Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Organisasi Galston


__ADS_3

Amelia segera bergegas memanggil kesatria yang dia maksud. Tidak butuh waktu lama sampai kesatria itu menghadap Andressa. Tampaknya kesatria tersebut punya informasi penting perihal organisasi berlambang kepala elang.


“Nona, Anda memanggil saya?” tanya sang kesatria.


“Iya, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepadamu.”


Kesatria itu belum tahu pertanyaan apa yang akan dilayangkan Andressa kepadanya sehingga kini raut mukanya terlihat tegang. Andressa menyadari seberapa tegang sang kesatria, kemungkinan ia juga takut dimarahi Andressa karena berbuat salah.


“Apa yang ingin Anda tanyakan? Mungkinkah saya membuat kesalahan?” Suara kesatria itu terdengar bergetar.


“Tidak, tenang saja. Aku memanggilmu bukan untuk menegurmu, melainkan hanya ingin bertanya. Aku dengar dari Amelia kau mempunyai informasi soal organisasi berlambang kepala elang. Bisakah kau memberi tahuku lebih lanjut soal itu?”


Sang kesatria sontak bernapas lega. Sekarang dia terlihat lebih santai dari sebelumnya.

__ADS_1


“Saya dulu pernah mendengar dari salah seorang teman saya bahwa terjadi perebutan wilayah kekuasaan di sejumlah kerajaan kecil. Perebutan wilayan tersebut didalangi oleh organisasi berlambang kepala elang. Jika saya tidak salah, nama organisasi itu adalah Galston.”


“Galston?” Andressa terpaku sejenak, dia benar-benar baru mendengar tentang Galston.


“Mengapa pergerakan mereka tak diketahui banyak orang? Seharusnya bila mereka melakukan sesuatu yang besar seperti itu, pasti kabarnya langsung menyebar di seluruh wilayah kekaisaran atau kerajaan. Namun, aku belum pernah mendengar rumor apa pun mengenai mereka.”


“Itu dikarenakan mereka bergerak dalam bayangan, Nona. Begitulah yang dikatakan orang-orang sehingga mereka tidak bisa dikenali dan diketahui gerak-geriknya. Akan tetapi, seseorang berhasil melakukan penyelidikan terkait organisasi tersebut. Walaupun pada akhirnya, orang yang menyelidiki mereka berakhir pada kematian,” ucap sang kesatria menjelaskan lebih lanjut.


Andressa mengangguk paham.


“Benar, Nona. Tepat seperti yang Anda katakan. Sejujurnya, bukan hanya orang yang menyelidiki organisasi itu saja yang mati, tetapi orang-orang yang juga menyebarkan kabar itu ikut mati. Diduga sebagian dari mereka mati karena diracuni.”


Terdengar embusan napas berat dari sela mulut Andressa. Setidaknya dia bisa lebih lega mendapatkan informasi yang sulit dia temukan.

__ADS_1


“Baiklah, aku mengerti. Apa ada informasi lain?”


Kesatria itu mengangguk.


“Masih. Menurut informasi yang beredar, pemimpin organisasi itu dulunya juga seorang tabib. Dia menyalahgunakan kemampuannya dan menciptakan berbagai jenis racun. Kemudian jika tidak salah, seseorang pernah melihat mereka mengangkut berbagai jenis obat-obatan terlarang serta sejumlah botol-botol berisi cairan misterius.”


Pernyataan yang cukup mengejutkan bagi Andressa. Profesi sebagai tabib bukanlah sesuatu yang bisa dipermainkan.


“Tabib? Masuk akal bila organisasi ini bisa memperoleh racun dan obat-obatan terlarang. Namun, soal botol-botol cairan yang kau sebut itu sedikit membuatku terganggu.”


Andressa masih mengingat dengan jelas bagaimana dulu ia menemukan botol yang berisi cairan yang sama. Akan tetapi, baru kali ini dia mendengar di mana sumber masalah yang sesungguhnya. Dengan kata lain, segala masalah wabah di kekaisaran Emilian diakibatkan oleh cairan tersebut yang ternyata dibawa masuk orang-orang yang tak bertanggung jawab.


“Ada apa, Nona? Apakah Anda tahu sesuatu tentang cairan misterius itu?” tanya sang kesatria.

__ADS_1


“Tidak, aku tidak tahu apa-apa.” Andressa terpaksa berbohong. “Sekarang kau boleh kembali, aku ingin beristirahat sebentar. Terima kasih atas penjelasannya.”


__ADS_2