Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain
Rencana Pembongkaran Makam


__ADS_3

Lorcan dan Andressa berbincang selama hampir dua jam membicarakan topik yang sama perihal kerja sama antara Leyna dan Thales. Sesudah itu, Andressa pamit undur diri seraya menunggu izin pasti tentang Andressa yang ingin membantu Lorcan menyelidiki penyebab kematian sang ayah.


Sekitar satu hari berselang, Andressa tiba-tiba mendapatkan panggilan dari istana. Dia bergegas ke istana untuk bertemu dengan Lorcan dan para bangsawan yang merupakan bagian dari pendukung kaisar di masa lalu.


Ternyata pendukung kaisar ialah bagian dari keluarga Marquess Gencio dan Baron Yerland beserta ada sejumlah bangsawan lain di sana. Generasi keluarganya yang sebelumnyalah yang mendukung ayah Lorcan. Kini mereka di sini atas permintaan Lorcan.


"Andressa, mereka adalah fraksi bangsawan pendukung ayahku dulu. Ya walaupun sebenarnya pendukung ayahku orang tua mereka, tetapi walau begitu mereka masih disebut sebagai pendukung kaisar sebelumnya," tutur Lorcan.


"Oh, siapa sangka. Rupanya Anda semua bagian dari kubu pendukung kaisar di masa lalu. Jadi, sekarang bagaimana? Apa kau sudah menjelaskan semuanya kepada mereka?"


Lorcan mengangguk lalu menjawab, "Sudah, sekarang mereka ingin berbicara denganmu karena aku kurang pandai menjelaskan maksudmu tentang kemampuan medismu yang tidak dimiliki tabib pada umumnya. Bisakah kau menjelaskannya lagi dari awal?"


"Ya, baiklah. Aku akan membantu menjelaskan kembali semuanya dari awal sampai akhir."


Andressa menjelaskan dengan bahasa yang mudah seperti penjelasannya tempo hari. Para bangsawan mulai paham maksud dari kemampuan Andressa yang akan digunakan untuk menyelidiki semuanya dari awal.


"Sejujurnya kami punya kecurigaan yang sama tentang masalah ini. Kaisar yang masih sehat mendadak dikabarkan meninggal. Siapa saja akan mencurigai kematian kaisar ini. Akan tetapi, kami tidak bisa membuktikannya karena ibu suri melarang keras kami semua untuk mendekati mayat kaisar kala itu," ujar Baron Yerland.


"Ibu suri yang masih menjabat sebagai permaisuri juga tiba-tiba memerintahkan para pelayan untuk membersihkan kamar dan membuang alas kasur yang sebelum meninggal digunakan oleh kaisar. Pada saat kami bertanya, beliau menjawab tidak bisa tidur karena terus mencium aroma kaisar di kasurnya," imbuh bangsawan lainnya.


Andressa paham sekarang. Jelas sekali bahwa gerak-gerik Leyna memang mencurigakan. Seolah-olah ia tengah menyimpan suatu rahasia yang tak boleh ketahuan dari sedikit pun celah.

__ADS_1


"Jika begitu, maka ada kaitannya dengan racun. Aku belum bisa memastikannya, tetapi menurutku seperti itu. Biasanya aroma racun akan melekat pada alas tidur jika dia memberikan racun itu sebelum kaisar tidur. Kecurigaanku bertambah saat ibu suri melarang tamu melayat untuk melihat wajah kaisar menjelang petinya ditutup. Lorcan saat itu juga diberi larangan yang sama padahal dia adalah anak kaisar."


Andressa semakin mengerti bagaimana alur yang tersimpan sebenarnya. Namun, itu masih dugaan sementara, belum sepenuhnya benar.


"Kemampuan Anda benar-benar bisa bekerja walau tubuh kaisar sudah lama menjadi kerangka kan? Saya penasaran," tanya Marquess Gencio tampak sangat ingin tahu.


"Ya, begitulah. Aku bisa mendeteksi penyebab kematiannya. Sebelum itu, kalian harus menggali makam kaisar. Bagaimana? Apa aku mendapatkan izin untuk melakukannya? Lorcan bilang dia tidak bisa memutuskan sendiri, dia butuh kalian untuk memperoleh izin pasti," kata Andressa menatap penuh harap kepada para bangsawan di sana.


Para bangsawan saling bertukar pandang sambil mengangguk pelan.


"Kami memberi Anda izin membongkar makam kaisar. Asalkan pada saat pembongkaran kami juga harus menyaksikannya."


"Itu bisa diatur. Selagi kalian memberi izin, maka aku bisa melakukan apa saja."


Menjelang membongkar makam ayah Lorcan, Andressa berencana menemui Leyna yang terpenjara di istana. Wanita itu tidak bisa apa-apa selain duduk di balik jeruji besi menunggu seseorang datang menyelamatkannya.


"Tempat ini cocok untukmu," ucap Andressa membuat Leyna terperangah mendapati kedatangannya di sana.


"Mau apa kau kemari? Apa kau mau meledekku?" Ekspresi Leyna tidak ramah sama sekali.


Andressa melipat kedua tangan di dada sambil menyeringai.

__ADS_1


"Aku aku mau meledekmu sekaligus ingin mengatakan bahwa trik kotormu yang membunuh kaisar sebelumnya mungkin akan segera terbongkar. Tolong persiapkan dirimu untuk mendapatkan hukuman eksekusi mati dari Lorcan."


Kedua bola mata Leyna membulat sempurna. Entah bagaimana lagi dia bisa menanggapi hal tersebut.


"Omong kosong apa yang kau bicarakan? Aku membunuh suamiku sendiri? Hei, jangan mengada-ada! Kau mau memfitnahku supaya aku kekal di penjara kan?!" tuding Leyna.


"Tidak, aku benar-benar serius akan mengungkapkan trik kotormu. Aku dan Lorcan telah menjadwalkan pembongkaran makam kaisar. Dengan begitu, aku bisa memeriksa sendiri apa yang telah kau lakukan kepada ayahnya Lorcan sebelum beliau meninggal."


"Apa? Apa yang hendak kau lakukan?! Tidak! Tidak bisa! Kau takkan bisa mendapatkan apa pun dari makam yang hanya tersisa kerangka itu! Jangan membuatku tertawa, wanita bodoh!"


Leyna berteriak seperti orang gila. Dia menuduh Andressa sebagai wanita pembohong yang hanya menakut-nakutinya. Akan tetapi, melihat bagaiamana Andressa berekspresi, sepertinya ini bukanlah sekedar kebohongan belaka.


"Aku bisa menemukan penyebab kematiannya. Tenang saja, Ibu Suri yang terhormat. Kau hanya perlu duduk manis di sini sambil menunggu hasil dariku. Cepat atau lambat kebusukanmu pasti terungkap. Persiapkan dirimu menerima banyak kebencian mulai sekarang," tutur Andressa menekan perkataannya.


"Mustahil ... kau tidak bisa melakukan itu. Tidak mungkin kau menemukannya. Ya, lagi pula itu sudah lama sekali. Kau hanya sedang membual kan?"


Leyna panik. Seusai mengenal Andressa selama beberapa waktu, Leyna sadar bahwa Andressa bukanlah gadis yang suka mengada-ada. Dia mengatakan yang sebenarnya kalau ia memang ingin membongkar kejahatan Leyna selama ini.


"Kau lihat saja nanti. Aku akan menjadi orang pertama yang menertawakanmu jika kau terbukti melakukan kejahatan. Perhatikan baik-baik dan bersiap-siaplah. Takkan ada yang mampu menolongmu, termasuk kaisar Dorton sekali pun."


Andressa pergi begitu saja meninggalkan Leyna. Wanita itu kian tercengang tatkala Andressa menyebut nama kaisar Dorton. Dia perlahan mulai sadar kalau Andressa sudah mengetahui segalanya sedari awal.

__ADS_1


Saat ini Leyna hanya bisa memasrahkan diri atas kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Andressa menjadi sangat kuat, mungkin baginya bisa lebih kuat dari kaisar Dorton.


"Aku yang diperbodohkan dari awal. Wanita itu dia mengetahui segalanya. Dia mengerti mengenai rencana yang hendak aku lakukan. Sekarang dia akan menunjukkan kepada dunia bagaimana cara aku membunuh kaisar. Sungguh naif, aku benar-benar melakukan hal yang salah sejak awal. Kaisar Dorton mungkin kesulitan melawannya. Dia wanita gila ... dia wanita yang penuh kekuatan misterius di tubuhnya."


__ADS_2