Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Mengusir Ibu Suri


__ADS_3

Pada keesokan hari, lagi-lagi klinik didera kehebohan. Leyna — sang Ibu Suri mendadak datang bersama para pengawal pribadinya. Akan tetapi, Andressa langsung menghadang Leyna agar tidak masuk lebih jauh lagi ke dalam.


"Apa yang dilakukan Ibu Suri terhormat ini di sini? Tempat ini sangat kotor. Anda tidak takut terjangkit bakteri ketika sedang berkunjung kemari?"


Andressa menyindir secara jelas tanpa berpikir panjang. Kala itu Leyna menanggapi perkataan Andressa dengan sebuah senyum khas di bibirnya.


"Oh, Nona Andressa. Ahh, ataukah saya harus memanggil Anda Viscountess Erriel?"


Andressa mengulas senyum seringai.


"Cukup panggil saya senyaman Anda saja. Saya takkan menuntut Anda hanya karena Anda memanggil saya tanpa menyebutkan status yang saya miliki," balas Andressa.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang bisakah Anda membiarkan saya masuk? Sepertinya bawahan Anda sengaja menghalangi jalan saya."


Andressa perlahan mendekat. Leyna semakin menekan perkataannya. Ia mulai kesal sebab Andressa secara jelas ingin mengusirnya dari sana.


"Pertama, saya ingin bertanya. Apa yang Anda lakukan di sini? Mungkinkah Anda ingin menjenguk Kaisar?" tanya Andressa.


Leyna menjawab, "Tentu saja. Memangnya ada hal lain lagi? Kaisar adalah putra saya satu-satunya, Nona. Jangan pikir Anda bermaksud untuk menghalangi saya menemui putra saya sendiri? Jika benar, betapa teganya diri Anda.".


"Saya punya tanggung jawab sebagai tabib mengizinkan Anda atau tidak untuk masuk menjenguk Kaisar. Namun, mohon maaf, saya tidak bisa membiarkan Anda bertemu Kaisar. Saya sangat khawatir dengan kondisi Kaisar dan saya tak ingin ada sesuatu yang buruk terjadi tatkala Anda mengunjunginya."


"Oh, Anda berpikir saya akan mencelakai Kaisar? Tidak mungkin saya melakukan—"

__ADS_1


"Siapa yang berpikir Anda akan mencelakai Kaisar? Jangan salah paham. Semua orang di kekaisaran ini tahu seberapa buruk hubungan Anda dengan Kaisar. Oleh sebab itulah, saya melarang Anda bertemu Kaisar karena sedari awal Anda kemari membawa niat buruk," tutur Andressa menyorot dingin Leyna.


Leyna tersentak. Terkaan Andressa sangat tepat. Dia memang membawa rencana buruk ke klinik ini dengan menargetkan Lorcan.


"Ya ampun, Nona, sepertinya Anda salah paham." Leyna mengulas senyum palsu. "Niat buruk apanya? Mana ada seorang ibu yang berniat buruk terhadap anaknya."


Andressa kembali menyangkal, "Benarkah begitu? Akan tetapi, saya tetap tidak percaya. Tolong pergilah dari sini, Yang Mulia. Kondisi Kaisar saat ini tidak memungkinkan untuk meladeni manusia seperti Anda. Tenang saja, Kaisar aman bersama saya. Jangan khawatirkan apa pun dan dimohon untuk menunda rencana busuk Anda."


Leyna menggertak geram, tetapi dia masih berupaya menahan diri sebaik mungkin agar tak ada orang lain yang tahu bagaimana sifat aslinya.


"Baiklah kalau begitu. Saya pamit undur diri." Leyna berbalik badan. "Ayo kita pergi dari sini," lanjutnya mengajak seluruh pengawal segera beralih dari klinik.

__ADS_1


Andressa tersenyum puas penuh kemenangan. Tanpa harus mengorek lebih jauh lagi, Leyna sudah paham sendiri.


'Dia cukup pintar. Tidak salah dia menjadi ibunya Lorcan. Aku jadi sedikit penasaran, sebenarnya apa yang terjadi di antara mereka di masa lalu? Aku perlu menanyakan hal ini kepada Lorcan. Bagaimana pun juga wanita itu tak lagi punya jiwa seorang ibu. Melainkan ia diselimuti jiwa yang dikuasai kebencian serta niat buruk untuk membalaskan dendam,' batin Andressa.


__ADS_2