
Wanita tersebut menatap tak percaya Andressa. Tidak heran mengapa dia tidak percaya karena penyakit ini telah banyak menggerogoti serta membunuh orang-orang terdekatnya. Dia berada di sini pun bermaksud menunggu ajalnya. Akan tetapi, tanpa dia sadari segalanya dapat berubah mulai detik ini.
"Mustahil Anda bisa menyembuhkan saya. Tolong jangan berbohong, Nona. Saya tidak butuh kebohongan Anda untuk menghibur saya," ujarnya.
"Aku tidak berbohong. Aku serius mengatakannya kepadamu. Tidak hanya kau, bahkan teman-temanmu yang berada di gedung ini juga bisa aku sembuhkan. Namun, apa kau bersedia mengikuti seluruh saranku dan menjalani pengobatan yang tepat di klinikku?"
Tatapan Andressa tidak goyah. Keyakinan terpancar jelas dari sorot matanya. Hal itu membuat wanita tersebut mulai luluh dan percaya terhadap Andressa.
"Jika begitu yang Anda katakan, maka saya akan percaya kepada Anda. Tolong sembuhkan saya, saya tak mau mati meninggalkan adik saya sendirian di dunia ini."
Andressa mengulas senyum tipis.
"Ya, keputusanmu untuk percaya padaku sangat tepat. Baiklah, mari kita mulai pemeriksaan tubuhmu terlebih dahulu."
__ADS_1
Andressa dibantu oleh Amelia dan Calvin untuk memeriksa secara detail kondisi tubuh tiga wanita yang ada di kamar ini. Kondisi mereka teramat mengkhawatirkan. Apabila terlambat sedikit saja, maka mungkin mereka akan menemui ajalnya satu hari kemudian.
"Sepertinya mereka harus kita bawa ke klinik. Kita tidak bisa mengobatinya di tempat kumuh seperti ini. Calvin, tolong pergi ke klinik dan panggil beberapa orang untuk membantu kita membawa mereka semua ke klinik," ucap Andressa sekaligus memberi perintah kepada Calvin.
"Baik, Nona. Silakan tunggu sebentar, saya akan segera kembali dengan bantuan dari klinik."
Calvin buru-buru melangkah pergi dari sana. Tanpa disadari, ternyata sudah banyak orang yang memperhatikan mereka sedari tadi di luar bangunan.
Rupanya itulah yang menjadi beban pikiran mereka sedari tadi. Pantas saja mereka diam dan terlihat ragu serta takut.
"Kalian pikir aku akan meminta bayaran kepada kalian? Aku sudah memutuskan untuk mengobati kalian secara gratis sampai kalian sembuh sepenuhnya. Maka dari itulah, aku berniat membawa kalian ke klinik supaya kalian bisa dirawat di sana dan aku bisa memantau kalian setiap hari."
Dari penjelasan Andressa barusan, mereka menjadi sedikit lebih lega. Sekarang rasanya mereka dapat leluasa dalam bernapas. Tidak perlu lagi mereka memikirkan soal biaya.
__ADS_1
Selepas bawahan Andressa datang, mereka langsung dibawa ke klinik. Di sana mereka mulai melakukan pemeriksaan darah untuk mengecek pasti penyakit yang mereka derita.
"Andressa!"
Di tengah jam kerja yang super sibuk, Lorcan datang menghampiri Andressa.
"Lorcan, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Andressa heran melihat Lorcan.
"Aku kebetulan berada di sekitar sini, jadi aku sekalian mampir. Apa kau sudah selesai mengurus rumah bordir ilegal yang kau maksud sebelumnya?"
"Sudah, aku juga membawa semua wanita yang mereka kurung di satu tempat ke klinik ini. Sekarang mereka sedang menjalani perawatan khusus."
Andressa tampak tidak fokus menatap Lorcan. Entah mengapa sedari kemarin perasaannya sangat buruk. Seolah-olah akan ada sesuatu yang besar terjadi di masa depan.
__ADS_1