Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Menyelidiki Penyebab Wabah Penyakit


__ADS_3

Anggota keluarga yang kemarin disuntik oleh Andressa, mereka mulai merasakan perbedaan di diri mereka. Biasanya mereka kesakitan di bagian dada setiap malam sehingga tidur mereka menjadi tidak nyenyak. Akan tetapi, malam tadi mereka bisa tidur dengan baik tanpa merasakan sakit luar biasa.


"Wah, aku sungguh bisa tidur dengan nyenyak. Bagaimana denganmu, sayang? Apa kau merasakan sakit seperti biasa?"


"Tidak, aku juga bisa tidur nyenyak. Rasanya seperti mimpi. Akhirnya, aku bisa tidur nyenyak setelah sekian lama."


"Kita harus mengatakan masalah ini kepada yang lain supaya mereka membiarkan Nona itu untuk memeriksa tubuh mereka."


Mereka pun berjalan menemui penduduk lainnya. Mereka menceritakan apa yang mereka alami seusai diperiksa dan diberi obat oleh Andressa.


Dalam sekejap, halaman klinik pun dipenuhi oleh kerumunan penduduk. Mereka juga ingin mendapatkan obat yang sama dari Andressa. Bahkan, Amelia pun sangat terkejut begitu membuka pintu dan mendapati kelompok orang-orang yang mendesak Andressa memberi mereka obat.


"Tolong, Nona Andressa! Kami juga ingin obat yang sama."


"Berikan kami obatnya. Kami ingin tidur dengan nyenyak."


"Nona, kami mohon! Tolong beri obat yang bisa meredakan rasa sakit di tubuh kami."


Andressa tersenyum ketika menyaksikan orang-orang itu berbondong-bondong menginginkan pengobatan darinya.


"Apa yang harus kita lakukan, Nona?" tanya Amelia.


"Amelia, kenakan masker dan sarung tangan jika kau takut tertular oleh mereka. Setelah itu, suruh mereka antri lalu masuk satu persatu secara tertib. Katakan kepada mereka bahwa mereka tidak perlu khawatir karena aku punya stok obat yang banyak," perintah Andressa.


"Baik, Nona."


Amelia bergerak cepat menemui kerumunan penduduk. Mereka langsung mengikuti perintah Andressa yang disampaikan melalui Amelia. Satu per satu dari mereka masuk ke dalam klinik. Gadis itu memberi mereka suntikan obat penawar rasa sakit.


Hingga hampir seharian berlalu, Andressa akhirnya menyelesaikan pekerjaannya hari ini. Tidak ada hal menarik yang terjadi ketika melakukan penyuntikan tadi. Untungnya orang-orang itu mengikuti instruksi dari Andressa dengan baik tanpa ribut.


"Bagaimana Anda bisa membuat obat cair seperti ini? Bahan apa yang Anda gunakan? Saya baru pertama kali melihatnya."


Amelia mulai penasaran dengan obat racikan Andressa. Tentu saja, ini karena Andressa pernah menetap di segala bentuk dimensi. Baik itu dimensi dengan dunia modern, dunia sihir, dunia yang penuh ancaman kematian, dan dunia lainnya. Jadi, dia menggabungkan berbagai pengetahuan yang dia miliki untuk bertahan di dunia ini.

__ADS_1


"Ini cukup mudah, nanti aku akan mengajarimu," kata Andressa.


"Benarkah? Saya menantikannya. Namun, Nona, Saya penasaran sedari tadi, ini semua alat-alat apa? Lalu jarum yang Anda gunakan tadi, di mana Anda mendapatkannya?" Amelia memborbardir Andressa dengan berbagai pertanyaan.


"Aku akan mengajarimu satu per satu nanti. Sekarang mari kita pikirkan masalah yang melanda wilayah ini. Setidaknya sampai kita menemukan penyebab datang wabah penyakit sialan ini."


Amelia pun mendudukkan diri di tempat duduk yang kosong. Dia sedikit kurang paham mengenai apa yang sedang dipikirkan Andressa.


"Apakah penyakit yang diderita orang-orang ini diakibatkan oleh sesuatu?" tanya Amelia.


Andressa menatap lurus Amelia, gadis itu punya keingintahuan yang tinggi. Namun, Amelia itu orangnya kurang pandai dalam mengamati. Oleh sebab itulah, Andressa ingin memulai mengajarinya dari hal paling dasar yakni mengamati situasi medis yang mungkin bisa saja terjadi.


"Ini hanyalah prediksiku saja. Namun, aku yakin, penyakit ini memang ada yang mempengaruhinya."


Setelah itu, mereka mengakhiri pembicaraan yang tidak tahu arah tujuannya ini. Amelia hanya menunggu sampai Andressa menemukan penyebabnya karena dia sendiri masih takut untuk turun menyelidiki semuanya dari awal.


Kini Andressa memutuskan untuk pergi ke luar klinik. Dia berencana menjelajahi wilayah Selion untuk mencari akar dari permasalahan ini.


"Amelia, aku akan pergi sebentar. Jaga klinik baik-baik."


Andressa meregangkan otot sejenak sebelum bergerak lebih jauh lagi. Terlebih, suasana di wilayah Selion cenderung sepi sebab orang-orang memilih untuk mengurung diri di dalam rumah.


"Ke mana aku harus memulainya?"


Pada saat Andressa hendak mengambil langkah, tiba-tiba saja sang pemimpin wilayah Selion yakni Belmir menghentikannya.


"Nona, Anda mau ke mana?" tanya Belmir.


"Aku mau pergi melihat kondisi sekitar terlebih dahulu. Ada apa? Apakah kau perlu sesuatu?"


"Tidak, hanya saja mungkin Anda bermaksud untuk menyelidiki wabah ini."


Ternyata Belmir memahami maksud Andressa sebenarnya.

__ADS_1


"Ya, aku memang berencana pergi menyelidiki wabah ini. Oh iya, aku ingin tahu, apakah kalian ada mencurigai sesuatu yang rasanya menjadi penyebab terjadinya wabah ini?"


Belmir melirik ke arah kiri dan kanan memastikan tidak ada orang di sekitar mereka.


"Nona, sejujurnya ada sesuatu yang saya curigai. Namun, saya tidak bisa membuktikannya," bisik Belmir.


"Sungguh? Bisakah kau mengatakan kepadaku?"


Belmir semakin mendekat ke arah Andressa. Dia ingin membisikkan kepada Andressa apa hal yang ia curigai selama ini.


"Sumber air wilayah Selion. Saya mencurigai sumber airnya, tetapi pihak istana tidak menemukan apa-apa di sana ketika memeriksa sumber air tersebut. Hanya saja, seingat saya, semua berubah ketika kami mandi dan meminum air dari sungai."


"Sumber air?"


Andressa sesaat berpendapat sama dengan Belmir.


"Benar, Nona. Coba Anda menyelidiki sumber airnya. Saya benar-benar tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa lagi," ujar Belmir.


"Ya, aku akan segera memeriksanya. Nanti aku jelaskan jika aku menemukan sesuatu yang mengganjal."


Andressa pun bergegas menuju sumber air wilayah Selion yakni sebuah sumur tua yang berjumlah sepuluh sumur serta sungai yang berada di penghujung hutan. Andressa mengambil sedikit air dari sepuluh sumur serta sungai. Dia mencoba meneliti baik-baik air di dalamnya.


"Memang ada yang salah dengan airnya, tetapi bukan ini penyebab utamanya. Aku harus mencari tahu lebih dalam lagi."


Andressa menyusuri hutan, sampailah di mana ia mencurigai satu permukaan tanah yang mempunyai warna berbeda. Setelah ia amati berulang kali, rupanya warna tanah di hutan tersebut berbeda dari tanah biasa.


"Huh? Apa-apaan ini? Kenapa warna daun dan buahnya ada bercak seperti darah?"


Sepengetahuan Andressa, penduduk wilayah Selion mengandalkan hasil hutan untuk kehidupan mereka sehari-hari. Tidak ada yang salah karena hasil hutan mereka melimpah ruah. Ada berbagai macam tumbuhan sayur dan buah, ditambah ada hewan-hewan yang banyak berkeliaran di sana.


"Coba aku campurkan ke airnya."


Andressa memetik sebatang sayur lalu ia mencampurkan sayur itu ke dalam air. Alhasil, perlahan warna airnya berubah. Seusai diamati, kandungan di dalam air seketika menjadi racun mematikan. Andressa sampai kehilangan kata-kata tatkala mengetahui hal itu.

__ADS_1


"Apa-apaan ini? Siapa yang sudah mencemari air dan tanah di hutan ini?!"


__ADS_2