Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Tugas Untuk Andressa


__ADS_3

Andressa menghentikan pergerakan tangannya di badan mungil Lion. Dia tampak menggebu-gebu ingin mendengar penjelasan lebih lanjut dari makhluk itu.


"Ayo cepat jelaskan!" Andressa mendesak Lion.


Lion berdecak sebal. Rasanya sungguh sesak bila berurusan terus menerus dengan gadis seperti Andressa.


"Iya, biar aku jelaskan sekarang." Lion menenangkan sejenak emosinya. "Akibat terjadinya keretakan dinding pembatas dimensi, energi mana dari dimensi lain bocor ke dunia ini. Hal ini dikarenakan dimensi tempatmu sebelumnya hidup berdekatan dengan dunia yang kau tinggali sekarang. Makanya kau juga merasakan adanya energi mana di tubuhmu kan? Ini membuktikan bahwa mana healer juga bocor dan memasuki tubuhmu secara perlahan."


"Lalu satu per satu alat-alat sihir atau yang berkaitan dengan sihir mulai masuk ke dunia ini. Salah satunya ialah bola mana. Sepertinya ada seseorang yang mengetahui fungsinya lalu menyalahgunakan bola mana itu," jelas Lion panjang lebar.


Andressa kini paham. Dia menemukan jawaban atas pertanyaan tentang mana yang bersarang di tubuhnya selama beberapa waktu belakangan ini.


Andressa terdiam sejenak. Sesekali ia memastikan aliran mana di tubuhnya. Aliran itu kian lama kian membesar.


"Ternyata begitu. Aku mengerti sekarang. Alasan mengapa aku merasakan aliran mana di tubuhku dan di lingkungan sekitarku. Apa mungkin aliran mana ini bisa mengalir ke tubuh penghuni dunia ini?" tanya Andressa.


"Tidak menutup kemungkinan juga manusia biasa bisa menggunakan sihir nantinya. Akan tetapi, dunia bisa menjadi kacau. Ini hanya sekedar dugaan, aku berfirasat bahwa sudah ada manusia dunia ini yang dapat menggunakan sihir."

__ADS_1


Sepasang bola mata Andressa membulat sempurna. Sekali lagi dia dibuat terkejut oleh pernyataan yang disampaikan Lion.


"Apa kalian tidak bisa menangkap mereka? Bukankah kau penjaga dinding pembatas dimensi?! Seharusnya kau dapat menyelesaikan masalah ini!" Andressa marah dan meninggikan nada suaranya.


Lion menghela napas berat.


"Aku tidak bisa melakukan itu karena ini bukan ranah kami dan bukan kuasa kami ikut campur dalam kehidupan manusia. Jadi, Andressa, kau akan diberi tugas khusus."


"Tugas khusus?" Andressa mengerutkan kening.


Andressa semakin didera kebingungan.


"Jelaskan dulu kepadaku, tugas sejenis apa yang harus aku lakukan saat ini? Tolong jangan beri aku tugas yang berat. Aku mohon," tutur Andressa.


Lion pun menjawab dengan mata penuh keyakinan lebih, "Kau harus menyelesaikan kekacauan di dunia ini dan mencari seluruh alat sihir yang masuk melalui dinding dimensi yang rusak."


Begitu mendengar tugasnya, Andressa langsung berdecih. Sudah dia duga kalau tugasnya akan semerepotkan ini.

__ADS_1


"Kau mau memberiku tugas yang sangat menyulitkanku itu? Kau serius? Aku tidak mau! Sekarang kau urus saja sendiri masalah itu!"


Andressa berbalik badan meninggalkan Lion.


"Kau harus melakukannya jika kau mau mengubah takdir hidupmu. Dengan kau membantu kami menangkap para penjahat yang mengacau di dunia ini dan mengumpulkan seluruh alat sihir, maka secara tidak langsung kau juga mengubah alur hidupmu. Apa kau tidak bosan hidup dan mati terus menerus?"


Andressa menghentikan langkahnya. Dia kembali menatap Lion.


"Benarkah aku bisa mengubah takdirku yang memuakkan itu?"


Lion menganggukkan kepalanya.


"Benar. Jadi, bagaimana? Apa kau setuju?"


Andressa berpikir sejenak, kemudian dia memantapkan keputusannya.


"Baiklah, aku setuju."

__ADS_1


__ADS_2