ini yang dia inginkan. Solusi yang dikatakan Miria hanyalah membuatnya kian menggila.


"Amputasi? Kalian bilang amputasi? Sial! Bukannya kalian bilang klinik Glory adalah klinik terbaik di Emilian?! Lalu apa-apaan ini? Aku tidak terima! Aku tidak mau putraku hidupnya hancur karena ulah kalian!"


Baroness Yerland memanggil para kesatria yang dia bawa.


"Ayo kita pulang. Bawa kembali putraku ke mansion," lanjutnya memerintah.

__ADS_1


Para kesatria menyelonong masuk ke ruang rawat pasien. Mereka mengeluarkan putra Baroness Yerland dari ruang tersebut dan dibawa pulang ke kediaman Baroness Yerland.


"Aku yakin masih ada klinik yang lebih baik dari klinik Glory. Jadi, bersiap-siaplah! Akan aku hancurkan reputasi baik klinik ini."


__ADS_2