
"Siapa kalian?!"
Sekelompok orang entah datang dari mana menghadang langkah Andressa. Mereka membawa senjata tajam di masing-masing tangan mereka. Kemudian mereka menodong senjata ke arah Andressa.
"Tidak perlu tahu siapa kami, tetapi mulai hari ini kau takkan kami biarkan hidup lagi. Bersiaplah menemui ajalmu!"
Mereka menyerang Andressa serentak. Mereka pikir bisa dengan mudah melumpuhkan gadis berwajah lembut itu, tetapi ternyata mereka salah besar. Justru saat ini mereka terjebak di dalam lubang perangkap yang mematikan.
"Apa dia menghindari seluruh serangan kita? Tidak bisa dibiarkan! Kerahkan serangan yang lebih kuat!"
Mereka tidak menyerah begitu saja sampai akhirnya Andressa melontarkan serangan balasan. Mereka sampai membeku tatkala Andressa menyerang mereka hanya menggunakan batang kayu.
"Jangan macam-macam denganku, sialan!"
Tubuh mereka terpental jauh ke belakang ketika pukulan Andressa mengenai tubuh mereka. Gadis itu mengalahkan para pembunuh tersebut hanya dalam beberapa kali pukulan saja.
__ADS_1
"Jal*ng ini sangat kuat. Aku tidak bisa melawannya. Lebih baik aku sekarang kabur dari sini."
Salah satu kelompok pembunuh yang masih sadar mencoba kabur dari Andressa. Akan tetapi, niatnya seketika kandas saat Andressa memukul kepalanya sampai pingsan.
"Kau pikir aku tidak tahu niatmu ingin kabur dariku? Rasakan ini! Aku takkan mengampuni kalian!".
Andressa menginjak-inkak kepala si pembunuh. Dia amat geram karena orang-orang itu mengganggu aktivitasnya.
"Sekarang aku harus mengikat mereka di pohon biar tidak kabur. Aku perlu informasi dari mereka ketika sudah bangun nanti," gumam Andressa.
"Sudah selesai! Saatnya aku melanjutkan lagi pengamatanku. Semoga saja aku punya cara untuk mengembalikan keasrian alam di wilayah Selion."
Andressa kembali melangkah menyusuri hutan. Hingga dia mendapati beberapa tanaman yang langka. Tanaman berbentuk daun bayam itu langsung dipetik oleh Andressa.
"Huh? Ini adalah daun gishan. Kalau tidak salah, daun ini bisa digunakan untuk menetralisir racun di tanah dan air," ujar Andressa.
__ADS_1
Andressa mengecek tanah sekitar tumbuhnya batang gishan. Ternyata benar kalau tanah di sekitar sana tidaklah beracun. Tumbuhan di sekitar itu tumbuh subur tanpa ada kendala.
"Ya, aku bisa menggunakan ini untuk dijadikan sebagai campuran air dan ditabur di tanah yang terkontaminasi racun. Aku harus bergerak sekarang."
Andressa mengumpulkan seluruh daun gishan yang tersisa. Untung saja jumlahnya banyak sehingga mudah bagi Andressa menyebarkan daun gishan yang nanti dia olah menjadi bubuk.
"Saatnya kembali ke klinik! Aku harus meminta tolong kepada Amelia untuk membantuku mengolah daun gishan."
Andressa melangkah ke arah klinik. Di sana Amelia sudah menunggu kedatangannya sedari tadi.
"Apa ada sesuatu yang bisa Anda gunakan untuk mengembalikan keasrian air dan tanah Selion?" tanya Amelia.
"Tenang saja, jangan khawatir! Aku berhasil menemukannya. Sekarang kau hanya perlu membantuku meracik bahan-bahannya."
Amelia menurut. Dia bergerak ke dalam mempersiapkan alat-alat untuk membantu mengolah daun gishan.
__ADS_1
Berbeda dari cara meracik obat, daun gishan cenderung berguna untuk memperbaiki kerusakan alam yang ada di sekitar tempat tinggal manusia. Tidak ada khasiat medis di dalamnya. Maka dari itu, jarang sekali ada buku yang membahas soal daun gishan. Jika bukan karena buku yang ditinggalkan si pemilik tubuh, mungkin Andressa juga takkan tahu.