Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Peraturan yang Dihapus


__ADS_3

Camille tercengang. Ini pertama kalinya Gibson meneriakinya. Pria itu tampak kesal setengah mati seusai menerima pemberitaan perihal pertunangan Andressa. Padahal dia telah menyusun rencana agar bisa kembali lagi berhubungan baik dengan Andressa seperti dahulu. Akan tetapi, segalanya rusak akibat pertunangan yang terkesan mendadak.


“Dasar! Tidak bisakah kau berbicara dengan nada yang ramah kepadaku?!”


Camille merungut kesal. Dia mendudukkan badannya di tempak duduk berseberangan dengan Gibson.


“Tidak. Suasana hatiku sedang buruk. Lebih baik kau diam sebelum aku tendang keluar dari kereta. Lagi pula kau juga mau ke istana kan? Jadi, duduklah dengan manis.”


Camille menggerutu dalam hati. Tidak sedikit pun gerutuannya itu dapat dia utarakan sebab Gibson di matanya benar-benar menakutkan ketika marah. Sehingga saat ini ia terpaksa berdiam diri tanpa mengeluarkan isi hatinya.


Sementara itu, di istana kediaman ibu suri, Leyna terlihat tengah menerima laporan mengenai rencana pertunangan sang putra yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Rencana yang tersusun rapi di kepalanya buyar seketika.

__ADS_1


“Mereka akan bertunangan? Dan lagi, pertunangan dilakukan dua minggu dari sekarang. Apa yang sedang mereka pikirkan? Apa mereka pikir bisa bertunangan tanpa restu dariku?” gumam Leyna.


Semua orang yang berada di sana tidak merespon satu pun ocehan Leyna.


“Hei, kau! Apa yang sebenarnya sedang terjadi sekarang? Mengapa kaisar bisa merencanakan pertunangan dengan rakyat jelata ini?” Leyna bertanya kepada bangsawan yang melaporkan masalah ini kepadanya.


“Yang Mulia, kaisar berkata bahwa beliau tidak membutuhkan restu dari Anda. Maka dari itu, pertunangan tetap dilakukan meski tanpa restu ibu suri. Walau pada awalnya menimbulkan pertentangan dari para bangsawan, tetapi akhirnya mereka tak bisa mencegah kaisar,” jelas bangsawan itu.


“Seharusnya kalian bisa menekan kaisar! Terlebih lagi ini soal restu dan persetujuan dariku. Bukankah semuanya telah tertulis di peraturan pertunangan dan pernikahan kekaisaran?!”


“Kami tidak bisa melakukannya karena kaisar telah menghapus peraturan tersebut.”

__ADS_1


Leyna melotot tak percaya. Dadanya memanas detik itu juga. Meskipun dia memasang mata-mata di setiap sudut istana, ia tak percaya bisa melewatkan hal itu.


“Menghapus peraturan? Kau sedang bergurau? Bagaimana bisa dia begitu mudahnya menghapus peraturan yang bertahun-tahun tertera?!”


“Maafkan saya, Yang Mulia. Kami terkecoh, kami juga tidak tahu mengapa kaisar bisa dengan mudah menghapus peraturan tersebut. Tampaknya beliau membayar besar pihak hukum kekaisaran dan mengancam nyawa mereka. Anda tahu sendiri kaisar segila apa jika keinginannya tidak dituruti,” tutur bangsawan itu.


Leyna sontak memegangi kepala. Rasa pusing menusuk pelipisnya. Tidak pernah ia duga Lorcan bertindak nekat. Sekarang segalanya menjadi kacau dan rencananya keluar dari jalur.


“Aku harus melakukan sesuatu terhadap pertunangan mereka. Aku takkan membiarkan hal ini terjadi. Apa pun konsekuensinya, pertunangan mereka harus dibatalkan.”


Leyna buru-buru beranjak dari kamar menuju ke istana utama. Dia berencana mengajukan protes kepada Lorcan tentang peraturan yang dihapus tanpa sepengetahuan dirinya. Akan tetapi, tepat menjelang ia melangkah lebih jauh lagi ke ruangan kaisar, Leyna dihadang oleh sekelompok kesatria.

__ADS_1


“Mohon maaf, Yang Mulia, kaisar melarang Anda untuk menemui beliau sekarang. Mohon kembalilah ke kediaman Anda,” ucap salah satu kesatria.


“Aku tidak peduli! Menyingkirlah kalian dari jalanku! Aku ingin berbicara dengan kaisar! Jangan menghalangiku dan mencoba untuk menghentikanku!”


__ADS_2