Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Andressa Ditemukan


__ADS_3

Pada saat Jason melaporkan petunjuk keberadaan Andressa, Lorcan buru-buru pergi ke luar menunggangi kuda. Sepercik harapan kini menghalau segala keresahannya.


"Aku yakin Andressa yang meninggalkan jejak ini. Di hutan sebelah mana kau menemukannya?" tanya Lorcan.


"Saya menemukannya di hutan sebelah utara. Kita belum memeriksa hutan itu. Mungkinkah nona disembunyikan di sana?"


"Aku tidak tahu pastinya, tetapi aku percaya Andressa disembunyikan tidak jauh dari wilayah ibu kota Emilian. Semoga saja firasatku tidak salah."


Lorcan dan Jason memacu kudanya dengan kecepatan maksimal. Mereka menyusuri hutan yang sangat rimbun itu. Untung saja tidak ada binatang buas yang mereka temui sehingga perjalanan mereka jauh lebih mudah.


Hingga tibalah keduanya di penghujung hutan, mereka menemukan sebuah gubuk usang berdiri tegak di sana. Mereka berhenti tepat di depan gubuk tersebut sembari berharap Andressa disembunyikan di tempat itu.


"Yang Mulia, biar saya saja yang masuk untuk memeriksanya," kata Jason.


"Aku saja yang masuk. Kau di sini mengamati sekitar dan memperhatikan apakah ada tanda-tanda keberadaan musuh atau tidak."


Jason pun menurut. Dia membiarkan Lorcan mengecek ke dalam gubuk, sedangkan dia meningkatkan kewaspadaan di luar untuk menjaga Lorcan agar tak diterjang oleh musuh yang mungkin saja tengah bersembunyi.


Kemudian tatkala Lorcan hendak membuka pintu, tiba-tiba pintu gubuk terbuka. Sepasang mata Lorcan melebar ketika menemukan Andressa di sana.


"Wah, ternyata kau berhasil menemukanku. Aku sudah menunggumu sedari tad—"


Lorcan menghambur mendekap erat Andressa. Dia tak kuasa menahan air mata kelegaan melihat Andressa ternyata baik-baik saja.


"Syukurlah ... syukurlah kau tidak terluka. Aku khawatir mereka akan menyakitimu. Maafkan aku karena tidak berhasil menemukanmu lebih cepat."


Andressa tak bisa berkata-kata. Dia bingung harus merespon seperti apa ucapan dan air mata Lorcan sehingga ia memutuskan untuk diam saja.


Setelah Lorcan tenang, Andressa baru membuka suara kembali.

__ADS_1


"Tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Aku baik-baik saja dan tidak ada yang bisa menyakitiku karena aku sendiri pandai dalam menjaga diri. Yang terpenting sekarang ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan kepadamu. Kau mau tahu?"


Andressa merekahkan senyum ceria seakan-akan dia tidak mengalami penculikan. Senyumannya juga membuat Lorcan melupakan sejenak kesedihannya.


"Apa yang mau kau tunjukkan?"


Andressa menggenggam tangan Lorcan lalu menariknya masuk ke dalam gubuk. Dia mempertemukan Lorcan dengan Leyna dan tiga orang penculik.


"Lihat siapa ini! Ini adalah wanita yang memberi ide untuk menculikku. Sangat tidak disangka-sangka bukan? Dan ketiga orang ini adalah penculiknya," ujar Andressa.


"Ibu suri? Pantas saja kau menghilang di istana ketika pertunangan berlangsung. Rupanya kau bersekongkol menculik Andressa. Sungguh tak beradab sama sekali."


Leyna membatu melihat Lorcan di sana. Siapa sangka pria itu benar-benar berhasil menemukan lokasi penyekapan Andressa. Padahal dia sudah berhati-hati memilih tempat, tetapi ini juga salahnya sendiri yang sudah menjadikan Emilian sebagai tempat menyembunyikan Andressa.


"Sebenarnya aku punya informasi yang lebih bagus dari ini. Namun, aku rasa harus menundanya sementara waktu. Sebaiknya, kau hubungi para kesatria untuk membawa mereka ke istana dan menjebloskan mereka ke penjara bawah tanah."


Andressa menganggukkan kepalanya.


Andressa menjawab, "Ya, kau punya alasan untuk memenjarakannya atas tudingan penculikan berencana dan membahayakan nyawa orang lain."


Lorcan saat itu segera menyuruh Jason memanggil para kesatria ke gubuk tersebut. Leyna dan ketiga penculik diringkus oleh kesatria ke penjara istana. Siapa sangka wanita yang paling dihormati di kekaisaran Emilian ternyata menjadi dalang penculikan Andressa.


Kabar ini pun menjalar dengan cepat dan sampai ke telinga rakyat. Mereka mengecam perbuatan sang ibu suri yang membahayakan nyawa Andressa. Mereka bersyukur gadis penyelamat Emilian ini ditemukan dalam kondisi baik-baik saja tanpa adanya luka sedikit pun.


“Astaga, kali ini beliau keterlaluan. Bagaimana bisa beliau menculik viscountess? Lagi pula apa alasan ibu suri melakukannya? Apa karena tidak mendapat restu atau ada hal lain di belakangnya?”


“Aku juga tidak tahu, tetapi ibu suri memang harus mendapatkan hukuman setimpal. Aku tahu sejak dulu ada yang tidak beres dari beliau. Akan tetapi, aku berusaha untuk percaya bahwa itu hanya dugaan negatifku. Namun, ternyata dugaanku tidak salah sama sekali.”


“Dahulu ketika kaisar sebelumnya masih hidup, ibu suri selalu menjatuhi hukuman berat kepada rakyat biasa. Entah apa alasannya, beliau terus mencoba menjatuhkan rakyat biasa masuk ke dalam perangkapnya. Maka dari itu, tidak salah mengapa banyak rakyat biasa tidak menyukai ibu suri.”

__ADS_1


Berawal dari kasus penculikan, satu per satu prasangka diarahkan kepada Leyna. Bahkan, tidak sedikit orang mencurigai kematian ayah Lorcan. Mereka berpikir kalau kematian kaisar sebelumnya sangat mencurigakan. Lebih anehnya lagi, dahulu Leyna tidak membiarkan satu pun orang untuk melihat wajah kaisar yang terbujur kaku di dalam peti mati.


“Kenapa berita-berita semacam ini cepat sekali tersebarnya? Padahal pihak istana berhati-hati dalam menjaga kabar ibu suri dipenjarakan oleh Lorcan,” ujar Andressa tak habis pikir.


“Anda tidak perlu heran, Nona. Justru lebih baik rakyat mengetahuinya lebih awal supaya mereka tahu siapa ibu suri,” kata Amelia.


“Benar juga, ini merupakan bagian dari buah perbuatannya sendiri. Anggap saja sebagai efek jera dan sanksi sosial untuk ibu suri.”


Andressa saat ini sedang bersantai, dia dimanja oleh pelayan istana. Sekujur badannya dipijit, mereka juga menyajikan berbagai jenis kudapan untuk Andressa.


“Oh iya, Amelia, apa klinik tutup hari ini?” Andressa tiba-tiba teringat dengan kliniknya.


“Tidak, ada Calvin di sana. Saya pikir tidak masalah selama dia mengambil alih sejenak sambil menunggu Anda kembali lagi.”


“Baguslah. Aku sempat khawatir dengan keadaan klinik. Untungnya ada Calvin yang sudah menguasai teknik medisku.”


Selepas puas bersantai, Andressa memutuskan untuk menemui Lorcan di ruang kerjanya. Dia bermaksud menemui Lorcan menceritakan informasi yang dia dapatkan selama diculik oleh Leyna.


“Apa kau sibuk?” Andressa mengintip dari pintu masuk.


“Andressa, apa yang kau lakukan di sini? Aku tidak sibuk sama sekali.”


Andressa lekas masuk dan menutup pintu. Di sana hanya ada Jason yang selalu setia menemani Lorcan kapan pun dan di mana pun.


“Aku ingin memberi tahumu informasi yang aku dengar langsung dari mulut ibu suri. Kau mungkin syok pas tahu siapa orang yang berada di belakang ibu suri untuk membantunya mewujudkan rencananya untuk menguasai kekaisaran Emilian,” kata Andressa.


Lorcan tertarik, ia juga penasaran siapa yang dimaksud oleh Andressa. Sebelum mendengar penjelasan Andressa, Lorcan menyuruh Jason untuk memastikan apakah ada orang di dekat sana selain mereka atau tidak.


“Beri tahu aku apa yang kau ketahui, Andressa.”

__ADS_1


__ADS_2