Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Ke Ibu Kota


__ADS_3

Klinik Andressa terlihat sangat sibuk seperti biasa. Dari ke hari ada banyak orang baru berdatangan untuk memeriksakan diri. Untung saja klinik ini punya beberapa orang tabib dari istana membantu pekerjaan Andressa menjadi lebih mudah.


Sekarang Andressa berada di ruang perawatan Lorcan. Gadis itu tengah mengecek sekujur tubuh Lorcan yang baru saja selesai ia operasi.


"Apa kau punya keluhan di bagian kaki dan matamu?" tanya Andressa.


Lorcan menggeleng pelan.


"Tidak. Semuanya terasa baik. Aku hanya merasa mual setelah dioperasi," jawab Lorcan.


"Mual itu efek dari bius total. Nanti juga hilang sendiri. Tolong katakan padaku kalau kau punya keluhan lain."


"Baiklah. Sekarang aku mau istirahat dulu sebentar."


Andressa meninggalkan Lorcan di ruangannya. Di depan ruang rawat tersebut, terdapat sejumlah kesatria bersiaga mengawasi ruangan tempat Lorcan dirawat.


"Nona, Kaisar baik-baik saja kan?" tanya Jason menghampiri Andressa.

__ADS_1


"Ya, dia baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir soal itu. Aku pikir, Lorcan bisa sembuh lebih cepat karena dia sedikit berbeda dari manusia biasa."


"Syukurlah kalau begitu. Saya lega mendengarnya."


Di saat bersamaan, Amelia datang mendekati Andressa.


"Nona, bukankah hari ini Anda ada janji temu dengan Viscount Kaidan?"


Andressa menepuk pelan keningnya. Dia nyaris lupa kalau hari ini ada pertemuan dengan Viscount Kaidan.


"Astaga, untung saja kau ingat. Ya sudah, aku bersiap-siap dulu. Aku serahkan urusan klinik padamu. Apabila ada sesuatu yang genting nantinya, tolong segera kirim surat kepadaku."


Sesampainya di ibu kota, Andressa melangkah ke arah kediaman Viscount Kaidan. Akan tetapi, tatkala ia hendak pergi lebih jauh, seseorang datang mencegat langkahnya.


"Anda ... Anda tabib Andressa bukan?"


Orang itu berpakaian seperti pelayan. Tampaknya dia adalah pelayan dari seorang bangsawan.

__ADS_1


"Iya, kenapa?" Andressa bertanya dengan tatapan lurus.


"Saya adalah pelayan dari keluarga Baroness Yerland. Saya sudah mendengar tentang Anda yang mengobati banyak orang. Sekarang bisakah Anda ikut dengan saya ke kediaman Baroness Yerland? Tuan Muda kami menderita luka parah di lututnya dan tidak ada klinik yang bisa mengobatinya," ujar pelayan tersebut.


Andressa tidak langsung menjawab. Saat ini langit sudah gelap gulita. Perjalanan dari wilayah Selion ke pusat ibu kota cukup memakan banyak waktu. Lalu saat ini dia dihadapkan dengan situasi baru.


"Apa yang terjadi kepada Tuan Muda Yerland?" tanya Andressa.


"Tuan Muda terjatuh dan awalnya dilarikan ke klinik Glory. Di sana Tuan Muda ditangani, tetapi bukannya membaik, kondisi Tuan Muda malah bertambah buruk. Kemarin sore Tuan Muda dibawa lagi ke klinik Glory, tetapi mereka menyarankan untuk mengamputasi kaki Tuan Muda."


Andressa menepuk keningnya. Teknik pengobatan di dunia ini sungguh berada di luar jalan pikirnya sendiri.


Andressa tidak bisa membiarkan seseorang kesakitan dan kehilangan sesuatu yang berharga di dirinya. Maka dari itu, dia memutuskan untuk pergi ke kediaman Baroness Yerland.


"Baiklah, bawa aku ke sana. Aku akan memeriksa sendiri bagaimana kondisi Tuan Muda Yerland."


Pelayan itu seketika merasa lega karena Andressa tidak menolak permintaannya.

__ADS_1


"Baik, Nona. Silakan ikuti saya. Kediaman Baroness Yerland tidak jauh dari sini."


Andressa pun mengikuti pelayan itu dari belakang. Hingga tibalah ia di kediaman Baroness Yerland, ia cukup terkejut menyaksikan kondisi Tuan Muda dari kediaman itu.


__ADS_2