Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Fenomena Aneh


__ADS_3

Suasana klinik yang awal mulanya tenang dalam sekejap berubah menjadi riuh. Suara alat medis saling beradu, para tabib berlarian ke sana kemari, serta para kesatria sibuk memperketat keamanan di sekitar klinik.


Andressa saat ini masih berada di ruang operasi. Akibat luka Lorcan yang terlalu dalam, Andressa terpaksa mengambil tindakan operasi. Dan sekarang ia hampir menyelesaikan operasi tersebut.


“Sudah selesai.”


Andressa menghela napas lega kala operasinya berhasil dilakukan.


“Nona, silakan Anda beristirahat. Biar kami yang membawa Kaisar ke kamar rawat,” ucap seorang tabib.


“Ya, aku akan beristirahat sebentar. Tolong panggil aku jika Kaisar sadar.” Andressa pun beralih dari ruang operasi menuju ke salah satu balkon lantai atas klinik.


Kemudian ia turun kembali setelah pikirannya cukup tenang. Andressa ketika itu pergi ke kelompok kesatria yang tadi membawa Lorcan masuk ke dalam klinik. Dia berencana menuntaskan rasa penasarannya terhadap kejadian yang menimpa Lorcan selama berada di medan perang.

__ADS_1


“Hei, ceritakan kepadaku sekarang. Apa yang sebenarnya kalian alami sampai sebagian pasukan kembali dalam kondisi terluka parah? Bukankah sebelumnya kalian mengatakan bahwa pihak Kaisar sudah memenangkan perangnya? Tidak mungkin kalian bisa menang dalam kondisi luka seperti itu. Jikalau begitu, maka kalian terluka setelah parang kan?”


Andressa bertanya sekaligus menerka-nerka kira-kira apa yang dialami Lorcan dan bawahannya. Dia mendapatkan satu perkiraan pasti ialah Lorcan terluka sesudah bendera putih pihak lawan berkibar di tengah arena perang.


“Seperti yang Anda katakan barusan. Kaisar dan sebagian rekan kami terluka setelah perang usai. Namun, di sinilah kejanggalan yang tidak kami mengerti sama sekali. Pada saat itu, fenomena aneh terjadi.”


“Fenomena aneh?” Andressa masih belum paham dan semakin terjebak dalam keingintahuan.


Bola mata Andressa sontak melebar tatkala mendengar penjelasan tersebut.


“Tunggu dulu! Kalian melihat kilatan cahaya berwujud pedang hitam yang muncul dari bawah permukaan tanah?”


“Iya, Nona. Akan tetapi, setelah kami periksa ulang, tidak ada jejak apa pun di sana. Jadi, sampai detik ini kami tidak tahu apa yang sebenarnya keluar dari balik tanah itu.”

__ADS_1


Andressa menunjukkan kegelisahan seketika.


“Baiklah, terima kasih atas penjelasan kalian.”


Andressa buru-buru pergi dari hadapan para kesatria. Tampaknya dia menyadari sesuatu tentang peristiwa yang menimpa Lorcan beserta bawahannya.


‘Tidak mungkin itu kan? Mustahil benda sebesar itu bisa terserap melalui keretakan pembatas dimensi. Aku harus mencari tahu langsung demi memastikannya.’


Di waktu bersamaan, Lion mendadak muncul mengagetkan Andressa. Dari ekspresinya, dia sudah tahu apa yang begitu membuat Andressa panik.


“Apa kau sudah tahu benda itu sekarang berada di dunia ini?” tanya Lion.


“Jangan-jangan kau tahu dari awal? Kenapa kau tidak mengatakan kepadaku kalau benda itu ikut menghilang dan akhirnya terserap ke tempat ini?! Tolong jelaskan kepadaku, Lion. Jujur saja, mengapa kau sampai merahasiakannya dariku?”

__ADS_1


__ADS_2